Bulan Juni 2026 kali ini terasa jauh lebih spesial bagi kami. Istimewanya, awal bulan ini jatuh pada hari Senin yang langsung disambut dengan tanggal merah memperingati Hari Lahir Pancasila. Sebuah awal minggu yang tenang sebelum kita kembali bersiap meramaikan berbagai aktivitas di sudut-sudut Kota Atlas. Namun, bukan hanya libur awal bulan yang membuat Juni ini berbeda. Tepat pada tanggal 10 Juni nanti, kita semua akan memperingati Hari Media Sosial. Sebuah momentum yang rasanya sangat lekat dengan keseharian kita saat ini, tak terkecuali bagi masyarakat yang tumbuh, bekerja, dan menetap di Kota Semarang. Oleh karena itu, tema besar yang kami bawa untuk mengantar daftar agenda bulan ini adalah refleksi seputar dunia media sosial lokal. Lompatan Lanskap Digital di Kota Semarang Jika menengok ke belakang dan melakukan kilas balik, lanskap digital di kota ini sudah melompat sangat jauh. Media sosial di Semarang bukan lagi sekadar ruang pamer aktivitas pribadi, tempat pamer foto estetik,...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
[Review Event] Konten Kreatif Hankam Semarang
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Acara ini berlangsung selama dua hari dan melibatkan bloger serta beberapa vloger, baik dari Semarang sendiri dan juga, beberapa dari luar kota. Seperti apa acara ini yang berlangsung di Hotel Gumaya?
Akhir bulan Juli, atau tepatnya tanggal 30-31 Juli, acara ini berlangsung. Yang menarik perhatian kami adalah acara ini juga berhubungan dari Kominfo sebagai penyelenggara. Maklum saja, acara sebelumnya, yakni Pendekar Pancasila juga dari penyelenggara yang sama.
Bicara tentang Pertahanan dan Keamanan (HanKam)
Sebenarnya, acara ini sudah kami posting di hari kedua dengan konsep mengemas live event yang dikumpulkan dari tweet-tweet peserta yang hadir. Lihat di sini selengkapnya.
Pembicara di acara ini hanya ada dua, ada Pak Heni Susila Wardoyo, S.H.,M.H Asisten Deputi Bid. Koordinasi Materi Hukum, Kemenko Polhukam dan Mas Thomas Herda, praktisi Youtuber dan bekerja di salah satu televisi saat ini.
Bicara tentang HanKam, rasanya tidak biasa dan berat. Bukan saja ini sebuah tantangan tersendiri, tapi setelah sesi seminar, kami harus membuat konten dalam bentuk video satu menit.
Bagaimana melindungi negara ini? Apalagi kita tidak sedang berperang. Cakupannya sangat luas dan kita (peserta) diajak mengemas konten lewat tema ini.
Kominfo di sini adalah salah satu lembaga Kementrian yang ikut mengurusi dan membangun ketahanan negara dan kami, para bloger diarahkan untuk memproduksi konten positif.
Menjadi Youtuber ala manajemen profesional
Semua orang bisa merekam video dan menjadikannya sebagai konten. Itu sangat mudah dan siapa pun tentu mampu melakukannya.
Namun dalam sesi kedua yang menjadi pembicara, Mas Thomas, kami mendapatkan pengetahuan lebih profesional sebagai pembuat konten, khususnya video.
Awal materi kami diberikan data-data tentang Youtube sebagai bekal bahwa Youtube sebagai media sosial berbasis Video punya hal menarik untuk terus dikembangkan.
Sebagai Youtuber, mas Hendra memiliki dua kanal yang dikelola. Namun kanal yang benar-benar diseriusin adalah konten yang dibangun untuk anaknya. Bahkan Youtube sudah memberi piagam Silver Play Button sebagai apresiasi pencipta konten yang sudah diikuti 100 ribu subsriber.
Dalam slide persentasi, kami ditunjukkan pada materi seorang profesional yang mengelola konten yang sudah dilakukan atau diterapkan dalam dunia pekerjaan. Maklum saja, 13 tahun berkecimpung dalam media membuat kami harus mendengarkan agar dapat menyerap ilmu yang dibagikan.
Menjadi Youtuber atau vloger, hal pertama yang dilakukan fokus pada konten. Untuk membuatnya, pengguna diharuskan melakukan penelitian terhadap konten yang ingin dibuat (content research).
