Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Juni 2026

Image
Bulan Juni 2026 kali ini terasa jauh lebih spesial bagi kami. Istimewanya, awal bulan ini jatuh pada hari Senin yang langsung disambut dengan tanggal merah memperingati Hari Lahir Pancasila. Sebuah awal minggu yang tenang sebelum kita kembali bersiap meramaikan berbagai aktivitas di sudut-sudut Kota Atlas. Namun, bukan hanya libur awal bulan yang membuat Juni ini berbeda. Tepat pada tanggal 10 Juni nanti, kita semua akan memperingati Hari Media Sosial. Sebuah momentum yang rasanya sangat lekat dengan keseharian kita saat ini, tak terkecuali bagi masyarakat yang tumbuh, bekerja, dan menetap di Kota Semarang. Oleh karena itu, tema besar yang kami bawa untuk mengantar daftar agenda bulan ini adalah refleksi seputar dunia media sosial lokal. Lompatan Lanskap Digital di Kota Semarang Jika menengok ke belakang dan melakukan kilas balik, lanskap digital di kota ini sudah melompat sangat jauh. Media sosial di Semarang bukan lagi sekadar ruang pamer aktivitas pribadi, tempat pamer foto estetik,...

Wolbachia Teknologi yang Ramah Lingkungan

Wolbachia yang merupakan bakteri alami dan terdapat pada 50% serangga disebutkan aman untuk diterapkan. Bahkan dalam hasil analisis risiko oleh tim yang dibentuk Kemenristek dan Balitbangkes Kemenkes dalam 30 tahun risiko teknologi Wolbachia dapat diabaikan.

Halaman ini kembali melanjutkan postingan yang diterbitkan bulan Desember 2022 tentang Wingko Semarang, yaitu program pengendalian DBD di Kota Semarang.

Wolbachia jadi semacam upaya untuk menekan penyebaran DBD. Beberapa kota sudah melakukannya, dan sekarang giliran tiba di Kota Semarang. 

Apakah aman?

Beruntung slide persentasi yang dipaparkan dibagikan kepada peserta saat kami turut hadir mengikuti kegiatan workshop di bulan Desember kemarin.

Dalam slide, teknologi Wolbachia aman dan ramah lingkungan. Menambahkan referensi, kami mengutip dari halaman website kemes.go.id yang menulis bagaimana uji coba nyambuk ber-Wolbachia telah dilakukan di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul.

Hasilnya, di lokasi yang telah disebar Wolbachia terbukti mampu menekan kasus demam berdarah hingga 77 persen. Intervensi ini, lanjut Prof. Uut, jauh lebih efektif dibandingkan pemberian vaksin dengue. Dari segi pembiayaan juga diklaim lebih murah.

''Penelitian WMP Yogyakarta, sudah menghasilkan bukti bahwa di wilayah yang kita sebari nyamuk angka denguenya menurun 77,1% dan angka hospitalization karena dengue berkurang 86,1%. Intervensi ini efektivitasnya lebih bagus daripada vaksin dengue,'' Ujar Prof. Uut.

Selain efisien dan efektif, ia memastikan Wolbachia aman, gigitannya tidak akan berdampak terhadap kesehatan manusia.

...

Inovasi teknologi Wolbachia terus dikembangkan dan diusahakan menjadi program nasional untuk menekan penyebaran dengue di Indonesia.  Kota Semarang memulai programnya tahun ini.

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

📱 Hari Media Sosial 2026: Antara FOMO Mal 23 & Gramedia Jalma, Serta Gagapnya Manajemen Krisis Digital

⚽️ Berburu Lokasi Nobar Resmi Piala Dunia 2026 di Kota Semarang: Siasat Hotel "Ganti Baju" hingga Markas Instansi

🏃‍♂️ Catatan Hari Kedua The Spark of Healthy Life 2026: Mengulas Cedera Olahraga Bersama Para Ahli

🎡 Agenda Jateng Fair 2026: Kembali Hadir 10 Hari dengan Tiket Masuk Gratis, Apa yang Baru?

🚲 Gowes ke Mal 23 Semarang: Di Mana Tempat Parkir Sepedanya?