Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Juni 2026

Image
Bulan Juni 2026 kali ini terasa jauh lebih spesial bagi kami. Istimewanya, awal bulan ini jatuh pada hari Senin yang langsung disambut dengan tanggal merah memperingati Hari Lahir Pancasila. Sebuah awal minggu yang tenang sebelum kita kembali bersiap meramaikan berbagai aktivitas di sudut-sudut Kota Atlas. Namun, bukan hanya libur awal bulan yang membuat Juni ini berbeda. Tepat pada tanggal 10 Juni nanti, kita semua akan memperingati Hari Media Sosial. Sebuah momentum yang rasanya sangat lekat dengan keseharian kita saat ini, tak terkecuali bagi masyarakat yang tumbuh, bekerja, dan menetap di Kota Semarang. Oleh karena itu, tema besar yang kami bawa untuk mengantar daftar agenda bulan ini adalah refleksi seputar dunia media sosial lokal. Lompatan Lanskap Digital di Kota Semarang Jika menengok ke belakang dan melakukan kilas balik, lanskap digital di kota ini sudah melompat sangat jauh. Media sosial di Semarang bukan lagi sekadar ruang pamer aktivitas pribadi, tempat pamer foto estetik,...

Apa Kabar Mastodon?

Tidak terasa sudah hampir 4 bulan kami bergabung di Mastodon yang digadang-gadang jadi media sosial alternatif pengganti Twitter. Bagaimana kabarnya? Menarik?

Sepertinya ada yang salah dengan cara kami menggunakan platform yang dibangun sejak tahun 2016 oleh programmer Eugen Rochko ini.

Bermaksud untuk menarik lalu lintas ke blog, malah rasanya tidak ada dampak sekali. Kata kunci yang kami parkir di sana seperti #semarang dan #blog juga tidak memiliki pengaruh. 

Hingga 4 bulan ini, kami seperti berbicara di lapangan kosong. Dari sisi pengikut atau followers, jumlahnya saja masih nol (0). Apa yang salah?

Beda perlakuan

Kemarin notif yang biasanya sunyi mendadak terlihat berwarna merah. Ternyata kami mendapatkan pengikut baru. Meski baru satu, itu adalah pencapaian yang luar biasa untuk kami yang bertahan hingga sampai sekarang.

Akun tersebut bahkan memberi reaksi di beberapa postingan kami seperti ala-ala Twitter, dari memberi favorit (Like) atau repost (retweet).

Akhirnya kami mulai memberi perhatian khusus untuk sedikit lebih lama mengeksplore Mastodon. Sepertinya memang perlakuannya berbeda seperti yang kami harapkan.

Selama ini, kami sekedar meninggalkan beberapa postingan dan lalu meninggalkannya seharian. Cara ini juga yang kami lakukan pada Facebook, Line, vk dan Youtube (komunitas).

Linimasa lokal

Kami baru tahu jika fitur linimasa lokal yang dimiliki Mastodon mirip dengan saat kami menggunakan Twitter lewat Tweetdeck. Linimasa tidak sepi karena postingan pengguna yang rasanya dalam tiap detik selalu ada saja yang memposting.

Saat kami buka beberapa akun tertentu, di sana mereka memiliki banyak pengikut. Ya ya, kami memang salah memperlakukan Mastodon selama ini.

Namun dari ramenya linimasa yang terus bergerak, tidak ada pengguna yang berasal dari Indonesia. Apakah ini juga salah satu dampak mengapa kami salah memperhitungkan?

Dari tagar yang kami pakai, ada 200 lebih yang menggunakan #Semarang dan itu hampir semuanya berasal dari kami semua, dotsemarang.

Strategi baru

Kami sempat berpikir untuk segera menutup akun di Mastodon yang terasa sangat sepi. Namun setelah mengeksplore, kami mengurungkan niat tersebut dan ingin mencoba strategi baru.

Strategi yang sebenarnya sederhana dan sudah diadaptasi di Twitter. Kami coba dulu dan bertahan hingga beberapa bulan. Apakah berdampak atau tidak?

...

Apakah kamu baru mengenal Mastodon? Jika iya, kami hanya bisa sedikit mengenalkan bahwa Mastodon mirip Twitter. Platform ini mendadak populer ketika Twitter memiliki bos baru.

Jika kamu baca halaman ini, Mastodon seperti sangat sepi untuk pengguna Indonesia. Namun sebenarnya tidak dan cenderung rame. Ya, pengguna luar sangat mendominasi.

Kami bersyukur bahwa tiap postingan (twet) di sana sudah diberikan fasilitas terjemahan, sehingga kami yang merasa kekurangan dari aspek bahasa bisa memahaminya.

Tertarik?

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

📱 Hari Media Sosial 2026: Antara FOMO Mal 23 & Gramedia Jalma, Serta Gagapnya Manajemen Krisis Digital

⚽️ Berburu Lokasi Nobar Resmi Piala Dunia 2026 di Kota Semarang: Siasat Hotel "Ganti Baju" hingga Markas Instansi

🏃‍♂️ Catatan Hari Kedua The Spark of Healthy Life 2026: Mengulas Cedera Olahraga Bersama Para Ahli

🎡 Agenda Jateng Fair 2026: Kembali Hadir 10 Hari dengan Tiket Masuk Gratis, Apa yang Baru?

🚲 Gowes ke Mal 23 Semarang: Di Mana Tempat Parkir Sepedanya?