Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan April 2026

Image
Memasuki bulan April yang jatuh pada hari Rabu, suasana Semarang biasanya mulai bertransisi. Jika Maret lalu kita khusyuk dengan momen Ramadan dan Idulfitri, bulan ini kota ini terasa kembali bergairah dengan deretan acara yang lebih "berwarna". Hari ini cuaca Kota Semarang terpantau cerah. Entah apakah ini pertanda bahwa musim hujan telah berakhir dan Semarang kembali ke "setelan awal"—yang katanya, tiap orang yang tinggal di sini punya matahari sendiri-sendiri saking panasnya. Suara-suara tentang panasnya Semarang terdengar seru namun terkadang juga haru, terutama bagi mereka yang baru merantau atau tinggal di sini. Padahal, jika mau jujur dan realistis, masih ada kota lain yang jauh lebih panas dibanding Semarang. Menghadapi cuaca dan kondisi ekonomi saat ini memang perlu strategi; tetap kreatif tanpa harus membuat diri sendiri burnout atau kelelahan. Tema Besar: Perempuan Berdaya Jika melihat cover yang kami sematkan di halaman ini, tebakanmu benar bahwa tema ...

Gumuk Reco Sepakung, Ayunan yang Mendebarkan


Setelah mendapatkan suguhan pemandangan alam yang membentang luas dari lokasi ketinggian yang dinamakan Helipad, tujuan berikutnya dan terkahir dalam program One Day Tour Bersama Bloger Milenial adalah Gumuk Reco.

Bila dalam perjalanan sebelumnya kami menggunakan dua kendaraan mobil pikup, maka perjalanan menuju Gumuk Reco hanya menggunakan satu mobil.

Cuaca hari itu, November 2018, sedang tidak bersahabat. Cerah yang menemani berganti gerimis yang membuat jari jemari terpaksa bergerak melindungi diri. Spanduk yang dibawa untuk berfoto menjadi tameng semua orang di atas mobil, melindungi diri dari hujan yang jatuh ke tubuh.

Jalan yang berkelok-kelok

Kami pikir menuju lokasi Gumuk Reco sudah aman dari jalanan yang berkelok-kelok, tapi malah lebih menaikkan tensi. Penyuka spot yang mampu menaikkan adrenalin, pasti sangat senang dengan lokasi seperti ini.

Jalanan yang lebarnya tidak seberapa terkadang harus bergantian dengan kendaraan yang berlawanan. Kanan kiri jalan terkadang hutan dan terkadang pemandangan indah. Kami lupa bahwa ini berada diketinggian, merasakan keindahan tapi juga merasakan kekengerian.

Harga tiket masuk


Akhirnya tiba juga di lokasi. Sebuah pemandangan gapura tempat masuk yang cukup unik dibuat agar menarik perhatian. Para pemuja selfie, pasti tidak akan membiarkan spot bagus ini dibiarkan begitu saja.



Pengunjung yang datang ke sini, dikenakan tiketing dengan harga 5 ribu rupiah. Ini baru harga masuk. Beberapa wahana yang disediakan, seperti ayunan langit akan dikenakan biaya lagi.

Menikmati beragam area seru

Beberapa wahana yang disediakan membuat tempat wisata ini sangat instagramable sekali. Ada yang berbayar maupun tidak. Tinggal pilih, mau yang mana.





Tapi jangan coba-coba melakukan hal bodoh di sini. Alasan dibalik nama Gumuk Reco adalah batu ini yang diberi label dilarang naik batu. Gumuk Reco yang berarti 'Bukit Arca' konon merupakan peninggalan Kerajaan Majapahit yang belum selesai dipahat menjadi arca. Dan tentu dikeramatkan.

Ayunan langit yang mendebarkan

Salah satu rekan bloger ada yang mencoba ayunan langit. Sepertinya menakutkan bila melihat arah ayunan yang terpapar pemandangan. Kami tidak berpikir sejauh mana pengaman yang disematkan pada peserta yang naik. Nyatanya aman saja.



Teriakan rekan kami tersebut membuat yang lain tidak dapat menahan tawa. Bila dipikir baik-baik, ia pasti menderita karena dorongan dari orang yang mengurusin wahana ayunan. Dan fix, kami tidak ikutan karena tidak berani meski sangat seru.

Toilet dan gazebo


Di sini kalau tidak beruntung, tidak akan dapat sinyal untuk mengupdate media sosial. Pihak wisata sepertinya menemukan solusi tersebut dengan menyediakan akses Wifi yang terpasang di Gazebo.

Toilet yang tersedia tidak banyak, tapi ada. Lumayan bersih saat kami mencobanya. Lokasi dengan ketinggian seperti di sini hawanya dingin banget. Ditambah hujan, pas deh buat sering-sering ke toilet. Tenang, gratis.

Segelas kopi hangat dikala hujan

Hujan yang turun mendadak dan sangat deras membuat aktivitas kami berhenti sejenak. Semua peserta berlindung pada gazebo yang tersedia. Meski pada akhirnya air hujan tetap masuk, saking derasnya.


Hujan yang turun cukup lama juga menyita waktu. Kami pikir segelas kopi hangat yang ada pada warung-warung kecil disekitar lokasi bisa membuat perasaan nyaman.

Kami berlari menerjang hujan hanya untuk segelas kopi dan pop mie. Namun beberapa menit setelah pop mie kami dihidangkan, teman-teman bloger sudah mau balik. Duh, terpaksa dibawa.

Alamat Gumuk Reco

Waktu kemari, kami bersama rombongan bloger, dinas Pariwisata Kabupaten Semarang dan pegiat wisata Desa Sepakung atau Pokdarwis. Bersama mereka tentu lebih menyenangkan ketimbang sendiri atau sedikit orang.

Gumuk Reco masih dalam area Desa Sepakung atau tepatnya di Dusun Kenongo, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah.


...

Ini adalah akhir perjalanan kami bersama para bloger yang turut mensukseskan program dari Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang. Semua destinasi yang kami kunjungi, mulai dari Candi Gedong Songo, Helipad Sepakung dan Gumuk Reco didatangi hanya satu hari.

Memang dilema soal keterbatasan waktu untuk menjelajah tiap lokasi. Meski begitu, kami cukup puas. Apalagi ini yang pertama kali dan kami sangat berterima kasih sekali atas semua dukungan dan bantuannya.

Semoga lain kesempatan, kami kembali diajak melihat destinasi lainnya.

Artikel terkait :
Informasi Kerjasama
Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap

Comments

Popular posts from this blog

☕ Mencicipi Coco Latte: Saat Hydro Coco dan Anomali Coffee "Salaman" di Pelataran MAJT

📌 Agenda Kota Semarang Bulan April 2026

🏥 Menjelajahi Lantai 3 Cardea Semarang: Zona 'Recovery' yang Naik Kelas

♻️ Jangan Dibuang! Jejak Karbon di Balik Kotak Nasi Buka Puasa Masjid Agung Jawa Tengah

📱 Dilema Android Lawas di Tahun 2026: Mengapa Versi OS Kini Lebih Penting daripada Sekadar Merek Hape