Bulan Juni 2026 kali ini terasa jauh lebih spesial bagi kami. Istimewanya, awal bulan ini jatuh pada hari Senin yang langsung disambut dengan tanggal merah memperingati Hari Lahir Pancasila. Sebuah awal minggu yang tenang sebelum kita kembali bersiap meramaikan berbagai aktivitas di sudut-sudut Kota Atlas. Namun, bukan hanya libur awal bulan yang membuat Juni ini berbeda. Tepat pada tanggal 10 Juni nanti, kita semua akan memperingati Hari Media Sosial. Sebuah momentum yang rasanya sangat lekat dengan keseharian kita saat ini, tak terkecuali bagi masyarakat yang tumbuh, bekerja, dan menetap di Kota Semarang. Oleh karena itu, tema besar yang kami bawa untuk mengantar daftar agenda bulan ini adalah refleksi seputar dunia media sosial lokal. Lompatan Lanskap Digital di Kota Semarang Jika menengok ke belakang dan melakukan kilas balik, lanskap digital di kota ini sudah melompat sangat jauh. Media sosial di Semarang bukan lagi sekadar ruang pamer aktivitas pribadi, tempat pamer foto estetik,...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Review Film Cinta laki-laki Biasa
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Film Cinta laki-laki Biasa rilis tanggal 1 Desember 2016. Kisah dalam film ini diangkat dari cerpen karya Asma Nadia yang bekerjasama dengan Starvision Plus.
Kita tahu, film-film yang diangkat dari penulis yang populer ini selalu menarik untuk dilihat dalam bentuk visual. Kali ini sebuah karya yang juga tak kalah dari karya - karya sebelumnya.
Cerita tentang seorang pria yang jatuh cinta kepada seorang wanita dengan kemasan si kaya dan si sederhana. Mungkin ceritanya banyak yang kurang lebih sama, tapi yang paling saya tunggu adalah bagaimana kolaborasi para pemain yang memerankan tokohnya.
Tentang rasa optimisme
Film dengan durasi 107 menit menghadirkan Velove Vexia yang berperan sebagai Nania Dinda Wirawan dan Deva Mahenra sebagai Muhammad Rafli Imani sebagai tokoh utama yang nantinya menjadi sepasang suami istri bahagia. Namun untuk mencapai kata bahagia, mereka harus dibenturkan dengan persoalan yang biasa terjadi. Seperti restu orang tua dan tidak percaya diri karena sudah kalah kelas.
Pertemuan keduanya dimulai dengan sebuah perasaan jutek yang kemudian menjadi cinta dan itu merupakan awal pemanis film dari sutradara Guntur Soeharjanto. Seperti video trailernya, keduanya berada pada sesuatu yang biasa kita lalui.
Bila cerita biasanya si pria berhasil jadi pacar si wanita, cerita film ini tidak. Nuansa islami memang sangat kental di sini namun mengikuti perkembangan sekarang, sehingga istilah taaruf menjadi penguat hubungan mereka untuk melangkah selanjutnya ke jenjang yang lebih serius.
Nania yang berada di keluarga kaya, adalah anak bungsu yang mempunya sifat keras kepala. Kisah cinta mereka harus menunggu waktu. Keduanya kembali dipertemukan setelah 2 tahun berlalu, dimana saat itu sebenarnya benih-benih cinta mulai tumbuh.
Suatu ketika, sebuah pertemuan keluarga membawa Rafli mengunjungi rumah Nania. Rafli yang tidak mengira harus mengutarakan niatnya menikahi Nania tanpa persiapan langsung tersudut oleh keluarga Nania karena niat tersebut.
Pertanyaan yang mampu dijawab dengan baik oleh Rafli saat ditanya ayah Nania membuat hubungan mereka lolos dengan sempurna dan bahkan memiliki 2 anak selanjutnya.
Rafli sudah selangkah memberi rasa optimis kepada banyak pria di dunia bagaimana cara menaklukkan hati seorang wanita dengan keluarganya yang kaya raya. Apakah selesai?