Buat naskah, buat konten yang diingat dan juga berdampak. Hal yang penting adalah pemirsa Youtube hanya akan memperhatikan 10 detik pertama saat menonton video kita. Jadi perhatikan itu. Materi selengkapnya juga ada dibagikan di postingan live tweet sebelumnya.
Pertama kali berkunjung
Foto : Mas Yudi
Untuk memaksimalkan konten yang nantinya dilombakan dalam format video, peserta diajak keluar dari tempat acara menuju Ambarawa. Ada 2 lokasi, tujuan acara yang perginya menggunakan bis ini.
Museum Palagan Ambarawa dan Museum Kereta Api Ambarawa, dua tempat yang menarik kunjungan wisata yang baru pertama kali kami datangin. Sangat beruntung mengikuti acara ini.
Aktivitas di dua tempat ini hanya sebuah kunjungan tanpa tur wisata ala-ala pemandu. Namun tugas yang diberikan adalah mendapatkan rekaman gambar yang nantinya dibuat dalam format video dengan tema 'Kreatif HanKam'.
Pertama kali menginap di Hotel Gumaya
Foto seluruh peserta
Untuk kami yang tinggal di Semarang bisa ikut menginap di hotel, apalagi Gumaya yang termasuk bintang 5, itu adalah sesuatu. Kami sekamar dengan kreator konten yang berasal dari Kendal.
Terlihat menyenangkan, bukan? Maklum saja, jadwal acara benar-benar padat. Apalagi esok harinya acara masih berlangsung dari pagi hingga sore hari. Selama menginap, peserta diharapkan dapat menyelesaikan tugas membuat video.
Video-video yang dilombakan nantinya bukan saja mendapatkan reward, tapi juga menjadi milik penyelenggara. Tentu saja kalau videonya terpilih menjadi yang terbaik. Sayang di sini, video kami hanya masuk 10 besar. Menyentuh 3 besar ternyata tidak mudah.
Antusias bloger dari luar kota
[Video] Wajah-wajah peserta yang berpartisipasi
Menjadi bloger di era sekarang mau tidak mau harus merangkap banyak konten, termasuk menjadi vloger. Beberapa bloger datang dari luar kota menghadiri acara ini.
Buat kami, mereka sangat luar biasa. Menyempatkan diri berpartisipasi dan ikut serta itu tidak mudah buat kami sekarang. Apapun iming-imingnya, kami tidak seperti dulu lagi yang tertarik untuk pergi.
Pembawa acara
Pak Didik Sadaka, Direktorat informasi dan komunikasi Polhukam, Kemkominfo
Selamat Hari Media Sosial, warga Semarang! Tidak terasa, setiap tanggal 10 Juni kita kembali diingatkan bagaimana platform digital telah mengubah cara kita menjalani hidup sehari-hari. Bagi kita yang menetap dan tumbuh di Kota Semarang, media sosial bukan lagi sekadar ruang pamer foto estetik, melainkan penggerak utama dari langkah kaki kita di sudut-sudut Kota Atlas. Mengingat momen ini, kami mendadak teringat dengan tulisan kami tepat setahun yang lalu ( Hari Media Sosial 2025: Mal Semarang Jago Main IG ). Saat itu, kami memberikan apresiasi tinggi kepada tim kreatif dan admin mal di Semarang yang makin jempolan mengelola Instagram. Mereka sukses mengubah akun mal menjadi pusat agenda kota yang interaktif, estetik, dan sangat fast response . Kami bahkan menyarankan pentingnya dorongan konten dan strategi digital untuk meramaikan tempat yang sepi. Setahun berselang, di bulan Juni 2026, lanskapnya ternyata sudah melompat jauh lebih ekstrem. Bukan lagi sekadar jago membuat konten agenda...
