Bulan Juni 2026 kali ini terasa jauh lebih spesial bagi kami. Istimewanya, awal bulan ini jatuh pada hari Senin yang langsung disambut dengan tanggal merah memperingati Hari Lahir Pancasila. Sebuah awal minggu yang tenang sebelum kita kembali bersiap meramaikan berbagai aktivitas di sudut-sudut Kota Atlas. Namun, bukan hanya libur awal bulan yang membuat Juni ini berbeda. Tepat pada tanggal 10 Juni nanti, kita semua akan memperingati Hari Media Sosial. Sebuah momentum yang rasanya sangat lekat dengan keseharian kita saat ini, tak terkecuali bagi masyarakat yang tumbuh, bekerja, dan menetap di Kota Semarang. Oleh karena itu, tema besar yang kami bawa untuk mengantar daftar agenda bulan ini adalah refleksi seputar dunia media sosial lokal. Lompatan Lanskap Digital di Kota Semarang Jika menengok ke belakang dan melakukan kilas balik, lanskap digital di kota ini sudah melompat sangat jauh. Media sosial di Semarang bukan lagi sekadar ruang pamer aktivitas pribadi, tempat pamer foto estetik,...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Gandeng Doraemon dan Nobita, Seperti Apa Jateng Fair 2018 mengemasnya?
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Usai sudah perhelatan acara Jateng Fair 2018 yang berlangsung selama 24 hari ini (17 Agustus - 9 September). Yang menarik dari acara tahunan ini adalah kehadiran Doraemon dan Nobita. Siapa tidak mengenal kedua tokoh kartun ini yang langsung didatangkan dari Jepang?
Dua tokoh dalam bentuk karakter boneka ini dipilih untuk digandeng dengan harapan bahwa ini langkah awal menarik perhatian brand Internasional di masa depan.
Ini berarti Jateng fair 2019 bakal ada lagi brand Internasional yang didatangkan. Menarik untuk ditunggu gebrakan yang dilakukan pihak Jateng Fair.
Doraemon Show
Untuk memanfaatkan kehadiran Doraemon dan Nobita ini, pihak Jateng Fair mengadakan semacam pertunjukkan yang dinamakan Doraemon Show dengan rentang waktu sore hari dari jam 4 sore hingga jam 8 malam.
Penempatannya sendiri ditaruh di gedung Merapi. Di sana banyak sekali produk-produk yang dihadirkan dengan kemasan Doraemon dan Nobita. Beberapa stan brand lokal, pelayanan, elektronik, hingga kampus berada di gedung ini juga.
Nuansa Doraemon sudah dapat dilihat dari depan sebelum pintu masuk gedung. Kalau datang tidak sesuai jadwal, maka pengunjung tidak akan bertemu Doraemon dan Nobita.
Meski begitu, pernak-pernik khusus yang ditaruh di sana yang dijual, dapat mengobati kekecewaan pengunjung yang memiliki anak-anak atau orang dewasa yang ngefans dengan dua tokoh karakter ini.
Berikut kami rangkum dalam bentuk video berdurasi kurang dari 2 menit dari kanal Youtube kami yang memperlihatkan suasana dan penampilan Doraemon Show.
Target meleset
Sayangnya, saat mengetikkan Jateng Fair 2018 di Google, harapan untuk menarik kunjungan masyarakat yang ditargetkan 500 ribu rupanya meleset. Tahun ini, Jateng Fair 2018 hanya tercatat 200 ribu kunjungan.
Perhatian masyarakat terhadap perhelatan olahraga Internasional, Asian Games 2018, disebut sebagai salah satu dampak kurangnya perhatian.
Apakah ini berarti kehadiran Doraemon dan Nobita kali ini yang pertama belum sesuai harapan untuk menarik perhatian?
Refensi :
semarang.solopos.com
suaramerdeka.com
..
Kami baru tahu bahwa ada kesenjangan untuk jam kunjungan wisatawan selama penyelenggaraan Jateng Fair. Maka hadirnya Doraemon dan Nobita dapat menghilangkan anggapan tersebut.
Seperti yang dikatakan Direktur PT PRPP Jateng, Titah Listiorini, mengutip semarang.solopos.com (4/7),
“Selama ini ada anggapan bahwa Jateng Fair hanya diisi hiburan untuk orang dewasa, melalui panggung hiburan yang diisi artis-artis ibu kota. Maka itu, kami hadirkan Doraemon Show supaya menarik minat anak-anak atau keluarga untuk datang ke Jateng Fair”.
Selamat Hari Media Sosial, warga Semarang! Tidak terasa, setiap tanggal 10 Juni kita kembali diingatkan bagaimana platform digital telah mengubah cara kita menjalani hidup sehari-hari. Bagi kita yang menetap dan tumbuh di Kota Semarang, media sosial bukan lagi sekadar ruang pamer foto estetik, melainkan penggerak utama dari langkah kaki kita di sudut-sudut Kota Atlas. Mengingat momen ini, kami mendadak teringat dengan tulisan kami tepat setahun yang lalu ( Hari Media Sosial 2025: Mal Semarang Jago Main IG ). Saat itu, kami memberikan apresiasi tinggi kepada tim kreatif dan admin mal di Semarang yang makin jempolan mengelola Instagram. Mereka sukses mengubah akun mal menjadi pusat agenda kota yang interaktif, estetik, dan sangat fast response . Kami bahkan menyarankan pentingnya dorongan konten dan strategi digital untuk meramaikan tempat yang sepi. Setahun berselang, di bulan Juni 2026, lanskapnya ternyata sudah melompat jauh lebih ekstrem. Bukan lagi sekadar jago membuat konten agenda...