Tidak. Perjuangan lain ternyata masih berlanjut meski keadaan sudah berbalik dimana sang ibu mertua terus menekan menantunya. Sebuah kecelakaan mengubah semua jalannya cerita, dimana si perempuan kehilangan ingatan.
Rafli masih berusaha dan terus berusaha untuk menanti kesembuhan istrinya. Ia diberi 3 hari untuk mengembalikan ingatan si istri. Sayang ternyata tetap gagal. Dan keikhlasan Rafi merupakan kunci dari optimisme kedua dari film ini.
Pemeran
Selain menduetkan Velove Vexia dan Deva Mahenra, film ini juga menghadirkan beberapa aktor senior seperti Ira Wibowo, Cok Simbara, Dewi Yull, Donna Harun dan Yati Surachman serta Marwoto.
Pemeran lainnya yang termasuk pemain good looking selain Nino Fernandez, ada Dewi Rezer, Agus Kuncoro, Donita, Adi Nugroho, Dhini Aminarti dan masih banyak lagi. Besar semua ya, nama-namanya.
...
Saya memutuskan menonton film Cinta Laki-laki biasa lebih karena akting dua artis yang ada. Apalagi Velove Vexia sudah pernah bermain bareng dengan Nino Fernandez saat film Wa'alaikumussalam Paris. Dan mereka kembali bertemu.
Catatan kecil yang membuat saya kurang puas dengan film ini adalah kurangnya kemesraan yang diperlihatkan selama mereka menikah. Beberapa adegan memang ada, tapi saya tidak ingin melihat itu sebagai representatif sebuah hubungan suami istri. Lainnya, tentu tetap saja terbaik menurut saya.
Hingga tulisan ini dibuat, jadwal tayang film ini masih full. Itu artinya segmentasi penonton selain penggemar penulis, kategori penonton usia remaja dan bertema islami turut memberi andil film ini bertahan di bioskop Semarang.
Selamat Hari Media Sosial, warga Semarang! Tidak terasa, setiap tanggal 10 Juni kita kembali diingatkan bagaimana platform digital telah mengubah cara kita menjalani hidup sehari-hari. Bagi kita yang menetap dan tumbuh di Kota Semarang, media sosial bukan lagi sekadar ruang pamer foto estetik, melainkan penggerak utama dari langkah kaki kita di sudut-sudut Kota Atlas. Mengingat momen ini, kami mendadak teringat dengan tulisan kami tepat setahun yang lalu ( Hari Media Sosial 2025: Mal Semarang Jago Main IG ). Saat itu, kami memberikan apresiasi tinggi kepada tim kreatif dan admin mal di Semarang yang makin jempolan mengelola Instagram. Mereka sukses mengubah akun mal menjadi pusat agenda kota yang interaktif, estetik, dan sangat fast response . Kami bahkan menyarankan pentingnya dorongan konten dan strategi digital untuk meramaikan tempat yang sepi. Setahun berselang, di bulan Juni 2026, lanskapnya ternyata sudah melompat jauh lebih ekstrem. Bukan lagi sekadar jago membuat konten agenda...
Piala Dunia 2026 tinggal hitungan jam saat kami menulis halaman ini. Benar-benar sebuah ketidaksengajaan yang berujung jadi konten. Gara-gara sedang berselancar di Instagram dan menemukan unggahan dari akun resmi TVRI Jawa Tengah yang membagikan daftar lokasi nonton bareng (nobar) resmi, kami langsung tergerak untuk membawanya ke blog. Lagi-lagi ini menjadi ide dadakan. Entah kenapa ingatan kami langsung terlempar pada bulan Februari kemarin, saat kami sedang bersepeda santai menuju Car Free Day (CFD) Simpang Lima. Waktu itu, kami sempat berpapasan dengan kampanye promosi berbau Piala Dunia 2026 . Aktor di balik layarnya ternyata masih sama: TVRI Jawa Tengah, sang pemegang hak siar resmi lewat program global mereka yang bertajuk "Bola Gembira" . Karena gelaran sepak bola terakbar ini hanya datang empat tahun sekali, kami pikir tidak ada salahnya ikut memeriahkan euforianya lewat coretan di blog. Apalagi aturan hak siar dan izin nobar sekarang semakin ketat. Membagikan tempat...
