Bulan Juni 2026 kali ini terasa jauh lebih spesial bagi kami. Istimewanya, awal bulan ini jatuh pada hari Senin yang langsung disambut dengan tanggal merah memperingati Hari Lahir Pancasila. Sebuah awal minggu yang tenang sebelum kita kembali bersiap meramaikan berbagai aktivitas di sudut-sudut Kota Atlas. Namun, bukan hanya libur awal bulan yang membuat Juni ini berbeda. Tepat pada tanggal 10 Juni nanti, kita semua akan memperingati Hari Media Sosial. Sebuah momentum yang rasanya sangat lekat dengan keseharian kita saat ini, tak terkecuali bagi masyarakat yang tumbuh, bekerja, dan menetap di Kota Semarang. Oleh karena itu, tema besar yang kami bawa untuk mengantar daftar agenda bulan ini adalah refleksi seputar dunia media sosial lokal. Lompatan Lanskap Digital di Kota Semarang Jika menengok ke belakang dan melakukan kilas balik, lanskap digital di kota ini sudah melompat sangat jauh. Media sosial di Semarang bukan lagi sekadar ruang pamer aktivitas pribadi, tempat pamer foto estetik,...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Review Film Headshot
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Film Headshot rilis secara resmi di bioskop tanggal 8 Desember 2016. Film ini sangat terbatas untuk usia penonton, yaitu 21 tahun. Padahal kita tahu, film-film dengan segmen remaja adalah raja buat film yang ingin mendapat jumlah penonton 1 juta keatas.
Gimana, sudah nonton film Headshot? Sadis? Atau belum menonton, kalau belum langsung saja pergi ke bioskop. Sebelum pergi, simak dulu review Kofindo berikut ini.
Cerita
Film ini bercerita tentang misi penyelamatan seorang dokter yang diperankan oleh Chelsea Islan yang berperan sebagai Ailin. Satu persatu, kita diajak bertemu tokoh layaknya bermain game untuk diselesaikan.
Tidak ada suara berisik penonton selama saya menonton film berdurasi 115 menit ini. Segmentasi batas umur 21 tahun , membuat penonton yang biasa paling berisik tidak dapat jatah kali ini, yaitu remaja.
Mari membayangkan, bagaimana rasanya bertemu dengan seseorang yang kehilangan ingatan dengan berbagai sayatan di tubuh dan paling ngeri, peluru di kepala? Apakah Anda akan menduga-duga, siapa dia sebenarnya. Iko Uwais yang berperan sebagai Ishmael, adalah sosok yang terbaring di tempat tidur rumah sakit yang sedang dirawat Ailin.
Alur waktu yang digunakan maju mundur. Makanya tidak heran, awal cerita kita sudah langsung disajikan suasana yang membuat spot jantung turun naik. Sajian pembuka untuk Anda agar segera memasukkan ponsel ke dalam saku Anda. Perhatikan dengan baik.
Setelah unsur drama dimasukkan, dan penonton bisa diberi jeda santai sejenak, saya malah membayangkan film khas Hollywood yang bertipe sejenis. Awalnya selalu menarik, selanjutnya hening dan naik turun mengaduk - aduk perasaan.
Perlahan-lahan, menurunkan ketegangan, saya sedikit bisa melirik ke samping, melihat beberapa penonton yang begitu serius menyaksikan. Termasuk rekan saya yang mengambil tempat duduk paling nyaman.
Kita dihibur dengan suasana romantis Ailin dan Ishmael yang masih kehilangan ingatan. Saya masih tidak percaya kalau Chelsea main film ini, mengingat pembawaannya yang kalem dan lembut setiap saya menyaksikannya di layar lebar.
Cerita mulai seru saat kehadiran Ishmael mulai tercium oleh sekelompok penjahat yang sengaja mencarinya. Apakah hubungan mereka sangat erat, sampai pembataian demi pembataian terjadi karena ingin membunuh Ishmael.
Ailin diculik. Seperti sebuah film heroik, Ishmael harus menyelamatkannya. Satu persatu terungkap siapa dalang sebenarnya. Beberapa penjahat yang menghadang niat Ishmael pun tidak main-main dengan senjata yang dibawanya.
