Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Juni 2026

Image
Bulan Juni 2026 kali ini terasa jauh lebih spesial bagi kami. Istimewanya, awal bulan ini jatuh pada hari Senin yang langsung disambut dengan tanggal merah memperingati Hari Lahir Pancasila. Sebuah awal minggu yang tenang sebelum kita kembali bersiap meramaikan berbagai aktivitas di sudut-sudut Kota Atlas. Namun, bukan hanya libur awal bulan yang membuat Juni ini berbeda. Tepat pada tanggal 10 Juni nanti, kita semua akan memperingati Hari Media Sosial. Sebuah momentum yang rasanya sangat lekat dengan keseharian kita saat ini, tak terkecuali bagi masyarakat yang tumbuh, bekerja, dan menetap di Kota Semarang. Oleh karena itu, tema besar yang kami bawa untuk mengantar daftar agenda bulan ini adalah refleksi seputar dunia media sosial lokal. Lompatan Lanskap Digital di Kota Semarang Jika menengok ke belakang dan melakukan kilas balik, lanskap digital di kota ini sudah melompat sangat jauh. Media sosial di Semarang bukan lagi sekadar ruang pamer aktivitas pribadi, tempat pamer foto estetik,...

Jejak Digital, Kematian dan Privasi

Sebuah bacaan menarik dan mendalam yang kami temukan dari artikel berlangganan yang dikirim Pocket ke kotak email kami ini membuat kami akhirnya membawanya ke blog dotsemarang. Karena berbahasa Inggris, agak sedikit sulit kami memahami meski maksudnya kami mengerti. Tertarik membacanya?

3 minggu lalu, artikel ini kami terima. Dalam email tersebut ada banyak artikel, salah satunya yang sedang dibahas di sini yang berjudul 'The Real Battle for Data Privacy Begins When You Die'. Oh ya, artikel aslinya ada paling bawah nanti.

Nasib jejak digital 

Dalam artikel yang sumber aslinya berasal dari bloomberg tersebut, pembaca disuguhkan sebuah masalah yang terjadi saat seseorang telah meninggal dan nasib jejak digitalnya di internet yang masih ada. Lalu, apa yang bisa dilakukan oleh pihak keluarga yang ditinggalkan.

Apalagi era sekarang, sebagian besar orang-orang aktif di banyak platform. Saat meninggal, bagaimana data kita akan dikelola. Apakah perusahaan media sosial semacam Facebook akan menutupnya atau malah memanfaatkannya?

Jika dalam kehidupan nyata ada ritual dan adat istiadat untuk menangani jenazah orang secara fisik, lalu bagaimana dengan jenazah secara digital? 

Pertanyaan tersebut menarik, apalagi dalam artikel tersebut disodorkan sebuah kasus yang terjadi pada tahun 2012 di mana seorang gadis berusias 15 tahun meninggal. 

Keluarganya yang berduka meminta Facebook untuk menyerahkan pesan pribadinya dengan harapan dapat dipahami apakah kematiannya karena bunuh diri atau kecelakaan. 

Tentu, Facebook menolak. Menurut kebijakan perusahaan (FB) saat itu, tidak ada seorang pun yang dapat mengakses akun memorial, bahkan dengan kata sandi.

Buku 'The Afterlife of Data

Masalah ini rupanya diambil dari sebuah buku yang ditulis oleh Carl Ohman, asisten profesor ilmu politik dari salah satu universitas di Swedia.

Buku yang diterbitkan pada bulan April kemarin mengupas masalah ini tentang apakah bisa perusahaan bertanggung jawab terhadap data seseorang setelah meninggal.

Apakah perusahaan mungkin akan memonetisasi profil yang sudah meninggal hingga menjual data mereka. Atau bahkan sekadar membuangnya karena alasan menghemat ruang server.

Kami menulis ini tidak bermaksud mempromosikan buku tersebut. Kami lebih tertarik dari maksud artikel yang dibahas saja.

Pertarungan sebenarnya

Ini sungguh jadi pemikiran yang mendalam buat kami juga. Apa yang terjadi dengan karya-karya kami yang ada di blog maupun media sosial. Terutama akun pribadi, ada banyak privasi yang harus dilindungi.

Memang sudah banyak tips dan saran bagaimana cara menghapus jejak digital kita di internet, namun entah kenapa gara-gara membaca artikel ini jadi lebih memikirkannya lagi.

Apakah pertarungan sebenarnya memang akan terjadi usai pengguna meninggal? Bagaimana nasib keluarganya yang mereka cintai. Apakah akan jadi hantu digital di awan? Yakin tidak dieksploitasi?

...

Setelah beberapa minggu kami abaikan, akhirnya kami kembali membacanya. Kami sengaja membatalkan artikel lainnya untuk membawa artikel ini untuk diposting hari ini.

jika halaman ini kurang kamu pahami atau maksudnya tidak kamu temui, kamu bisa baca artikel aslinya di sini. Terutama kamu yang fasih berbahasa Inggris, artikel aslinya tentu akan lebih mudah dipahami lagi.

Kami harap postingan ini berguna dan sebagai renungan bersama.

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

📱 Hari Media Sosial 2026: Antara FOMO Mal 23 & Gramedia Jalma, Serta Gagapnya Manajemen Krisis Digital

🏃‍♂️ Catatan Hari Kedua The Spark of Healthy Life 2026: Mengulas Cedera Olahraga Bersama Para Ahli

⚽️ Berburu Lokasi Nobar Resmi Piala Dunia 2026 di Kota Semarang: Siasat Hotel "Ganti Baju" hingga Markas Instansi

🎡 Agenda Jateng Fair 2026: Kembali Hadir 10 Hari dengan Tiket Masuk Gratis, Apa yang Baru?

🚲 Gowes ke Mal 23 Semarang: Di Mana Tempat Parkir Sepedanya?