Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Juni 2026

Image
Bulan Juni 2026 kali ini terasa jauh lebih spesial bagi kami. Istimewanya, awal bulan ini jatuh pada hari Senin yang langsung disambut dengan tanggal merah memperingati Hari Lahir Pancasila. Sebuah awal minggu yang tenang sebelum kita kembali bersiap meramaikan berbagai aktivitas di sudut-sudut Kota Atlas. Namun, bukan hanya libur awal bulan yang membuat Juni ini berbeda. Tepat pada tanggal 10 Juni nanti, kita semua akan memperingati Hari Media Sosial. Sebuah momentum yang rasanya sangat lekat dengan keseharian kita saat ini, tak terkecuali bagi masyarakat yang tumbuh, bekerja, dan menetap di Kota Semarang. Oleh karena itu, tema besar yang kami bawa untuk mengantar daftar agenda bulan ini adalah refleksi seputar dunia media sosial lokal. Lompatan Lanskap Digital di Kota Semarang Jika menengok ke belakang dan melakukan kilas balik, lanskap digital di kota ini sudah melompat sangat jauh. Media sosial di Semarang bukan lagi sekadar ruang pamer aktivitas pribadi, tempat pamer foto estetik,...

Cerita Pesona Garda, Ada Kekuatan Netizen

Tidak peduli seberapa dalam tempatnya berada, selama ada kekuatan netizen, tempatnya bakal jadi rame dan viral. Di situ rasanya kerja keras terbayar, meski pada awalnya sempat dipandang sebelah mata. Mari melanjutkan cerita yang kali ini ada tuan rumah yang menyambut kita.

Sebelum tiba di lokasi, sekitar jalanan yang kami tempuh hanya terlihat daun-daun dan pepohonan. Apa yang diharapkan dari sesuatu seperti ini, hidden gem? Bahkan, kami sempat pesimis setelah tiba di depan pintu gerbang. Yakin ini yang katanya pernah viral? 

Zamroni, Kepala Dusun Dawung

Saat kami sedang berusaha menikmati pemandangan, mendadak saja seorang pria yang sudah dari tadi duduk di dekat kami rupanya adalah tuan rumah dan juga yang inisiator Pesona Garda. 

Pak Zamroni langsung mengambil microphone yang memang sudah disiapkan sebelum kami tiba. Tentu, kami semua langsung merapat dan berkenalan dengan beliau.

Bila kamu baca artikel sebelumnya di sini, pasti sudah tahu jika tempat ini resmi dibuka sejak bulan Agustus 2020. Bahkan, beliau dan rekan-rekannya mencari inspirasi untuk tempat ini hingga ke Bandung.

Beliau tidak ingin membangun asal-asalan, apalagi ini menyangkut tempat tinggalnya juga dan membawa nama baik. Sebenarnya konsep awal dari Pesona Garda adalah jeguran. Beliau ingin membawa kenangan wisata jadul yang pernah ngetop tahun 80'an.

Semua tampak baik-baik saja saat dikerjakan hingga akhirnya pandemi Covid-19 datang dan dana yang sudah dianggarkan mendadak dipotong untuk kepentingan yang lebih besar, yaitu penanganan Covid-19.

Dampak Viral

Dengan mimik wajah yang penuh semangat, beliau tidak gentar karena anggaran harus digunakan untuk yang lain. Apalagi misinya sama dengan masyarakat yang ingin sesuatu lebih baik lagi dari tempat tinggal mereka.

Karena semangat itu tetap ada, pengerjaan Pesona Garda tetap dilakukan. Satu hal yang memberi kesan positif yang beliau rasakan adalah budaya gotong royong yang udah jarang di kota-kota, kembali dirasakan. Ya, itu sudah luar biasa.

Pengerjaan yang terus dilakukan hingga 50% ternyata mulai mendapat perhatian masyarakat, khususnya netizen yang membagikannya lewat media sosial.

Tahu-tahu sudah viral saja dan tiap akhir pekan, terutama hari Sabtu dan Minggu, kunjungannya bisa tembus ribuan. Karena terlalu rame ini, pengerjaan sempat dilakukan malam hari agar tidak menggangu kenyamanan pengunjung. 

Dampak dari viral, sampai bulan Oktober kunjungan sudah mencapai 1.500. Dan menutup tahun 2020, total kunjungan mencapai 3.800 orang.

Kebanyakan masyarakat Semarang

Ada fakta menarik dari sekian pengunjung yang datang ke Pesona Garda, yaitu sebagian besar merupakan masyarakat dari Semarang. 

Seiring waktu berjalan, ternyata Pesona Garda pernah ditutup karena kondisi cuaca yang membuat kawasannya berantakan. Musim penghujan datang. Dan banjir menjadi penyebabnya.

Namun seperti yang terlihat sekarang, Pesona Garda tetap bertahan. Tahun 2021 kembali dibuka dan rata-rata pengunjung kembali datang dengan kisaran seribuan orang. 

Pak Zamroni memang melihat Pesona Garda belum sempurna, terutama akses jalan yang menjadi kendala. Tapi ada kabar baik lainnya, Pesona Garda secara resmi masuk federasi Arum Jeram Kabupaten Semarang. Bahkan dari sini, lahir bibit atlet Arum Jeram.

Bersambung.

📝Data yang kami bawa di sini mungkin ada sedikit berbeda dengan aslinya karna kami mencatatatnya saat beliau sedang berbicara. Terkadang konsentrasi kami kurang. Apabila ada kesalahan, kami mohon maaf dan silahkan hubungi kami via email dotsemarang@gmail.com agar segera kami perbaiki. Mohon kebijaksanaannya. 🙏

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

📱 Hari Media Sosial 2026: Antara FOMO Mal 23 & Gramedia Jalma, Serta Gagapnya Manajemen Krisis Digital

🏃‍♂️ Catatan Hari Kedua The Spark of Healthy Life 2026: Mengulas Cedera Olahraga Bersama Para Ahli

⚽️ Berburu Lokasi Nobar Resmi Piala Dunia 2026 di Kota Semarang: Siasat Hotel "Ganti Baju" hingga Markas Instansi

🎡 Agenda Jateng Fair 2026: Kembali Hadir 10 Hari dengan Tiket Masuk Gratis, Apa yang Baru?

🚲 Gowes ke Mal 23 Semarang: Di Mana Tempat Parkir Sepedanya?