Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Juni 2026

Image
Bulan Juni 2026 kali ini terasa jauh lebih spesial bagi kami. Istimewanya, awal bulan ini jatuh pada hari Senin yang langsung disambut dengan tanggal merah memperingati Hari Lahir Pancasila. Sebuah awal minggu yang tenang sebelum kita kembali bersiap meramaikan berbagai aktivitas di sudut-sudut Kota Atlas. Namun, bukan hanya libur awal bulan yang membuat Juni ini berbeda. Tepat pada tanggal 10 Juni nanti, kita semua akan memperingati Hari Media Sosial. Sebuah momentum yang rasanya sangat lekat dengan keseharian kita saat ini, tak terkecuali bagi masyarakat yang tumbuh, bekerja, dan menetap di Kota Semarang. Oleh karena itu, tema besar yang kami bawa untuk mengantar daftar agenda bulan ini adalah refleksi seputar dunia media sosial lokal. Lompatan Lanskap Digital di Kota Semarang Jika menengok ke belakang dan melakukan kilas balik, lanskap digital di kota ini sudah melompat sangat jauh. Media sosial di Semarang bukan lagi sekadar ruang pamer aktivitas pribadi, tempat pamer foto estetik,...

Semarang Kota Ke-11, Road Show Film Kapal Goyang Kapten


Rumah produksi Mega Pilar Pictures membawa 5 pemain film Kapal Goyang Kapten ke Semarang, plus sang Sutradara. Ada Ge Pamungkas, Babe Cabita, Muhadkly Acho, Mathias Muchus dan Naomi Papilaya. Seperti apa suasana road show film yang dirilis 5 September ini?

Senin siang (2/9), bertempat di Paragon Mall, kami turut hadir di acara road show film Kapal Goyang Kapten. Apakah ini berarti film yang disutradarai oleh Raymond Handaya sekaligus merangkap produser ini akan tayang di bioskop XXI Paragon?

Semarang Kota ke-11

Film yang menghabiskan waktu syuting selama 18 hari ini, menurut sutradara Semarang adalah Kota yang termasuk potensial dari sisi penonton bersamaan Solo dan Jogja.

Semarang adalah kota kesebelas dalam kunjungan road show yang mengajak penontonnya berjumpa dengan para pemain, nonton bareng dan konferensi pers untuk awak media.

Film komedi dengan tema pembajakan kapal


Awalnya mendengar judul film, kami sedikit pesimis dengan maksudnya. Namun saat ikut nonton bareng, film ini yang tentu saja bergenre komedi, hadirnya para komika, memiliki keunikan tersendiri untuk ceritanya.

Dalam konferensi pers, para pemain menjelaskan karakternya masing-masing. Acho berperan sebagai Cakka yang menjadi pembajak sebuah kapal yang membawa wisatawan.

Permasalahan keluarga menjadi salah satu alasan Cakka bersama Mamat Alkatiri yang berperan sebagai Bertus melakukan perbuatan tersebut.

Ge Pamungkas yang berperan sebagai Daniel, teman Cakka, bermaksud datang ke Ambon untuk menjadi anak mandiri. Kali ini Ge tidak membawa peran yang bersifat komedi, namun lebih drama. Entah apa yang dipikirkan Daniel, ia mendadak terlibat dalam aksi kejahatan bersama Cakka.

Babe Cabita yang selama konferensi pers sering mengundang tawa teman jurnalis, di film ini berperan sebagai Gomgom. Seorang kapten kapal dengan rangkap jabatan, seperti pemandu wisata hingga supir bis.

Gomgom berperan besar dalam perannya yang membuat kami dan penonton lainnya saat menonton film tertawa lepas. Ia benar-benar sukses dalam hal ini.

Diantara pemain yang datang, hanya Naomi Papilaya sebagai perempuan satu-satunya yang ikut hadir di Semarang. Ia berperan sebagai Salma, istri dari Yusril Fahriza yang berperan sebagai Darto. Pokoknya kalau nonton nanti, dia adalah perempuan paling ribet.

Salah satu aktor senior yang bergabung dalam film berdurasi 110 menit ialah Mathias Muchus yang berperan sebagai Pak Sentot. Dalam jumpa pers, beliau nyeletuk bahwa meski dirinya tidak ada di dalam poster, ia memiliki peran penting. Tanpa beliau, film ini gak ada ceritanya.

Nonton bareng


Akhirnya kami mendapatkan kesempatan ikut nonton bareng. Beberapa road show film, kami hanya berkesempatan mengikuti sesi jumpa pers saja.

Meski kursi tidak full, kami pikir ini tantangan sendiri menaruh acara di hari Senin, kami senang para pemain yang datang ikut menonton dan bahkan, sampai selesai.

Film benar-benar membuat suasana di dalam bioskop sangat berisik. Meski sempat berubah, karena mendadak jadi film bergenre horor, penonton terus bersemangat hingga tertawa lepas. Ya, ini film komedi sebenarnya.

Kapan lagi coba nonton film sambil ngakak ngumpat-ngumpat ke pemainnya dan pemain aslinya ada bersama penonton lainnya duduk di dalam bioskop. Gokils!

Jumpa fans setelah nobar


Kami pikir, kegiatan jumpa fans dilakukan di dalam studio atau masih di kawasan bioskop. Namun kali ini ditaruh di lantai utama, lantai yang sering digunakan untuk acara.

Para penonton sangat dekat dengan para artis dan karena sesi sebelumnya kami banyak mendapatkan bahan informasi, kami hanya mengambil beberapa gambar.


"Bermain dengan anak muda adalah berkah", Mathias Muchus.
...

Film Kapal Goyang Kapten serentak diputar di bioskop seluruh Indonesia. Hadirnya para pemain di Kota Semarang membuat film ini menjadikan Semarang adalah salah satu kota diputarnya film.

Informasi tentang film dapat kamu temukan di media sosial, seperti Twitter (@Kplgoyangkapten), Instagram (@kapalgoyangkapten) dan Youtube (Mega Pilar Pictures). Berikutnya, review film Kapal Goyang Kapten akan kami publish di blog dotsemarang. Ditunggu.

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

📱 Hari Media Sosial 2026: Antara FOMO Mal 23 & Gramedia Jalma, Serta Gagapnya Manajemen Krisis Digital

🏃‍♂️ Catatan Hari Kedua The Spark of Healthy Life 2026: Mengulas Cedera Olahraga Bersama Para Ahli

⚽️ Berburu Lokasi Nobar Resmi Piala Dunia 2026 di Kota Semarang: Siasat Hotel "Ganti Baju" hingga Markas Instansi

🎡 Agenda Jateng Fair 2026: Kembali Hadir 10 Hari dengan Tiket Masuk Gratis, Apa yang Baru?

🚲 Gowes ke Mal 23 Semarang: Di Mana Tempat Parkir Sepedanya?