Piala Dunia 2026 tinggal hitungan jam saat kami menulis halaman ini. Benar-benar sebuah ketidaksengajaan yang berujung jadi konten. Gara-gara sedang berselancar di Instagram dan menemukan unggahan dari akun resmi TVRI Jawa Tengah yang membagikan daftar lokasi nonton bareng (nobar) resmi, kami langsung tergerak untuk membawanya ke blog. Lagi-lagi ini menjadi ide dadakan. Entah kenapa ingatan kami langsung terlempar pada bulan Februari kemarin, saat kami sedang bersepeda santai menuju Car Free Day (CFD) Simpang Lima. Waktu itu, kami sempat berpapasan dengan kampanye promosi berbau Piala Dunia 2026 . Aktor di balik layarnya ternyata masih sama: TVRI Jawa Tengah, sang pemegang hak siar resmi lewat program global mereka yang bertajuk "Bola Gembira" . Karena gelaran sepak bola terakbar ini hanya datang empat tahun sekali, kami pikir tidak ada salahnya ikut memeriahkan euforianya lewat coretan di blog. Apalagi aturan hak siar dan izin nobar sekarang semakin ketat. Membagikan tempat...
Setiap kali melintas dan memotret megahnya bangunan SMC RS Telogorejo Semarang dari luar, terselip tanya dalam hati: kapan ya ada kesempatan untuk menengok bagian dalamnya? Maklum, jika tidak ada kepentingan medis yang mendesak, tentu rasanya canggung untuk sekadar berkunjung. Pucuk dicinta ulam pun tiba. Sebuah momentum menarik datang bersamaan dengan digelarnya sebuah acara yang materinya sangat bersinggungan dengan aktivitas olahraga yang rutin kami geluti. Semesta seakan merestui rasa penasaran kami. Pihak rumah sakit menggelar hajatan besar bertajuk The Spark of Healthy Life: 3 in 1 Mega Seminar & Talkshow 2026 . Begitu pendaftaran dibuka melalui akun Instagram resmi @rs.telogorejo, kami langsung mendaftarkan diri. Beruntung, nama kami lolos kurasi untuk hadir pada hari kedua, Jumat, 22 Mei 2026, yang bertempat di Auditorium Lantai 3 Gedung Cattleya. Namun, tantangan langsung menghadang tepat di hari H. Hujan deras mendadak mengguyur Kota Semarang, memaksa kami untuk menerjang...
Pertengahan tahun di Kota Semarang rasanya belum lengkap kalau belum membahas kompleks PRPP Jawa Tengah di kawasan Anjasmoro. Ya, gelaran pesta rakyat terbesar di Jawa Tengah, Jateng Fair 2026, sudah resmi masuk dalam radar agenda kota bulan ini. Bagi kamu yang sudah mulai mencari tahu kapan event ini dimulai, catat tanggalnya: Jateng Fair 2026 akan berlangsung selama 10 hari, mulai dari tanggal 26 Juni hingga 5 Juli 2026. Format durasi yang lebih padat ini tampaknya kembali dipertahankan oleh pihak penyelenggara, PT PRPP Jawa Tengah. Sama seperti tahun lalu, kebijakan tiket masuk gratis juga kembali diterapkan untuk menarik antusiasme masyarakat secara massal ke area pameran . Namun, perlu dicatat ya! Gratis di sini hanya berlaku untuk memasuki area kompleks pameran dan stan Jateng Fair saja. Bagi kamu yang mengincar keseruan panggung hiburan musiknya, tetap diwajibkan mengantongi tiket masuk berbayar. Dengan target yang dipatok hingga 300 ribu pengunjung, apakah Jateng Fair t...
Setelah euforia hari pertama soft opening berlalu, kami penasaran untuk menjajal nekat bersepeda menuju kawasan POJ City. Tujuannya apalagi kalau bukan melihat langsung mal yang digadang-gadang terbesar di Jawa Tengah, Mal 23 Semarang . Tantangannya tentu lebih seru kali ini karena kami datang dengan cara gowes. Siapa sangka pada Minggu pagi, 24 Mei 2026, kami benar-benar melakukannya. Meski ini bukan kali pertama kami bersepeda ke arah pesisir, tetap saja semangat dan antusiasmenya terasa berbeda karena ada magnet baru di sana. Jika biasanya rute Minggu pagi dihabiskan ke CFD Simpang Lima, kali ini kemudi sepeda kami arahkan menuju kawasan Marina. Jaraknya dari pusat kota sendiri berkisar sekitar 8,7 km. Di media sosial, pembicaraan tentang 23 Semarang Shopping Center memang luar biasa masif. Tidak heran begitu kami tiba di lokasi, suasananya persis seperti yang dibayangkan: ramai dan penuh antusiasme. Beberapa waktu belakangan, tren FOMO (Fear of Missing Out) di Kota Semarang memang...
Comments
Post a Comment