Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Juni 2026

Image
Bulan Juni 2026 kali ini terasa jauh lebih spesial bagi kami. Istimewanya, awal bulan ini jatuh pada hari Senin yang langsung disambut dengan tanggal merah memperingati Hari Lahir Pancasila. Sebuah awal minggu yang tenang sebelum kita kembali bersiap meramaikan berbagai aktivitas di sudut-sudut Kota Atlas. Namun, bukan hanya libur awal bulan yang membuat Juni ini berbeda. Tepat pada tanggal 10 Juni nanti, kita semua akan memperingati Hari Media Sosial. Sebuah momentum yang rasanya sangat lekat dengan keseharian kita saat ini, tak terkecuali bagi masyarakat yang tumbuh, bekerja, dan menetap di Kota Semarang. Oleh karena itu, tema besar yang kami bawa untuk mengantar daftar agenda bulan ini adalah refleksi seputar dunia media sosial lokal. Lompatan Lanskap Digital di Kota Semarang Jika menengok ke belakang dan melakukan kilas balik, lanskap digital di kota ini sudah melompat sangat jauh. Media sosial di Semarang bukan lagi sekadar ruang pamer aktivitas pribadi, tempat pamer foto estetik,...

Kamera iPhone 6S yang Masih Diunggulkan Tahun 2025 ?

Kami akhirnya mengerti apa yang dikatakan seorang peserta saat menghadiri acara di Hotel Gumaya tahun 2023 silam. Bila ingin jadi konten kreator, setidaknya smartphone yang dipakai adalah iPhone. Tentu, kami sedikit mendebatnya karena perangkat bukan satu-satunya alasan untuk itu.

Percakapan saat itu hanyalah bagian dari komunikasi singkat untuk berkelanan saja. Ya, peserta yang kami temui adalah mahasiswi dari sebuah kampus di Kota Semarang. Dengan cuaca yang masih hujan usai acara, kami memutuskan masih stay di ruangan hotel yang dipakai acara oleh Kementerian.

Tren

Waktu terus berjalan dengan perkembangan tren video pendek yang semakin berkembang tanpa sadar mengubah pandangan kami yang selama ini cukup percaya diri dengan perangkat yang kami miliki. 

Ya, ASUS Zenfone 5 keluaran tahun 2018 adalah smartphone yang kami pakai hingga sekarang. Untuk kejernihan, kami yakin dapat bersaing dengan perangkat lain. Soal video juga, tidak kalah. 

Namun alasan lainnya juga kenapa kami tidak pernah memakai iPhone dan tetap setia dengan ASUS adalah pemikiran tentang merek yang dianggap mahal. Kita tahu iPhone adalah merek global yang harganya tidak wajar buat kantong kami.

Selain itu, kami mencintai merek ASUS yang merupakan bagian dari komunitas yang kami ikuti. Wajar bukan kami tetap keras kepala saat percakapan bahwa untuk jadi konten kreator buat apa nunggu harus punya iPhone.

Mencoba iPhone 6S

Namun semua pandangan tersebut berubah di akhir tahun 2024 saat akhirnya kami mencoba iPhone 6S. Ini adalah level tertinggi kami meminang sebuah perangkat dari kantong sendiri, meski harus dicicil untuk pembayarannya. Kami membelinya di Shopee yang kebenaran punya fasilitas PayLater. Tenang, ini bukan konten berbayar atau affliasi.

Alasan memilih iPhone 6S juga karena berbagai pertimbangan, dan alasan kuatnya itu adalah batas tertinggi kami dapat mengeluarkan uang. Lainnya, soal kamera yang katanya sangat baik untuk perekaman video.

Ya, kami mengincar iPhone 6S memang lebih ke pembuatan konten video saja. Hampir 3 minggu kami terus memikirkan untuk memilihnya usai berbagai penelitian, baik di website maupun YouTube.

Akhirnya barang yang ditunggu tiba juga. Tentu, bukan iPhone baru. Setidaknya, kameranya bisa berfungsi dengan baik itu yang kami yakinin. Dalam paket pembeliannya lewat Shopee, kami hanya menerima hapenya saja. Tidak ada kotak maupun charger-nya. Mau gimana lagi.

Kagum dengan hasil video iPhone 6S

Setelah beberapa hari memakai iPhone 6S yang fungsinya lebih banyak digunakan untuk merekam dan memotret, akhirnya kami mengerti betapa kerennya hasil perekamannya.

Smooth, begitu kami menyebutnya saat merekam video menggunakan iPhone 6S. Bahkan, Zenfone 5 yang kami pakai dengan kemampuan stabilizernya pun tidak dapat mengimbangi betapa mulusnya konten yang dibuat dengan iPhone 6S.

Kami beruntung bahwa iPhone 6S yang kami beli berfungsi dengan baik dan bisa diandalkan pada tahun 2025. Ini semacam investasi yang kami keluarkan demi mengarungi derasnya para pembuat konten di internet.

Selain itu, kami ingin juga naik kelas yang tidak sekedar fokus pada menulis blog saja. Ya, meski akan tetap dikolaborasikan juga ujung-ujungnya. Sampai pertengahan bulan Januari, kami sangat percaya diri dengan iPhone 6S yang kami miliki.

Ini rekomendasi, apalagi untuk tipe pengguna seperti kami yang punya budget terbatas tapi ingin naik kelas dari sisi pembuatan video terutama. Beberapa video di halaman ini merupakan contoh nyatanya bagaimana itu dibuat dengan iPhone 6S. Eh, direkam maksudnya.

...

Dengan kemampuan 12 MP, kamera iPhone 6S kami percayai dapat memberi pengalaman lebih baik kepada kami dari perangkat sebelum-sebelumnya. 

Namun sayang sekali. Saat kami menulis ini di bulan Februari, kami harus mengucapkan selamat tinggal dengan iPhone 6S. Kami tak sengaja menjatuhkannya dan akhirnya tergilas kendaraan.

Apes memang. Padahal cicilannya belum lunas. Niat naik level, malah jadinya kembali ke setelah pabrik (ASUS Zenfone 5). 

Mengapa tidak memilih iPhone di atas 6S, bukannya kameranya lebih baik lagi? Seperti kami katakan sebelumnya, buget kami terbatas dan levelnya yang bisa dipinang hanya sampai di iPhone 6S saja. Jika memilih bawahnya, iPhone 5S, kameranya masih 8 MP.

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

📱 Hari Media Sosial 2026: Antara FOMO Mal 23 & Gramedia Jalma, Serta Gagapnya Manajemen Krisis Digital

🏃‍♂️ Catatan Hari Kedua The Spark of Healthy Life 2026: Mengulas Cedera Olahraga Bersama Para Ahli

⚽️ Berburu Lokasi Nobar Resmi Piala Dunia 2026 di Kota Semarang: Siasat Hotel "Ganti Baju" hingga Markas Instansi

🎡 Agenda Jateng Fair 2026: Kembali Hadir 10 Hari dengan Tiket Masuk Gratis, Apa yang Baru?

🚲 Gowes ke Mal 23 Semarang: Di Mana Tempat Parkir Sepedanya?