Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan April 2026

Image
Memasuki bulan April yang jatuh pada hari Rabu, suasana Semarang biasanya mulai bertransisi. Jika Maret lalu kita khusyuk dengan momen Ramadan dan Idulfitri, bulan ini kota ini terasa kembali bergairah dengan deretan acara yang lebih "berwarna". Hari ini cuaca Kota Semarang terpantau cerah. Entah apakah ini pertanda bahwa musim hujan telah berakhir dan Semarang kembali ke "setelan awal"—yang katanya, tiap orang yang tinggal di sini punya matahari sendiri-sendiri saking panasnya. Suara-suara tentang panasnya Semarang terdengar seru namun terkadang juga haru, terutama bagi mereka yang baru merantau atau tinggal di sini. Padahal, jika mau jujur dan realistis, masih ada kota lain yang jauh lebih panas dibanding Semarang. Menghadapi cuaca dan kondisi ekonomi saat ini memang perlu strategi; tetap kreatif tanpa harus membuat diri sendiri burnout atau kelelahan. Tema Besar: Perempuan Berdaya Jika melihat cover yang kami sematkan di halaman ini, tebakanmu benar bahwa tema ...

Kapan terakhir Dolan Museum?


Judul diatas diambil dari tema acara yang berlangsung awal bulan ini atau tepatnya tanggal 1 November di Ruang Apresiasi Museum Ranggawarsita. Ayo kapan Anda terakhir mengunjungi Museum?

Sebagai salah satu Museum terbesar di Jawa Tengah yang letaknya berada di Semarang, pihak Museum sangat berusaha mengkampanyekan masyarakat untuk pergi ke Museum. Salah satu upaya mereka adalah dengan mengadakan talkshow sehari.

Ada 50 peserta yang mengikuti kegiatan ini yang menghadirkan 3 pembicara dengan latar belakang berbeda. Ada Mas Rukardi (Jurnalist uara Merdeka), Ami (Duta Museum Jateng 2012), Dhevi (Traveller).

Acara ini dimulai dengan pertanyaan "Kapan terakhir Dolan Museum?". Dilanjut dengan sharing tentang Museum dari sejarah, duta wisata dan traveller. Museum mempunyai beberapa koleksi peninggalan sejarah yang bisa menjadi sumber pendidikan. Karena karya sejarah yang kreadible.

Sebagai anak muda kita harus memiliki kesadaran untuk mengenal museum lebih dekat dan mencintai budaya Indonesia. Dari sisi traveller, Dhevi menjelaskan bahwa museum bisa menjadi tujuan traveling untuk lebih mengenal sejarah.


Dhevi, salah satu pembicara

Jadi ketika kita mengikuti tren traveling, kenapa kita masih enggan untuk berkunjung ke museum. Sedangkan Indonesia mempunyai koleksi peninggalan sejarah di masa lampau.

Setelah talkshow, selanjutnya sesi tanya jawab dengan komunitas. Selanjutnya acara ditutup dengan jalan - jalan bareng untuk melihat persiapan Museum Mart 2015.

*Artikel diperbarui 13 Oktober 2017

Artikel terkait
Informasi Kerjasama
Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap

Comments

Popular posts from this blog

☕ Mencicipi Coco Latte: Saat Hydro Coco dan Anomali Coffee "Salaman" di Pelataran MAJT

📌 Agenda Kota Semarang Bulan April 2026

🏥 Menjelajahi Lantai 3 Cardea Semarang: Zona 'Recovery' yang Naik Kelas

♻️ Jangan Dibuang! Jejak Karbon di Balik Kotak Nasi Buka Puasa Masjid Agung Jawa Tengah

📱 Dilema Android Lawas di Tahun 2026: Mengapa Versi OS Kini Lebih Penting daripada Sekadar Merek Hape