Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Juni 2026

Image
Bulan Juni 2026 kali ini terasa jauh lebih spesial bagi kami. Istimewanya, awal bulan ini jatuh pada hari Senin yang langsung disambut dengan tanggal merah memperingati Hari Lahir Pancasila. Sebuah awal minggu yang tenang sebelum kita kembali bersiap meramaikan berbagai aktivitas di sudut-sudut Kota Atlas. Namun, bukan hanya libur awal bulan yang membuat Juni ini berbeda. Tepat pada tanggal 10 Juni nanti, kita semua akan memperingati Hari Media Sosial. Sebuah momentum yang rasanya sangat lekat dengan keseharian kita saat ini, tak terkecuali bagi masyarakat yang tumbuh, bekerja, dan menetap di Kota Semarang. Oleh karena itu, tema besar yang kami bawa untuk mengantar daftar agenda bulan ini adalah refleksi seputar dunia media sosial lokal. Lompatan Lanskap Digital di Kota Semarang Jika menengok ke belakang dan melakukan kilas balik, lanskap digital di kota ini sudah melompat sangat jauh. Media sosial di Semarang bukan lagi sekadar ruang pamer aktivitas pribadi, tempat pamer foto estetik,...

🥛 Lama Tak Menyapa Boyolali: Dari Segarnya Tlatar ke Kelas Cerdas Digital XLSMART

Sudah cukup lama sejak terakhir kali kami menyematkan label 'Boyolali' di blog ini. Ingatan terakhir kami tentang Kota Susu ini masih tertuju pada sejuknya Ekowisata Taman Air Tlatar yang kami kunjungi pertengahan 2024 lalu. Ternyata, butuh waktu hampir dua tahun bagi kami untuk kembali mengulas cerita dari sana, meski kali ini sudut pandangnya bukan tentang wisata, melainkan tentang masa depan digital anak mudanya.

Baru-baru ini, sebuah informasi datang ke grup media Semarang yang kami ikuti mengenai langkah baru XLSMART (entitas baru hasil integrasi XL Axiata dan Smartfren). Bertepatan dengan momentum Hari Pendidikan Nasional 2026, mereka menggelar Workshop Kelas Cerdas Digital di Boyolali. Menariknya, program ini membawa semangat "Teman Pintar"—sebuah inisiatif yang dulunya sangat lekat dengan komunitas Smartfren—yang kini jangkauannya terasa lebih luas dan masif pasca-merger.

Bukan Sekadar Akses, Tapi Soal Kompetensi

Bagi kami yang sudah belasan tahun berkecimpung di dunia konten, poin yang disampaikan Merza Fachys (Direktur & Chief Regulatory Officer XLSMART) terasa sangat realistis. Beliau menekankan bahwa kesenjangan digital sekarang bukan lagi soal ketersediaan jaringan semata, tetapi bagaimana akses tersebut dikonversi menjadi kompetensi, kreativitas, dan produktivitas.

Di Boyolali sendiri, program ini melibatkan sekitar 100 siswa dari lima sekolah, yaitu SMAN 1 Boyolali, SMKN 1 Boyolali, SMKN 1 Banyudono, SMK Muhammadiyah 4 Boyolali, dan SMK Ganesha Tama Boyolali. Para siswa tidak hanya menerima materi, tetapi langsung memproduksi dan mempublikasikan konten kreatif berbasis potensi lokal. Pendekatan hands-on learning seperti ini yang kami rasa sangat efektif untuk mendorong anak muda daerah mengangkat keunikan tempat tinggalnya sendiri.

Warisan Smartfren yang "Naik Kelas"

Secara nasional, program Kelas Cerdas Digital (KCD) ini telah menjangkau lebih dari 50 kota/kabupaten dengan total peserta mencapai 25.640 siswa. Angka ini menunjukkan komitmen yang cukup masif dalam membangun talenta digital Indonesia.

XLSMART mengintegrasikan dua pendekatan utama:

  1. Gerakan Donasi Kuota (GDK): Perluasan akses internet ke 50 sekolah di seluruh Indonesia.

  2. Kelas Cerdas Digital: Penguatan kapabilitas melalui empat pilar (Digital Skills, Ethics, Safety, dan Culture).

Di Boyolali, lima sekolah yang terlibat juga menerima bantuan kuota secara simbolis, menyusul delapan sekolah lain yang sudah menerimanya saat perayaan ulang tahun pertama XLSMART di ICE BSD bulan April lalu.

Harapan untuk Kreator Lokal

Melihat antusiasme peserta seperti Nova Damayanti dari SMKN 1 Boyolali yang merasa wawasannya terbuka tentang teknologi konten, kami merasa optimis. Kita butuh lebih banyak kreator dari daerah yang memiliki keterampilan mumpuni agar narasi tentang Indonesia di jagat digital semakin beragam.

Langkah XLSMART mempertahankan program Teman Pintar adalah keputusan strategis yang patut diapresiasi. Ini membuktikan bahwa integrasi perusahaan besar tetap bisa menjaga kedekatan dengan komunitas yang sudah terbangun kuat sebelumnya.

Semoga setelah ini, bukan hanya Boyolali yang semakin "cerdas digital", tapi kota-kota penyangga lainnya di Jawa Tengah juga mendapatkan giliran serupa. Dan tentu saja, kami berharap tidak perlu menunggu dua tahun lagi untuk kembali menuliskan progres positif dari Kota Susu ini.

📝 Dokumentasi: XLSMART.

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

📱 Hari Media Sosial 2026: Antara FOMO Mal 23 & Gramedia Jalma, Serta Gagapnya Manajemen Krisis Digital

⚽️ Berburu Lokasi Nobar Resmi Piala Dunia 2026 di Kota Semarang: Siasat Hotel "Ganti Baju" hingga Markas Instansi

🏃‍♂️ Catatan Hari Kedua The Spark of Healthy Life 2026: Mengulas Cedera Olahraga Bersama Para Ahli

🎡 Agenda Jateng Fair 2026: Kembali Hadir 10 Hari dengan Tiket Masuk Gratis, Apa yang Baru?

🚲 Gowes ke Mal 23 Semarang: Di Mana Tempat Parkir Sepedanya?