Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Juni 2026

Image
Bulan Juni 2026 kali ini terasa jauh lebih spesial bagi kami. Istimewanya, awal bulan ini jatuh pada hari Senin yang langsung disambut dengan tanggal merah memperingati Hari Lahir Pancasila. Sebuah awal minggu yang tenang sebelum kita kembali bersiap meramaikan berbagai aktivitas di sudut-sudut Kota Atlas. Namun, bukan hanya libur awal bulan yang membuat Juni ini berbeda. Tepat pada tanggal 10 Juni nanti, kita semua akan memperingati Hari Media Sosial. Sebuah momentum yang rasanya sangat lekat dengan keseharian kita saat ini, tak terkecuali bagi masyarakat yang tumbuh, bekerja, dan menetap di Kota Semarang. Oleh karena itu, tema besar yang kami bawa untuk mengantar daftar agenda bulan ini adalah refleksi seputar dunia media sosial lokal. Lompatan Lanskap Digital di Kota Semarang Jika menengok ke belakang dan melakukan kilas balik, lanskap digital di kota ini sudah melompat sangat jauh. Media sosial di Semarang bukan lagi sekadar ruang pamer aktivitas pribadi, tempat pamer foto estetik,...

Bebek dan Ayam Kampung Mas Budi, Bisnis Kuliner yang Terus Menggurita

Judulnya seperti media besar saja yang menerbitkan. Padahal kami kesulitan menemukannya dan baru dapat saat di jalan. Lho, ada lagi tempat makan Mas Budi saat kami melintas di jalan Brigjen Sudiarto Semarang. Banyak banget cabangnya?!

Pemberitahuan dulu! Artikel di halaman ini bukan review atau ulasan. Dan juga bukan halaman berbayar atau kerja sama. Kami hanya menyukai dan sudah beberapa kali makan di tempat Mas Budi. Semacam rekomendasi saja semisal lagi mampir ke Semarang dan bingung dengan mau makan apa hari ini.

Tahun 2019

Pertama kali makan di Bebek dan Ayam Kampung Mas Budi pada tahun 2022, yaitu di jalan Kartini. Lokasinya paling sering kami lewati dan tanpa sadar tersudgesti untuk mencoba. Ditambah, tempatnya selalu ramai. Jadi penasaran rasanya.

Seiring waktu, gerai-gerai Mas Budi terus bertambah. Seperti bisnis kedai Mixue, dan menariknya branding warnanya juga mirip. 

Karena ingin membawanya ke blog, halaman ini, kami mau nggak mau mencari referensi di google tentang latar belakang tempat makan Mas Budi.

Ternyata pemiliknya berasal dari Kota Semarang dan nama gerainya diambil dari namanya. Mengutip laman jatengpos.co.id yang diterbitkan bulan Juni 2022, gerai pertamanya dibuka pada tahun 2019 yang berada di jalan Gatot Subroto Semarang.

Prasmanan

Perjalanan bisnis tempat makan Mas Budi sangat menarik, tapi kami tidak sedang bercerita tentang itu di sini. Sudah banyak yang menulis, jadi sangat mudah dicari di google apabila kamu penasaran.

Tempat makan Mas Budi apabila tidak mencoba langsung mungkin sugestinya sama dengan tempat makan yang menghidangkan menu ayam dan bebek pada umumnya. 

Namun karena dibranding dengan tulisan prasmanan, ini yang juga bisa dikatakan ciri khas yang membedakannya dengan bisnis yang sama.

Prasmanan yang kami bayangkan seperti mengambil sendiri dan apabila ingin nambah dipersilahkan. Ternyata yang boleh untuk ditambah hanya nasi, sayur dan sambelnya. Sedangkan ikannya, seperti ayam dan bebek, itu tidak. Kamu harus bayar lagi tentunya.

Tanpa sadar, konsep ini memberi kenyamanan kepada kami atau mungkin pengunjung lainnya. Ditambah cita rasa sambel yang dihidangkan ada 3 jenis. Kami menyukai sambal tomatnya, entah kenapa dapat banget rasanya dengan lidah kami. Jika makan di sini, kami pasti nambah sambel tomatnya.

Menggurita 

Sudah 3 cabang yang kami coba dan rasanya tidak berbeda jauh. Dari ayam hingga bebek memiliki rasa yang lezat menurut versi kami. Dan yang menambah cita rasanya juga karena sambelnya. Itu kombinasi yang cocok saat lapar dan sedang nggak mood. Usai makan pasti jadi happy.

Karna cocok, entah kenapa setiap melintas di jalan dan melihat gerai Bebek dan Ayam Goreng pasti itu Mas Budi. Dan benar, bisnis tempat makan ini mirip Mixue yang tidak berhenti membuka cabang di mana-mana.

Ternyata memang sudah jadi bisnis sistem franchise. Pantesan saja tiap sudut Ibu Kota Jawa Tengah selalu terlihat gerai Mas Budi.

Entah sudah ada berapa tempat makan Mas Budi di Kota Semarang? Belasan, mungkin saja. Ditambah beberapa kota juga sudah dirambah seperti Jakarta, Cileduk, Tanggerang, Bekasi dan kota-kota lainnya yang ada di Jawa Tengah.

Ada anekdot di Kota Semarang yang selalu kami percaya tentang membangun bisnis yang apabila bisa bertahan 3 tahun, maka bisnisnya dianggap sukses dan akan mudah merambah kota-kota lain. Apakah kamu percaya itu?

...

Sebagai salah satu pelanggan dan beralih menjadi penggemar Bebek dan Ayam Kampung Mas Budi, kami bisa katakan jangan lupa coba apabila sedang berkunjung ke Kota Semarang. Kalau ada di tempat tinggalmu, itu juga perlu.

Eh, kok kami mirip relawan kemenangan calon sih. Bercanda 😅 

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

📱 Hari Media Sosial 2026: Antara FOMO Mal 23 & Gramedia Jalma, Serta Gagapnya Manajemen Krisis Digital

⚽️ Berburu Lokasi Nobar Resmi Piala Dunia 2026 di Kota Semarang: Siasat Hotel "Ganti Baju" hingga Markas Instansi

🏃‍♂️ Catatan Hari Kedua The Spark of Healthy Life 2026: Mengulas Cedera Olahraga Bersama Para Ahli

🎡 Agenda Jateng Fair 2026: Kembali Hadir 10 Hari dengan Tiket Masuk Gratis, Apa yang Baru?

🚲 Gowes ke Mal 23 Semarang: Di Mana Tempat Parkir Sepedanya?