Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Juni 2026

Image
Bulan Juni 2026 kali ini terasa jauh lebih spesial bagi kami. Istimewanya, awal bulan ini jatuh pada hari Senin yang langsung disambut dengan tanggal merah memperingati Hari Lahir Pancasila. Sebuah awal minggu yang tenang sebelum kita kembali bersiap meramaikan berbagai aktivitas di sudut-sudut Kota Atlas. Namun, bukan hanya libur awal bulan yang membuat Juni ini berbeda. Tepat pada tanggal 10 Juni nanti, kita semua akan memperingati Hari Media Sosial. Sebuah momentum yang rasanya sangat lekat dengan keseharian kita saat ini, tak terkecuali bagi masyarakat yang tumbuh, bekerja, dan menetap di Kota Semarang. Oleh karena itu, tema besar yang kami bawa untuk mengantar daftar agenda bulan ini adalah refleksi seputar dunia media sosial lokal. Lompatan Lanskap Digital di Kota Semarang Jika menengok ke belakang dan melakukan kilas balik, lanskap digital di kota ini sudah melompat sangat jauh. Media sosial di Semarang bukan lagi sekadar ruang pamer aktivitas pribadi, tempat pamer foto estetik,...

12 Tahun Peringatan Hari Blogger Nasional; Apa Saja Tantangannya?


Hampir saja kami lupa jika hari ini, Minggu, tanggal 27 Oktober 2019 diperingati Hari Blogger Nasional. Sudah 12 tahun peringatan dan hingga sekarang, belum ada wadah yang menampung para bloger tanah air untuk duduk bersama. Membahas hal yang lebih besar untuk Indonesia.

Itu hanyalah harapan kami saja dan memang bakal sulit terwujud. Bicara peringatan Hari Blogger Nasional, setahun ini tantangan yang dihadapi dotsemarang adalah Tsunami kontent.

Semua bisa menjadi penyebar konten

Istilah 'tsunami konten' kami pinjam dari  artikel mix.co.id yang dipublish tanggal 30 Juli 2019. Menurut Indra Ardiyanto, Head of Corporate Communications PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), “Tsunami Content muncul tepat di depan mata, menyerbu setiap detik, tidak bisa hindari dan tidak bisa dilawan karena setiap orang bisa menjadi broadcaster atau penyebar informasi, tak peduli apakah informasi itu benar sesuai fakta atau bahkan palsu (hoax)”.

Semua orang kini bisa menjadi penyebar konten. Bahkan dinas-dinas pemerintahan di Kota Semarang sudah berhasil membangun ekosistem di media sosial. Semua saluran dimanfaatkan dengan baik dan dikemas lebih menarik.

Di satu sisi, informasi lebih luas menyebar dan memiliki kekuatan (validasi). Tak perlu repot lagi menunggu info acara, semisalnya dari kami yang beberapa tahun terakhir selalu memberi info.

Tempat-tempat wisata di Semarang juga lebih mudah mendapatkan informasi karena semua orang ingin tampil menjadi pemberi informasi. Mal, hotel, bahkan akun bertema kecelakaan, proyek bangunan, semua ada di dalam genggaman.

Tantangan dan rasa khawatir

Ini bisa jadi peluang atau malah keluar dari jalur yang membuat akhirnya menjauh karena tsunami informasi yang begitu tinggi.

Sebagai blog, informasi yang keluar dari akun-akun dinas Kota, hotel, mal dan lainnya menjadikan kerja kami lebih mudah untuk dikelola. Apakah kami harus datang ke sana untuk memperdalam perspektif atau mendapatkan gambar khusus dan spesial.

Namun kekhawatiran pun akhirnya kami rasakan, sisi lainnya,  bahwa tanpa kami posting pun, informasi akan muncul sendiri. Kami seolah tidak berguna di sini.

Selain itu, akses kami mendapatkan konten ekslusif tidak berlaku lagi di era tsunami konten. Semisal ada acara menarik perhatian kami, acaranya tidak memberi akses untuk bloger, maka dipastikan kami butuh perjuangan ekstra seperti awal-awal kami diakui sebagai bloger saat hadir mengisi buku tamu.

Rasanya kami mulai kehilangan gairah yang berdampak kami harus mengambil jarak dan tidak jadi melibatkan diri karena tahu bahwa acara itu tinggal lihat saja disaluran-saluran media sosial.

Apalagi yang dibagikan lewat saluran pemerintah atau lembaga hingga perusahaan. Pasti lebih resmi informasinya yang dapat dikonfirmasi bahwa itu benar. Bila salah pun, tidak begitu besar kesalahannya ketimbang harus kami yang melakukannya secara individu.

Gambar ilustrasi : Rekan-rekan bloger Semarang

..

Ada fakta menarik tentang hari peringatan. Dimana tahun 2018, hari Blogger Nasional jatuh pada hari Sabtu. Sedangkan tahun ini (2019), diperingati pada hari Minggu.

Postingan kali ini kami rasa sudah lebih dari cukup. Tahun lalu, semua tantangan yang kami hadapi masih kurang lebih sama dengan tahun ini. Hanya artikelnya ditulis lebih panjang.

Tsunami konten tidak dapat dibendung dan mau tidak mau, suka tidak suka, tahun ini buat dotsemarang menjadi tantangan sendiri. Bagaimana denganmu?

Selamat Hari Blogger Nasional Tahun 2019!

Artikel terkait :


Comments

Popular posts from this blog

📱 Hari Media Sosial 2026: Antara FOMO Mal 23 & Gramedia Jalma, Serta Gagapnya Manajemen Krisis Digital

⚽️ Berburu Lokasi Nobar Resmi Piala Dunia 2026 di Kota Semarang: Siasat Hotel "Ganti Baju" hingga Markas Instansi

🏃‍♂️ Catatan Hari Kedua The Spark of Healthy Life 2026: Mengulas Cedera Olahraga Bersama Para Ahli

🎡 Agenda Jateng Fair 2026: Kembali Hadir 10 Hari dengan Tiket Masuk Gratis, Apa yang Baru?

🚲 Gowes ke Mal 23 Semarang: Di Mana Tempat Parkir Sepedanya?