Sangat lelah mengikuti, tapi ada adrenalin yang terbakar saat menyaksikan Ishmael bertarung melawan musuhnya satu - persatu. Seperti yang saya ceritakan sebelumnya tentang game, Ishmael pada akhirnya bertemu bos sebenarnya yang tak bukan punya hubungan masa lalu yang kuat dengan kehidupan Ishmael yang sebenarnya mempunyai nama Abdi.
Film action terbaik dipenghujung tahun
Tidak salah memberi ucapan selamat kepada sutradara dan para aktor yang bermain karna film ini memang merupakan film action terbaik di tahun 2016. Nama besar Iko Uwais, dan sejumlah prestasi yang didapat dari luar maupun dalam negeri juga sudah membuktikan bahwa film ini merupakan film yang wajib ditonton.
Apakah film Headshot sadis?
Saya sengaja tidak membeberkan bagaimana pertarungan Iko melawan musuh-musuhnya seperti Sunny Pang, Zack Lee, Very Tri Yulisman, David Hendrawan, Julie Estelle, dan Ganindra Bimo.
Semua perkelahian mereka benar-benar membuat terasa sampai ulu hati. Buat yang biasa nonton film-film Thriller, mungkin agak biasa. Namun berbeda yang jarang-jarang, Anda perlu sedikit memejam mata.
Apakah bakalan dibuat sekuel film Headshot 2?
Ceritanya yang kuat membuat saya membayangkan tentang sekuel film keduanya yang saya bayangkan bahwa Iko akan menikah dengan Chelsea. Mereka hidup dipinggir kota dengan menutup diri.
Permasalahan muncul saat kehidupan mereka diganggu gangster disekitar mereka, termasuk masa lalu yang kembali menghantui. Poinnya, adalah kehidupan Iko dan Chelsea yang sederhana dan memiliki anak harus terganggu. Di sinilah Iko kembali beraksi dengan masa lalunya seorang penjahat kelas atas. Hanya imajinasi, jangan serius.
...
Film yang membuat semua penonton di dalam bioskop lebih hening ini harus ada dalam daftar tonton Anda sebelum akhir tahun. Selain nama besar Iko dan Sutradara yang berpengalaman untuk film Thriller - Mo Brothers, film ini juga menawarkan action yang menantang.
Hadirnya Sunny Pang, yang merupakan aktor laga dari Singapura membuat akhir film penuh duel dengan gaya petarungan, khususnya silat.
Patut dinanti pencapaian film Headshot ini soal jumlah penonton dan lama bertahan di bioskop. Apakah melewati bulan desember?
Selamat Hari Media Sosial, warga Semarang! Tidak terasa, setiap tanggal 10 Juni kita kembali diingatkan bagaimana platform digital telah mengubah cara kita menjalani hidup sehari-hari. Bagi kita yang menetap dan tumbuh di Kota Semarang, media sosial bukan lagi sekadar ruang pamer foto estetik, melainkan penggerak utama dari langkah kaki kita di sudut-sudut Kota Atlas. Mengingat momen ini, kami mendadak teringat dengan tulisan kami tepat setahun yang lalu ( Hari Media Sosial 2025: Mal Semarang Jago Main IG ). Saat itu, kami memberikan apresiasi tinggi kepada tim kreatif dan admin mal di Semarang yang makin jempolan mengelola Instagram. Mereka sukses mengubah akun mal menjadi pusat agenda kota yang interaktif, estetik, dan sangat fast response . Kami bahkan menyarankan pentingnya dorongan konten dan strategi digital untuk meramaikan tempat yang sepi. Setahun berselang, di bulan Juni 2026, lanskapnya ternyata sudah melompat jauh lebih ekstrem. Bukan lagi sekadar jago membuat konten agenda...
Piala Dunia 2026 tinggal hitungan jam saat kami menulis halaman ini. Benar-benar sebuah ketidaksengajaan yang berujung jadi konten. Gara-gara sedang berselancar di Instagram dan menemukan unggahan dari akun resmi TVRI Jawa Tengah yang membagikan daftar lokasi nonton bareng (nobar) resmi, kami langsung tergerak untuk membawanya ke blog. Lagi-lagi ini menjadi ide dadakan. Entah kenapa ingatan kami langsung terlempar pada bulan Februari kemarin, saat kami sedang bersepeda santai menuju Car Free Day (CFD) Simpang Lima. Waktu itu, kami sempat berpapasan dengan kampanye promosi berbau Piala Dunia 2026 . Aktor di balik layarnya ternyata masih sama: TVRI Jawa Tengah, sang pemegang hak siar resmi lewat program global mereka yang bertajuk "Bola Gembira" . Karena gelaran sepak bola terakbar ini hanya datang empat tahun sekali, kami pikir tidak ada salahnya ikut memeriahkan euforianya lewat coretan di blog. Apalagi aturan hak siar dan izin nobar sekarang semakin ketat. Membagikan tempat...
