Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Juni 2026

Image
Bulan Juni 2026 kali ini terasa jauh lebih spesial bagi kami. Istimewanya, awal bulan ini jatuh pada hari Senin yang langsung disambut dengan tanggal merah memperingati Hari Lahir Pancasila. Sebuah awal minggu yang tenang sebelum kita kembali bersiap meramaikan berbagai aktivitas di sudut-sudut Kota Atlas. Namun, bukan hanya libur awal bulan yang membuat Juni ini berbeda. Tepat pada tanggal 10 Juni nanti, kita semua akan memperingati Hari Media Sosial. Sebuah momentum yang rasanya sangat lekat dengan keseharian kita saat ini, tak terkecuali bagi masyarakat yang tumbuh, bekerja, dan menetap di Kota Semarang. Oleh karena itu, tema besar yang kami bawa untuk mengantar daftar agenda bulan ini adalah refleksi seputar dunia media sosial lokal. Lompatan Lanskap Digital di Kota Semarang Jika menengok ke belakang dan melakukan kilas balik, lanskap digital di kota ini sudah melompat sangat jauh. Media sosial di Semarang bukan lagi sekadar ruang pamer aktivitas pribadi, tempat pamer foto estetik,...

Review Film Hangout (2016)


Film Hangout rilis di bioskop tanah air tanggal 22 Desember 2016. Film ini membawa durasi sekitar 101 menit dengan genre penonton remaja. Sudah nonton film Hangout ini?

Radit selalu bisa menempatkan jadwal filmnya di waktu-waktu tertentu, seperti liburan sekolah dan akhir tahun. Di mana animo penontonnya memang sedang tinggi-tingginya. Maka tak salah, bila banyak orang memprediksi film Hangout bisa tembus 1 juta.

Cerita

Akhirnya bisa duduk di dalam juga nonton film Hangout, meski tidak awal-awal seperti biasanya. Suasana masih ramai dengan penonton yang sebagian besar remaja. Ada sih ibu-ibu, tapi tetap saja nemanin anaknya.

Membawa banyak pemain dengan durasi waktu main yang lumayan banyak, film yang diperankan dan disutradarai Raditya Dika ini sempat gak membuat saya tertawa seperti antusias film sebelumnya. Entah salahnya apa, atau mungkin saya aja terlalu serius.

Beberapa orang terpilih yang mendapat undangan Hangout, termasuk Dika pergi ke sebuah pulau terpencil. Di sana nanti bakalan menjadi background utama dan cerita dikembangkan.

Filmnya tetap komedi, tapi genrenya ditambah yakni Thriller. Jadi setelah sampai di pulau dan tinggal disebuah rumah, satu persatu mulai mengalami masalah alias dibunuh.

Serem? Nggak kok, yang ada tetap ketawa ketiwi para penonton disebelah saya, baik yang kanan atau yang kiri. Atau juga yang depan dan belakang. Sepertinya mereka sangat suka dengan alur ceritanya.

Penonton disuruh menebak siapa dalang dibalik masalah itu semua. Kalau kamu belum nonton, jangan baca sinopsis film hangout dulu deh. Ntar nggak suprise, lho.

Pada akhirnya, sampai pada titik temu, penonton akhirnya tahu siapa biang kerok dibalik semua kejadian yang ada menimpa mereka. Tentu tokoh utama tetap terus bermain ditemani sosok paling akrab disetiap film.

Ada pesan yang dibawa diakhir kisah, tentang bagaimana kamu harus memperhatikan teman atau sahabatmu yang merasa ada masalah.

Pemain film Hangout

Dika banyak mengkolaborasikan para pemainnya di film produksi Rafi Films ini. Nama-nama seperti, Prilly Latuconsina, Titi Kamal, Soleh Solihun, Dinda Kanya Dewi, Gading Marten, Bayu Skak, Surya Saputra dan Mathias Muchus, dihadirkan dan menariknya mereka menggunakan nama asli.

Kesemua tokoh, punya karakternya masing-masing. Dan lewat film ini, kita seperti dibawa melihat wujud asli para bintang dalam keseharian di luar film. Kamu bakalan merasa jijik sama Dinda Kanya Dewi di film ini. Penasaran?

Selain kuat dicerita, film Hangout harus diakui punya kekuatan pada para pemain. Pemain seperti Prilly, dan Bayu Skak, adalah dua nama yang memiliki banyak fans dan pengikut. Radit sangat jeli memanfaatkan kepopularan mereka.

Jaminan 1 juta penonton

Hingga tulisan ini dibuat, film Hangout sudah menembus 800 ribu penonton (5 hari pemutaran). Seperti sudah diprediksi, film ini bakalan terus menambah jumlah penonton hingga awal Januari. 

Di Semarang sendiri, Hangout memberi 3 layar plus 1 bioskop tambahan di Eplaza. Apakah film Hangout bakalan menembus angka 1 juta seperti film sebelumnya, Single dan Koala Kumal?


...

Kali ini Dika mencoba keluar dari topik film biasanya dibuat, seputar cinta. Meski tak meninggalkan genre komedi, film ini menurut Kofindo tetaplah menarik. Ya, ceritanya yang berbeda dari biasanya tentu membuat penasaran.

Meski begitu, antusias saya tidak seperti film-film sebelumnya. Saya beberapa kali menguap, atau ekspresi datar tanpa tertawa beberapa bagian cerita. Entahlah ada apa dengan saya, ini karna saya sendiri atau memang filmnya ada yang kurang? 

Bagaimana pendapat kamu yang sudah nonton? Seru, kocak atau..

Rating : 8 (6-10)

Artikel terkait :


Film terkait Raditya Dika


...

Informasi Kerjasama

Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap 

Comments

Popular posts from this blog

📱 Hari Media Sosial 2026: Antara FOMO Mal 23 & Gramedia Jalma, Serta Gagapnya Manajemen Krisis Digital

🏃‍♂️ Catatan Hari Kedua The Spark of Healthy Life 2026: Mengulas Cedera Olahraga Bersama Para Ahli

⚽️ Berburu Lokasi Nobar Resmi Piala Dunia 2026 di Kota Semarang: Siasat Hotel "Ganti Baju" hingga Markas Instansi

🎡 Agenda Jateng Fair 2026: Kembali Hadir 10 Hari dengan Tiket Masuk Gratis, Apa yang Baru?

🚲 Gowes ke Mal 23 Semarang: Di Mana Tempat Parkir Sepedanya?