Setiap kali melintas dan memotret megahnya bangunan SMC RS Telogorejo Semarang dari luar, terselip tanya dalam hati: kapan ya ada kesempatan untuk menengok bagian dalamnya? Maklum, jika tidak ada kepentingan medis yang mendesak, tentu rasanya canggung untuk sekadar berkunjung. Pucuk dicinta ulam pun tiba. Sebuah momentum menarik datang bersamaan dengan digelarnya sebuah acara yang materinya sangat bersinggungan dengan aktivitas olahraga yang rutin kami geluti. Semesta seakan merestui rasa penasaran kami. Pihak rumah sakit menggelar hajatan besar bertajuk The Spark of Healthy Life: 3 in 1 Mega Seminar & Talkshow 2026 . Begitu pendaftaran dibuka melalui akun Instagram resmi @rs.telogorejo, kami langsung mendaftarkan diri. Beruntung, nama kami lolos kurasi untuk hadir pada hari kedua, Jumat, 22 Mei 2026, yang bertempat di Auditorium Lantai 3 Gedung Cattleya. Namun, tantangan langsung menghadang tepat di hari H. Hujan deras mendadak mengguyur Kota Semarang, memaksa kami untuk menerjang...
Piala Dunia 2026 tinggal hitungan jam saat kami menulis halaman ini. Benar-benar sebuah ketidaksengajaan yang berujung jadi konten. Gara-gara sedang berselancar di Instagram dan menemukan unggahan dari akun resmi TVRI Jawa Tengah yang membagikan daftar lokasi nonton bareng (nobar) resmi, kami langsung tergerak untuk membawanya ke blog. Lagi-lagi ini menjadi ide dadakan. Entah kenapa ingatan kami langsung terlempar pada bulan Februari kemarin, saat kami sedang bersepeda santai menuju Car Free Day (CFD) Simpang Lima. Waktu itu, kami sempat berpapasan dengan kampanye promosi berbau Piala Dunia 2026 . Aktor di balik layarnya ternyata masih sama: TVRI Jawa Tengah, sang pemegang hak siar resmi lewat program global mereka yang bertajuk "Bola Gembira" . Karena gelaran sepak bola terakbar ini hanya datang empat tahun sekali, kami pikir tidak ada salahnya ikut memeriahkan euforianya lewat coretan di blog. Apalagi aturan hak siar dan izin nobar sekarang semakin ketat. Membagikan tempat...
Pertengahan tahun di Kota Semarang rasanya belum lengkap kalau belum membahas kompleks PRPP Jawa Tengah di kawasan Anjasmoro. Ya, gelaran pesta rakyat terbesar di Jawa Tengah, Jateng Fair 2026, sudah resmi masuk dalam radar agenda kota bulan ini. Bagi kamu yang sudah mulai mencari tahu kapan event ini dimulai, catat tanggalnya: Jateng Fair 2026 akan berlangsung selama 10 hari, mulai dari tanggal 26 Juni hingga 5 Juli 2026. Format durasi yang lebih padat ini tampaknya kembali dipertahankan oleh pihak penyelenggara, PT PRPP Jawa Tengah. Sama seperti tahun lalu, kebijakan tiket masuk gratis juga kembali diterapkan untuk menarik antusiasme masyarakat secara massal ke area pameran . Namun, perlu dicatat ya! Gratis di sini hanya berlaku untuk memasuki area kompleks pameran dan stan Jateng Fair saja. Bagi kamu yang mengincar keseruan panggung hiburan musiknya, tetap diwajibkan mengantongi tiket masuk berbayar. Dengan target yang dipatok hingga 300 ribu pengunjung, apakah Jateng Fair t...
Setelah euforia hari pertama soft opening berlalu, kami penasaran untuk menjajal nekat bersepeda menuju kawasan POJ City. Tujuannya apalagi kalau bukan melihat langsung mal yang digadang-gadang terbesar di Jawa Tengah, Mal 23 Semarang . Tantangannya tentu lebih seru kali ini karena kami datang dengan cara gowes. Siapa sangka pada Minggu pagi, 24 Mei 2026, kami benar-benar melakukannya. Meski ini bukan kali pertama kami bersepeda ke arah pesisir, tetap saja semangat dan antusiasmenya terasa berbeda karena ada magnet baru di sana. Jika biasanya rute Minggu pagi dihabiskan ke CFD Simpang Lima, kali ini kemudi sepeda kami arahkan menuju kawasan Marina. Jaraknya dari pusat kota sendiri berkisar sekitar 8,7 km. Di media sosial, pembicaraan tentang 23 Semarang Shopping Center memang luar biasa masif. Tidak heran begitu kami tiba di lokasi, suasananya persis seperti yang dibayangkan: ramai dan penuh antusiasme. Beberapa waktu belakangan, tren FOMO (Fear of Missing Out) di Kota Semarang memang...
Comments
Post a Comment