Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Juni 2026

Image
Bulan Juni 2026 kali ini terasa jauh lebih spesial bagi kami. Istimewanya, awal bulan ini jatuh pada hari Senin yang langsung disambut dengan tanggal merah memperingati Hari Lahir Pancasila. Sebuah awal minggu yang tenang sebelum kita kembali bersiap meramaikan berbagai aktivitas di sudut-sudut Kota Atlas. Namun, bukan hanya libur awal bulan yang membuat Juni ini berbeda. Tepat pada tanggal 10 Juni nanti, kita semua akan memperingati Hari Media Sosial. Sebuah momentum yang rasanya sangat lekat dengan keseharian kita saat ini, tak terkecuali bagi masyarakat yang tumbuh, bekerja, dan menetap di Kota Semarang. Oleh karena itu, tema besar yang kami bawa untuk mengantar daftar agenda bulan ini adalah refleksi seputar dunia media sosial lokal. Lompatan Lanskap Digital di Kota Semarang Jika menengok ke belakang dan melakukan kilas balik, lanskap digital di kota ini sudah melompat sangat jauh. Media sosial di Semarang bukan lagi sekadar ruang pamer aktivitas pribadi, tempat pamer foto estetik,...

Masa Depan TikTok, Menjadi Mesin Pencari yang Disukai Gen Z

Wakil Presiden Senior Google memikirkan bagaimana TikTok kedepan yang perlahan-lahan bukan lagi sekedar platform bersenang-senang atau berbagi informasi. Tapi, sebagai mesin pencari. Google harus berhati-hati untuk ini jika tidak ingin kalah bersaing.

Kami mengingat betul sebuah artikel yang membahas masa depan TikTok yang akan menjadi luar biasa. Mumpung momen akhir tahun, siapa tahu ada rencana memanfaatkan TikTok di tahun 2023.

Mesin Pencari

Sekali lagi, kami menemukan artikel menarik yang kali ini dari laman buffer.com yang dipublish tanggal 14 Desember 2022.

Di sana dibahas tentang desas-desus seputar TikTok menjadi sumber pengetahuan bagi pemirsanya. Pembuat konten dan pemilik bisnis diharapkan memperhatikan SEO TiKtok. Kapan-kapan kami bahas soal SEO TikTok.

Yang menarik tentu tentang bagaimana TikTok berinvestasi dalam memaksimalkan kebiasaan pengguna dengan fitur-fitur baru seperti pencarian yang disarankan di bagian bawah video dan di bagian komentar.

Menurut riset internal Google, saat mencari tempat makan siang, hampir 40 persen anak muda di AS (berusia 18-24) akan langsung menuju TikTok daripada Google Maps atau Search. 

Dan, meskipun postingan media sosial di TikTok, Instagram, Facebook, dan sejenisnya tidak diindeks oleh Google di masa lalu, postingan tersebut sekarang muncul di halaman hasil mesin pencari – atau SERP.

Bersiap menjadi bagian mesin pencari

Bila rencana besar TikTok ini akan terealisasi, atau malah sudah, tentu kita bisa memanfaatkannya dari sekarang. Mirip-mirip dengan konsep Google Local Guide.

Membuat video di tempat makan, nongkrong, kopi dan lainnya. Lalu, dengan sendirinya akan terindeks saat dicari. Pemilik bisnis harus memanfaatkan betul bagaimana TikTok bekerja layaknya google business.

Bagi pembuat konten, videonya akan bersiap kebanjiran trafik atau viral. Sedangkan pemilik bisnis, bisa terbantu karena sukses menggaet pelanggan muda atau potensial.

Namun, pemilik bisnis maupun pembuat konten harus mengerti tidak semua video mampu terindeks. Jadi, setidaknya mengerti strategi membangun videonya (SEO).

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

📱 Hari Media Sosial 2026: Antara FOMO Mal 23 & Gramedia Jalma, Serta Gagapnya Manajemen Krisis Digital

🏃‍♂️ Catatan Hari Kedua The Spark of Healthy Life 2026: Mengulas Cedera Olahraga Bersama Para Ahli

⚽️ Berburu Lokasi Nobar Resmi Piala Dunia 2026 di Kota Semarang: Siasat Hotel "Ganti Baju" hingga Markas Instansi

🎡 Agenda Jateng Fair 2026: Kembali Hadir 10 Hari dengan Tiket Masuk Gratis, Apa yang Baru?

🚲 Gowes ke Mal 23 Semarang: Di Mana Tempat Parkir Sepedanya?