Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Juni 2026

Image
Bulan Juni 2026 kali ini terasa jauh lebih spesial bagi kami. Istimewanya, awal bulan ini jatuh pada hari Senin yang langsung disambut dengan tanggal merah memperingati Hari Lahir Pancasila. Sebuah awal minggu yang tenang sebelum kita kembali bersiap meramaikan berbagai aktivitas di sudut-sudut Kota Atlas. Namun, bukan hanya libur awal bulan yang membuat Juni ini berbeda. Tepat pada tanggal 10 Juni nanti, kita semua akan memperingati Hari Media Sosial. Sebuah momentum yang rasanya sangat lekat dengan keseharian kita saat ini, tak terkecuali bagi masyarakat yang tumbuh, bekerja, dan menetap di Kota Semarang. Oleh karena itu, tema besar yang kami bawa untuk mengantar daftar agenda bulan ini adalah refleksi seputar dunia media sosial lokal. Lompatan Lanskap Digital di Kota Semarang Jika menengok ke belakang dan melakukan kilas balik, lanskap digital di kota ini sudah melompat sangat jauh. Media sosial di Semarang bukan lagi sekadar ruang pamer aktivitas pribadi, tempat pamer foto estetik,...

Bandara Ahmad Yani Semarang Sekarang Statusnya Domestik, Bukan Internasional Lagi

Informasinya sebenarnya sudah beredar sejak bulan Mei kemarin. Kami hanya belum menuliskannya saja di blog. Meski disayangkan sekali, mau gimana lagi jika sudah diputuskan begitu. Padahal bandara Semarang sudah sangat bagus ketimbang dulu.

Kebenaran nih sedang lagi di bandara, Minggu kemarin (11/8). Sambil nunggu kerabat datang, kami cari info tentang informasi yang sebenarnya sudah basi kalau ditulis sekarang. Mumpung, dan apalagi dekat meja informasi di dalam bandaranya. Langsung tanya sama mbak-mbak yang jaga di meja.

Bandara Semarang berstatus domestik

Bandara Semarang tidak sendiri sebenarnya saat Menteri Perhubungan Republik Indonesia mengeluarkan keputusan terbarunya dengan Nomor KM 31 Tahun 2024. 

Tentu penurunan level dari internasional ke lokal ada penyebabnya. Salah satunya yang kami baca dari beberapa media online adalah tidak adanya lagi maskapai yang mengajukan rute penerbangan internasional. Ibaratnya penumpangnya juga tidak ada.

Dampaknya buat masyarakat yang ingin bepergian ke luar negeri melalui bandara Semarang harus transit ke bandara berstatus internasional. Contohnya transit dulu ke Jakarta atau Jogja atau juga Surabaya.

Pariwisata

Gembar-gembor wisata Semarang yang terus dipromosikan selama ini tanpa sadar jadi pukulan tersendiri, mengingat beberapa acara sampai ada yang dilabelin internasional demi menarik perhatian turis datang ke Kota Semarang.

Memang sih, wisatawan lokal lebih dominan yang datang ke Kota Semarang mengambil kutipan wawancara dari Wali Kota Semarang. Ya, tetap saja berpengaruh ke depannya terutama konsep promosi.

Turis-turis tetap bisa datang ke Semarang lewat jalur darat atau laut. Entah itu naik kereta api atau transit pesawat atau juga kapal yang sering dipromosikan Disporapar Jateng tiap wisman datang ke Jawa Tengah.

Karena tidak bisa langsung datang lewat bandara Semarang, tentu ini jadi pekerjaan rumah bagi pegiat wisata Kota Semarang. Promosi acaranya harus lebih besar dan banyak lagi agar mereka (wisman) tertarik untuk datang.

...

Yasudahlah, setidaknya informasi ini bisa jadi referensi kami ke depan dan juga sebagai catatan. Meski tidak berdampak besar juga kepada kami.

Nasibnya malah seperti kami, pemilik blog. Yang levelnya turun karena dianggap kurang atau apa lah dengan kondisi sekarang. Kami harap statusnya bisa kembali.

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

📱 Hari Media Sosial 2026: Antara FOMO Mal 23 & Gramedia Jalma, Serta Gagapnya Manajemen Krisis Digital

⚽️ Berburu Lokasi Nobar Resmi Piala Dunia 2026 di Kota Semarang: Siasat Hotel "Ganti Baju" hingga Markas Instansi

🏃‍♂️ Catatan Hari Kedua The Spark of Healthy Life 2026: Mengulas Cedera Olahraga Bersama Para Ahli

🎡 Agenda Jateng Fair 2026: Kembali Hadir 10 Hari dengan Tiket Masuk Gratis, Apa yang Baru?

🚲 Gowes ke Mal 23 Semarang: Di Mana Tempat Parkir Sepedanya?