Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Juni 2026

Image
Bulan Juni 2026 kali ini terasa jauh lebih spesial bagi kami. Istimewanya, awal bulan ini jatuh pada hari Senin yang langsung disambut dengan tanggal merah memperingati Hari Lahir Pancasila. Sebuah awal minggu yang tenang sebelum kita kembali bersiap meramaikan berbagai aktivitas di sudut-sudut Kota Atlas. Namun, bukan hanya libur awal bulan yang membuat Juni ini berbeda. Tepat pada tanggal 10 Juni nanti, kita semua akan memperingati Hari Media Sosial. Sebuah momentum yang rasanya sangat lekat dengan keseharian kita saat ini, tak terkecuali bagi masyarakat yang tumbuh, bekerja, dan menetap di Kota Semarang. Oleh karena itu, tema besar yang kami bawa untuk mengantar daftar agenda bulan ini adalah refleksi seputar dunia media sosial lokal. Lompatan Lanskap Digital di Kota Semarang Jika menengok ke belakang dan melakukan kilas balik, lanskap digital di kota ini sudah melompat sangat jauh. Media sosial di Semarang bukan lagi sekadar ruang pamer aktivitas pribadi, tempat pamer foto estetik,...

Perbedaan Sate Ayam Blora dengan Sate Lainnya, Ada Kuah Opornya!


Ciri khas Sate Blora ini tentu menjadi kekayaan kuliner tersendiri bagi bangsa Indonesia. Apakah kami saja yang baru pertama kali mengetahui bahwa Sate ayam di Blora disajikan dengan kuah opor?

Ini adalah pengalaman berharga kami di luar Semarang saat berkunjung ke Kabupaten Blora dalam lanjutan perjalanan kami mengikuti rombongan peserta International Gamelan Festival 2018 (IGF).

Sebuah acara penyambutan dengan sajian ala pesta rakyat dipersembahkan pemerintah setempat. Salah satu kuliner yang disajikan adalah Sate Ayam Blora.

Pake kuah

Jika selama ini kamu menikmati sate ayam dengan bumbu biasanya seperti kami, maka selamat, kamu termasuk orang yang baru tahu seperti kami.


Sate ayam Blora disajikan dengan cara yang berbeda dari sate kebanyakan. Daging ayam pada sate sebelum dibakar rupanya sudah dibumbui dengan bawang putih, gula merah dan ketumbar.

Bumbu kacangnya mirip bumbu gado-gado yang biasa kami lihat. Cara menikmatinya bisa bersama nasi atau lontong yang kemudian ditaburin bawang goreng.

Yang spesial sebelum disajikan kepada kami sebelum disantap adalah siraman kuah opor pada hidangan. Wah, kami benar-benar terkesima karena ini yang pertama kali.

Kuah opor dengan cita rasa gurih yang hanya menggunakan santan sedikit saat disantap terasa manis yang berasal dari gula dan ketumbar yang dibakar kemudian dicocol dengan saus kacang yang nikmat.

Kami sendiri habis dua piring. Sudah tidak bisa ditambah lagi karena kegiatan kami bukan untuk berwisata sebenarnya. Ya, ini benar-benar nikmat. Terutama pengalamannya.

...

Tentu saja kuliner Blora masih banyak lagi, namun kami hanya bicara sesuai pengalaman saja. Itu artinya yang kami rasakan itu yang kami bawa ke blog ini.

Dalam kegiatan yang dilaksanakan di Loko Wisata Cepu ini, Rabu (15/8), rombongan peserta IGF juga disambut dengan seni budaya bernama Tayuban. Postingan berikutnya, kami akan sedikit membahas Tayuban yang berasal dari kata Tayub.

Artikel terkait :
Informasi Kerjasama
Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap

Comments

Popular posts from this blog

📱 Hari Media Sosial 2026: Antara FOMO Mal 23 & Gramedia Jalma, Serta Gagapnya Manajemen Krisis Digital

⚽️ Berburu Lokasi Nobar Resmi Piala Dunia 2026 di Kota Semarang: Siasat Hotel "Ganti Baju" hingga Markas Instansi

🏃‍♂️ Catatan Hari Kedua The Spark of Healthy Life 2026: Mengulas Cedera Olahraga Bersama Para Ahli

🎡 Agenda Jateng Fair 2026: Kembali Hadir 10 Hari dengan Tiket Masuk Gratis, Apa yang Baru?

🚲 Gowes ke Mal 23 Semarang: Di Mana Tempat Parkir Sepedanya?