Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Juni 2026

Image
Bulan Juni 2026 kali ini terasa jauh lebih spesial bagi kami. Istimewanya, awal bulan ini jatuh pada hari Senin yang langsung disambut dengan tanggal merah memperingati Hari Lahir Pancasila. Sebuah awal minggu yang tenang sebelum kita kembali bersiap meramaikan berbagai aktivitas di sudut-sudut Kota Atlas. Namun, bukan hanya libur awal bulan yang membuat Juni ini berbeda. Tepat pada tanggal 10 Juni nanti, kita semua akan memperingati Hari Media Sosial. Sebuah momentum yang rasanya sangat lekat dengan keseharian kita saat ini, tak terkecuali bagi masyarakat yang tumbuh, bekerja, dan menetap di Kota Semarang. Oleh karena itu, tema besar yang kami bawa untuk mengantar daftar agenda bulan ini adalah refleksi seputar dunia media sosial lokal. Lompatan Lanskap Digital di Kota Semarang Jika menengok ke belakang dan melakukan kilas balik, lanskap digital di kota ini sudah melompat sangat jauh. Media sosial di Semarang bukan lagi sekadar ruang pamer aktivitas pribadi, tempat pamer foto estetik,...

Berburu Jajanan di CFD Semarang

Kawasan Pleburan di jalan Imam Barjo menjadi tempat paling menarik untuk dikunjungi usai berolahraga saat Car Free Day di Simpang Lima. Alasannya? Di sini banyak stan kuliner mulai dari makan berat hingga jajanan tradisional. Mari berburu jajanan terlebih dahulu.

Langkah kami berhenti di stan Pukis & Carabikang Surabaya yang menjual berbagai jenis jajanan seperti yang kamu lihat di dalam gambar, Minggu (19/11). Ada pukis, kue lumpur, carabikang hingga siomay.

Yang membuat akhirnya tertarik karena mereka menjualnya dengan beragam warna yang mencolok. Dari carabikang yang merupakan kue dengan bentuk mekar dengan warnanya yang beda-beda, hingga pukis pun juga memiliki warna-warni yang jarang kami lihat.

Bisa bayar non tunai (QRIS)

Stan mereka juga tidak hanya ada satu, seakan memberi sugesti kepada kami yang akhirnya terjerat untuk membeli. Kami pikir hanya akan melewati saja, eh beberapa langkah di depan, ada lagi stannya. Karena belum pernah nyoba, mau tidak mau akhirnya beli juga.

Harga satuan jajanannya adalah 6 ribu rupiah. Bisa dibilang mahal untuk kami yang biasa beli di sekitar tempat tinggal kami. Namun dilihat dari kepadatan isi dan kemasannya yang menarik, termasuk lokasinya,  mau tidak mau harus menyerah dengan argumen sendiri.

Beruntung, penjual di sini sudah menerapkan pembayaran non tunai. Papan dengan desain gambar QRIS digantung di sela-sela tiang tenda. Syukurlah jika begitu, karena kami hanya bawa uang pas.

Penerapan QRIS di Car Free Day (CFD) merupakan solusi hebat di tengah kampanye Bank BI dan Pemkot Semarang yang ingin semua pemilik bisnis memasangnya.

...

Usai membayar, langkah kami berlanjut memburu jajanan lainnya. Masih ada apa lagi kira-kira? 

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

📱 Hari Media Sosial 2026: Antara FOMO Mal 23 & Gramedia Jalma, Serta Gagapnya Manajemen Krisis Digital

🏃‍♂️ Catatan Hari Kedua The Spark of Healthy Life 2026: Mengulas Cedera Olahraga Bersama Para Ahli

⚽️ Berburu Lokasi Nobar Resmi Piala Dunia 2026 di Kota Semarang: Siasat Hotel "Ganti Baju" hingga Markas Instansi

🎡 Agenda Jateng Fair 2026: Kembali Hadir 10 Hari dengan Tiket Masuk Gratis, Apa yang Baru?

🚲 Gowes ke Mal 23 Semarang: Di Mana Tempat Parkir Sepedanya?