Setiap kali melintas dan memotret megahnya bangunan SMC RS Telogorejo Semarang dari luar, terselip tanya dalam hati: kapan ya ada kesempatan untuk menengok bagian dalamnya? Maklum, jika tidak ada kepentingan medis yang mendesak, tentu rasanya canggung untuk sekadar berkunjung. Pucuk dicinta ulam pun tiba. Sebuah momentum menarik datang bersamaan dengan digelarnya sebuah acara yang materinya sangat bersinggungan dengan aktivitas olahraga yang rutin kami geluti. Semesta seakan merestui rasa penasaran kami. Pihak rumah sakit menggelar hajatan besar bertajuk The Spark of Healthy Life: 3 in 1 Mega Seminar & Talkshow 2026 . Begitu pendaftaran dibuka melalui akun Instagram resmi @rs.telogorejo, kami langsung mendaftarkan diri. Beruntung, nama kami lolos kurasi untuk hadir pada hari kedua, Jumat, 22 Mei 2026, yang bertempat di Auditorium Lantai 3 Gedung Cattleya. Namun, tantangan langsung menghadang tepat di hari H. Hujan deras mendadak mengguyur Kota Semarang, memaksa kami untuk menerjang...
Pertengahan tahun di Kota Semarang rasanya belum lengkap kalau belum membahas kompleks PRPP Jawa Tengah di kawasan Anjasmoro. Ya, gelaran pesta rakyat terbesar di Jawa Tengah, Jateng Fair 2026, sudah resmi masuk dalam radar agenda kota bulan ini. Bagi kamu yang sudah mulai mencari tahu kapan event ini dimulai, catat tanggalnya: Jateng Fair 2026 akan berlangsung selama 10 hari, mulai dari tanggal 26 Juni hingga 5 Juli 2026. Format durasi yang lebih padat ini tampaknya kembali dipertahankan oleh pihak penyelenggara, PT PRPP Jawa Tengah. Sama seperti tahun lalu, kebijakan tiket masuk gratis juga kembali diterapkan untuk menarik antusiasme masyarakat secara massal ke area pameran . Namun, perlu dicatat ya! Gratis di sini hanya berlaku untuk memasuki area kompleks pameran dan stan Jateng Fair saja. Bagi kamu yang mengincar keseruan panggung hiburan musiknya, tetap diwajibkan mengantongi tiket masuk berbayar. Dengan target yang dipatok hingga 300 ribu pengunjung, apakah Jateng Fair t...
Setelah euforia hari pertama soft opening berlalu, kami penasaran untuk menjajal nekat bersepeda menuju kawasan POJ City. Tujuannya apalagi kalau bukan melihat langsung mal yang digadang-gadang terbesar di Jawa Tengah, Mal 23 Semarang . Tantangannya tentu lebih seru kali ini karena kami datang dengan cara gowes. Siapa sangka pada Minggu pagi, 24 Mei 2026, kami benar-benar melakukannya. Meski ini bukan kali pertama kami bersepeda ke arah pesisir, tetap saja semangat dan antusiasmenya terasa berbeda karena ada magnet baru di sana. Jika biasanya rute Minggu pagi dihabiskan ke CFD Simpang Lima, kali ini kemudi sepeda kami arahkan menuju kawasan Marina. Jaraknya dari pusat kota sendiri berkisar sekitar 8,7 km. Di media sosial, pembicaraan tentang 23 Semarang Shopping Center memang luar biasa masif. Tidak heran begitu kami tiba di lokasi, suasananya persis seperti yang dibayangkan: ramai dan penuh antusiasme. Beberapa waktu belakangan, tren FOMO (Fear of Missing Out) di Kota Semarang memang...
Comments
Post a Comment