Setiap kali melintas dan memotret megahnya bangunan SMC RS Telogorejo Semarang dari luar, terselip tanya dalam hati: kapan ya ada kesempatan untuk menengok bagian dalamnya? Maklum, jika tidak ada kepentingan medis yang mendesak, tentu rasanya canggung untuk sekadar berkunjung. Pucuk dicinta ulam pun tiba. Sebuah momentum menarik datang bersamaan dengan digelarnya sebuah acara yang materinya sangat bersinggungan dengan aktivitas olahraga yang rutin kami geluti. Semesta seakan merestui rasa penasaran kami. Pihak rumah sakit menggelar hajatan besar bertajuk The Spark of Healthy Life: 3 in 1 Mega Seminar & Talkshow 2026 . Begitu pendaftaran dibuka melalui akun Instagram resmi @rs.telogorejo, kami langsung mendaftarkan diri. Beruntung, nama kami lolos kurasi untuk hadir pada hari kedua, Jumat, 22 Mei 2026, yang bertempat di Auditorium Lantai 3 Gedung Cattleya. Namun, tantangan langsung menghadang tepat di hari H. Hujan deras mendadak mengguyur Kota Semarang, memaksa kami untuk menerjang...
Pertengahan tahun di Kota Semarang rasanya belum lengkap kalau belum membahas kompleks PRPP Jawa Tengah di kawasan Anjasmoro. Ya, gelaran pesta rakyat terbesar di Jawa Tengah, Jateng Fair 2026, sudah resmi masuk dalam radar agenda kota bulan ini. Bagi kamu yang sudah mulai mencari tahu kapan event ini dimulai, catat tanggalnya: Jateng Fair 2026 akan berlangsung selama 10 hari, mulai dari tanggal 26 Juni hingga 5 Juli 2026. Format durasi yang lebih padat ini tampaknya kembali dipertahankan oleh pihak penyelenggara, PT PRPP Jawa Tengah. Sama seperti tahun lalu, kebijakan tiket masuk gratis juga kembali diterapkan untuk menarik antusiasme masyarakat secara massal ke area pameran . Namun, perlu dicatat ya! Gratis di sini hanya berlaku untuk memasuki area kompleks pameran dan stan Jateng Fair saja. Bagi kamu yang mengincar keseruan panggung hiburan musiknya, tetap diwajibkan mengantongi tiket masuk berbayar. Dengan target yang dipatok hingga 300 ribu pengunjung, apakah Jateng Fair t...
Setelah euforia hari pertama soft opening berlalu, kami penasaran untuk menjajal nekat bersepeda menuju kawasan POJ City. Tujuannya apalagi kalau bukan melihat langsung mal yang digadang-gadang terbesar di Jawa Tengah, Mal 23 Semarang . Tantangannya tentu lebih seru kali ini karena kami datang dengan cara gowes. Siapa sangka pada Minggu pagi, 24 Mei 2026, kami benar-benar melakukannya. Meski ini bukan kali pertama kami bersepeda ke arah pesisir, tetap saja semangat dan antusiasmenya terasa berbeda karena ada magnet baru di sana. Jika biasanya rute Minggu pagi dihabiskan ke CFD Simpang Lima, kali ini kemudi sepeda kami arahkan menuju kawasan Marina. Jaraknya dari pusat kota sendiri berkisar sekitar 8,7 km. Di media sosial, pembicaraan tentang 23 Semarang Shopping Center memang luar biasa masif. Tidak heran begitu kami tiba di lokasi, suasananya persis seperti yang dibayangkan: ramai dan penuh antusiasme. Beberapa waktu belakangan, tren FOMO (Fear of Missing Out) di Kota Semarang memang...
Comments
Post a Comment