Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan April 2026

Image
Memasuki bulan April yang jatuh pada hari Rabu, suasana Semarang biasanya mulai bertransisi. Jika Maret lalu kita khusyuk dengan momen Ramadan dan Idulfitri, bulan ini kota ini terasa kembali bergairah dengan deretan acara yang lebih "berwarna". Hari ini cuaca Kota Semarang terpantau cerah. Entah apakah ini pertanda bahwa musim hujan telah berakhir dan Semarang kembali ke "setelan awal"—yang katanya, tiap orang yang tinggal di sini punya matahari sendiri-sendiri saking panasnya. Suara-suara tentang panasnya Semarang terdengar seru namun terkadang juga haru, terutama bagi mereka yang baru merantau atau tinggal di sini. Padahal, jika mau jujur dan realistis, masih ada kota lain yang jauh lebih panas dibanding Semarang. Menghadapi cuaca dan kondisi ekonomi saat ini memang perlu strategi; tetap kreatif tanpa harus membuat diri sendiri burnout atau kelelahan. Tema Besar: Perempuan Berdaya Jika melihat cover yang kami sematkan di halaman ini, tebakanmu benar bahwa tema ...

Berkunjung ke Monumen Simpang Lima Gumul di Kabupaten Kediri

Minggu kedua bulan Februari, kami menyempatkan mampir ke salah satu tempat yang menarik di Kediri. Atau tepatnya Kabupaten Kediri. Di sana terkenal dengan bangunan megahnya yang bangunannya menyerupai Arc de Triomphe, bangunan terkenal yang ada di Paris, Prancis.

Minggu siang, tanggal 12 Februari 2023, tidak menyangka bisa berkunjung ke sini - Monumen Simpang Lima Gumul atau disingkat SLG. Kami sangat antusias meski harus muter-muter mencari tempat parkir. Maklum ini kali pertama ke sini, tidak ada rencana sebenarnya.

Makanya kami kesulitan atau memang tanpa persiapan mencari tahu letak lokasi parkir di sekitar Simpang Lima Gumul. Setelah beberapa kali mutar-mutar, akhirnya kami melihat keramaian di sisi jalan.

Berbeda dengan Simpang Lima Semarang apabila sore menjelang malam, kendaraan bisa parkir di pinggi jalan, di Simpang Lima Gumul tidak demikian. Ada lahan parkir khusus yang disediakan yang dapat menampung kendaraan roda empat maupun roda dua.

Jalan kaki lewat terowongan

Lantas, bagaimana kami menuju bangunan utama yang memiliki tinggi 25 meter tersebut? Apakah harus nyeberang pikir kami sebelum akhirnya parkir kendaraan dan melihat orang-orang masuk ke bangunan kecil yang jadi akses ke bangunan utama.

Ternyata memang sudah dikonsepkan dengan baik oleh pihak pemerintah. Bangunan yang bisa kamu lihat di gambar atas ini adalah akses masuk. Di mana ini semacam lorong bawah tanah yang di atasnya merupakan jalan raya atau utama.

Jadi, pengunjung tidak perlu menyeberang. Jalan seperti biasa di dalam lorong yang dibagi dua untuk akses masuk dan keluar. 



Bangunan lorong bawah tanah juga sudah didesain menarik. Tiap sisi bangunan ditaruh bingkai gambar yang memiliki nilai sejarah. Lurus saja, kemudian naik tangga dan sedikit lagi, kami sudah tiba di dekat bangunan SLG.

Tidak peduli panas terik matahari

Kedatangan yang tidak direncanakan ini sebenarnya juga dalam perjalanan menuju pulang ke Kota Semarang setelah menginap semalam di Blitar sebelumnya.

Ternyata cuacanya lagi bersemangat di sini. Terik matahari seolah tidak mempan buat pengunjung yang ada di sekitar bangunan. Suasananya sangat ramai dan beberapa orang terlihat berlindung di samping bangunan.

Kami yang sudah terlanjur antusias dan kagum dengan bangunan SLG hanya bisa bertahan kurang dari 30 menit. Setidaknya, sudah mengambil gambar dengan berlatar bangunan. Mirip-mirip lagi di Prancis.

Tidak banyak yang bisa kami eksplore tentang SLG, selain memikirkannya sekilas adalah taman kota yang memiliki bangunan landmark sebagai pusatnya.

Oh ya, di sini juga tersedia akses WiFi gratis. Namun kami tidak sempat memeriksanya, apakah berjalan dengan baik atau sekedar informasi sesaat.

...

Usai melepaskan dahaga rasa penasaran dengan bangunan SLG, tujuan berikutnya mencari makan siang. Kami punya satu tempat yang mungkin bisa kamu coba juga, semisalnya ada di sekitar Simpang Lima Gumul. 

Ditunggu halaman berikutnya. Petunjuknya adalah makanan kuah dengan porsi mangkuk. Sudah bisa ditebak?

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

☕ Mencicipi Coco Latte: Saat Hydro Coco dan Anomali Coffee "Salaman" di Pelataran MAJT

📌 Agenda Kota Semarang Bulan April 2026

🏥 Menjelajahi Lantai 3 Cardea Semarang: Zona 'Recovery' yang Naik Kelas

♻️ Jangan Dibuang! Jejak Karbon di Balik Kotak Nasi Buka Puasa Masjid Agung Jawa Tengah

📱 Dilema Android Lawas di Tahun 2026: Mengapa Versi OS Kini Lebih Penting daripada Sekadar Merek Hape