Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan April 2026

Image
Memasuki bulan April yang jatuh pada hari Rabu, suasana Semarang biasanya mulai bertransisi. Jika Maret lalu kita khusyuk dengan momen Ramadan dan Idulfitri, bulan ini kota ini terasa kembali bergairah dengan deretan acara yang lebih "berwarna". Hari ini cuaca Kota Semarang terpantau cerah. Entah apakah ini pertanda bahwa musim hujan telah berakhir dan Semarang kembali ke "setelan awal"—yang katanya, tiap orang yang tinggal di sini punya matahari sendiri-sendiri saking panasnya. Suara-suara tentang panasnya Semarang terdengar seru namun terkadang juga haru, terutama bagi mereka yang baru merantau atau tinggal di sini. Padahal, jika mau jujur dan realistis, masih ada kota lain yang jauh lebih panas dibanding Semarang. Menghadapi cuaca dan kondisi ekonomi saat ini memang perlu strategi; tetap kreatif tanpa harus membuat diri sendiri burnout atau kelelahan. Tema Besar: Perempuan Berdaya Jika melihat cover yang kami sematkan di halaman ini, tebakanmu benar bahwa tema ...

[Review Event] Pagelaran Pengantin Semarangan dan Festival Kuliner 2018 di Sam Poo Kong


Tiap tahun, acara ini digelar. Dan tahun ini pertama kali kami membawanya ke blog dotsemarang. Pagelaran pengantin Semarangan yang dipadukan dengan festival kuliner dilaksanakan tanggal 29-30 September 2018 di Sam Poo Kong. 

Apa yang membuat kami ngotot untuk hadir di Sam Poo Kong melihat acara ini? Selain karena event, kami ingin tahu seperti apa tradisi pengantin Semarangan dengan prosesi-prosesinya. Konten yang bagus tentunya untuk kami.

Sedikit bersabar 

Sudah seperti pada umumnya, acara ini juga molor dari jadwal pembukaan yang kami dapatkan rundown acaranya. Butuh kesabaran memang, tapi karena sudah biasa dan suasana Sam Poo Kong saat itu cerah, jadi waktu tak terasa berlalu.  

Arak-arakan Pengantin Semarangan

Dalam acara, rupanya ada prosesi arak-arakan pengantin. Wanita tiba lebih dulu dengan dibawa menggunakan tandu. Sedangkan pengantin pria menunggangi kuda. 

Ini menarik dari sisi tradisi dan budaya. Namun kami pikir, bisa jadi ini adalah gelaran acara yang dianggap mahal buat kami. Karena membawa kuda dalam pernikahan rasanya sulit buat kami.

Predikat Kekayaan non benda tingkat nasional

Ini yang kami harapkan dari acara ini. Sebuah informasi penting yang patut kami sebarkan agar orang-orang yang membaca blog kami mengetahui ini.

Acara yang digelar Disbudpar kota Semarang ini memang bertujuan mengenalkan budaya non benda yang dimiliki Kota Semarang. 

Namun juga memberitahu kepada masyarakat Semarang untuk bangga bahwa Pengantin Semarang masuk cagar budaya. Dan meraih predikat kekayaan budaya non benda tingkat nasional.

Perpaduan budaya Cinta dan Arab

Diketahui juga dalam acara ini kami baru tahu bahwa Pengantin Semarangan merupakan campuran budaya Cina dan Arab.

Dalam sambutan mewakili kepala Dinas Pariwisata Kota Semarang, Ibu Lita Satyawati juga dijelaskan simbol-simbol yang melekat pada pengantin, seperti penggunaan pilis, bunga cempaka di kanan dan kiri yang jadi ciri khas.

Melengkapi informasi, Ibu Ning Slamet Yuwantoro selaku Ketua Himpunan Ahli Rias Pengantin Indonesia (HARPI) Melati cabang Kota Semarang sekaligus sebagai ketua panitia penyelenggara menjelaskan lebih lanjut.

Lalu, ada lima pentul yang terdapat pada sanggul bagian depan yang dikenakan pengantin wanita. Informasi pentul ini menunjukkan salat Lima waktu.

Dan pentul dibagian sanggul belakang jumlahnya ada 17 yang menunjukkan jumlah rakaat pada salat. 

Sedangkan pengantin pria terdapat juga, namun hanya satu pentul yang berarti menyembah satu Tuhan saja. 

Soal kuda yang ditunggangi dan berwarna putih oleh pengantin pria juga memberi arti, yang maknanya pengantin masih suci.

Live event

Selama gelaran ini berlangsung, kami melakukan live tweet. Acara ini juga dipadukan dengan konsep lomba rias pengantin dan fashion show oleh Arif Riyanto, perancang busana Semarang. 


Artikel terkait :
Informasi Kerjasama
Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap

Comments

Popular posts from this blog

☕ Mencicipi Coco Latte: Saat Hydro Coco dan Anomali Coffee "Salaman" di Pelataran MAJT

📌 Agenda Kota Semarang Bulan April 2026

🏥 Menjelajahi Lantai 3 Cardea Semarang: Zona 'Recovery' yang Naik Kelas

♻️ Jangan Dibuang! Jejak Karbon di Balik Kotak Nasi Buka Puasa Masjid Agung Jawa Tengah

📱 Dilema Android Lawas di Tahun 2026: Mengapa Versi OS Kini Lebih Penting daripada Sekadar Merek Hape