Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Juni 2026

Image
Bulan Juni 2026 kali ini terasa jauh lebih spesial bagi kami. Istimewanya, awal bulan ini jatuh pada hari Senin yang langsung disambut dengan tanggal merah memperingati Hari Lahir Pancasila. Sebuah awal minggu yang tenang sebelum kita kembali bersiap meramaikan berbagai aktivitas di sudut-sudut Kota Atlas. Namun, bukan hanya libur awal bulan yang membuat Juni ini berbeda. Tepat pada tanggal 10 Juni nanti, kita semua akan memperingati Hari Media Sosial. Sebuah momentum yang rasanya sangat lekat dengan keseharian kita saat ini, tak terkecuali bagi masyarakat yang tumbuh, bekerja, dan menetap di Kota Semarang. Oleh karena itu, tema besar yang kami bawa untuk mengantar daftar agenda bulan ini adalah refleksi seputar dunia media sosial lokal. Lompatan Lanskap Digital di Kota Semarang Jika menengok ke belakang dan melakukan kilas balik, lanskap digital di kota ini sudah melompat sangat jauh. Media sosial di Semarang bukan lagi sekadar ruang pamer aktivitas pribadi, tempat pamer foto estetik,...

G20 Empower ?

Apa hubungannya antara G20 dengan G20 Empower? Kami sedikit mencerna dulu karena sudah terlibat acara media talk yang dibagiin Xl Axiata di grup Semarang yang diadakan hari Jumat kemarin (11/3/22) lewat Zoom. Menarik sih bisa ikut melihat, tapi??

Semakin ke sini, kami mengerti bahwa ini bukan topik yang kami mengerti. Setelah bulan lalu mengikuti acara yang kurang lebih sama, tentang W20 Indonesia, kali ini nambah lagi tentang G20 Empower. 

Yang terbiasa dengan topik ini tentu ini tidak asing dan malah mudah memahami. Apalagi berbarengan dengan forum internasional yang dipromosikan besar-besaran tahun ini.

Jadi, G20 Empower mengutip website asiapulppaper.com, adalah aliansi yang diluncurkan pada Konferensi Tingkat Tinggi G20 di Osaka, Jepang pada tahun 2019. 

Tujuannya adalah untuk membangun dan mendukung jejaring sektor swasta di negara-negara anggota G20 dalam mengidentifikasi tantangan dan mendukung kemajuan kepemimpinan perempuan di sektor swasta.

Apa hubungannya dengan G20?

Pembahasan tentang perempuan menjadi isu utama yang paling banyak diangkat. Sama seperti artikel sebelumnya yang juga banyak membicarakan isu tentang perempuan, terutama di sektor swasta dan pemerintahan.

Lewat G20 Empower, Kementerian PPPA bersama dengan XL Axiata dan IWAPI memberikan dorongan (focal point) dalam mempromosikan pentingnya kepemimpinan perempuan dalam dunia usaha.

Melalui aliansi ini Indonesia ingin mempromosikan praktik baik dari perusahaan maupun pemerintah dalam mendorong kepemimpinan perempuan.

Chair G20 Empower Yessie D. Yosetya yang membuka pertemuan mengatakan, secara global, memang terjadi peningkatan setiap tahunnya untuk keterwakilan perempuan pada level pengambil keputusan di sektor swasta maupun publik, tetapi belum cukup memberdayakan perempuan sendiri.

Lima indikator pengukur KPI yang telah ditetapkan pada G20 EMPOWER presidensi 2021 di Italia yang lalu adalah 

  1. Kontribusi tenaga kerja perempuan, peran perempuan dalam promosi
  2. Kesenjangan pembayaran upah
  3. Kontribusi perempuan dalam jajaran Dewan Direksi perusahaan, dan 
  4. Peran perempuan terkait pekerjaan teknis.

"Kelima indikator ini ditargetkan dapat tercapai 100 persen di seluruh negara anggota G20 pada tahun 2025 yang akan datang," katanya.

Sedangkan Rinawati Prihatiningsih selaku Co-Chair G20 EMPOWER juga menjelaskan sejalan dengan arahan Presiden RI, kegiatan G20 tidak sebatas acara seremonial. 

Untuk itu, G20 EMPOWER membuka kesempatan bagi setiap pemangku kepentingan untuk bersama-sama bersinergi mendorong aksi nyata dan membuat terobosan sesuai visi dari G20 EMPOWER.

Kegiatan G20 EMPOWER di tahun 2022 terdiri dari tiga perundingan atau plenary khusus untuk para delegasi G20. Diawali dengan Initial Meeting di bulan Januari. Kemudian, ada empat kali co-chair meeting; empat kali side event untuk umum dan para pemangku kepentingan yang terdiri dari Program Ciptakan Tempat Kerja yang Lebih Aman, Peranan Perempuan dalam UKM di Revitalisasi Ekonomi, Membangun Kembali Produktifitas Perempuan pasca Pandemi; CEO Forum; tiga kali capacity building untuk para G20 EMPOWER advocates dan POC; dua bazaar UKM dan fieldtrip; delapan webinar, sebelum handover Keketuaan G20 Indonesia ke India di bulan November,” ungkapnya.

Seluruh rekomendasi yang dihasilkan dari G20 EMPOWER nantinya diharapkan dapat menghasilkan implementasi terbaik yang diberlakukan di sektor swasta dan publik. 

Lebih jauh, memudahkan negara anggota G20 untuk memonitor implementasi KPI tersebut serta mendorong percepatan pencapaian target agar semakin banyak perempuan yang memiliki peran strategis sebagai pengambil keputusan.

Sumber referensi: xlaxiata.co.id

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

📱 Hari Media Sosial 2026: Antara FOMO Mal 23 & Gramedia Jalma, Serta Gagapnya Manajemen Krisis Digital

🏃‍♂️ Catatan Hari Kedua The Spark of Healthy Life 2026: Mengulas Cedera Olahraga Bersama Para Ahli

⚽️ Berburu Lokasi Nobar Resmi Piala Dunia 2026 di Kota Semarang: Siasat Hotel "Ganti Baju" hingga Markas Instansi

🎡 Agenda Jateng Fair 2026: Kembali Hadir 10 Hari dengan Tiket Masuk Gratis, Apa yang Baru?

🚲 Gowes ke Mal 23 Semarang: Di Mana Tempat Parkir Sepedanya?