Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Juni 2026

Image
Bulan Juni 2026 kali ini terasa jauh lebih spesial bagi kami. Istimewanya, awal bulan ini jatuh pada hari Senin yang langsung disambut dengan tanggal merah memperingati Hari Lahir Pancasila. Sebuah awal minggu yang tenang sebelum kita kembali bersiap meramaikan berbagai aktivitas di sudut-sudut Kota Atlas. Namun, bukan hanya libur awal bulan yang membuat Juni ini berbeda. Tepat pada tanggal 10 Juni nanti, kita semua akan memperingati Hari Media Sosial. Sebuah momentum yang rasanya sangat lekat dengan keseharian kita saat ini, tak terkecuali bagi masyarakat yang tumbuh, bekerja, dan menetap di Kota Semarang. Oleh karena itu, tema besar yang kami bawa untuk mengantar daftar agenda bulan ini adalah refleksi seputar dunia media sosial lokal. Lompatan Lanskap Digital di Kota Semarang Jika menengok ke belakang dan melakukan kilas balik, lanskap digital di kota ini sudah melompat sangat jauh. Media sosial di Semarang bukan lagi sekadar ruang pamer aktivitas pribadi, tempat pamer foto estetik,...

Melihat Pertunjukan Tari Sufi Multiculture di Pekalongan


Pekalongan punya banyak tempat menarik di kunjungi, bukan hanya museum dan kampung batik, tapi juga Pendopo Cahyo Kedathon atau lebih dikenal dengan Sanggar Tari Sufi Multiculture yang berada di Jalan Progo, Pekalongan Utara, Kota Pekalongan.

Sebelum dikenal sebagai Sanggar Tari Sufi Multiculture, komunitas ini lebih dikenal dnegan majelis zikir yang sering mengadakan perkumpulan. Lalu sekitar tahun 2009, Disbudpar Pekalongan mulai melirik komunitas ini untuk tampil di PRPP Semarang mewakili Pekalongan.

Karena dukungan pemerintah, komunitas ini berkembang hingga saat ini dengan tetap menjaga dan melestarikan budaya Jawa Tengah yaitu Gamelan yang dikolaborasi dengan Tari Sufi (Wirling Darwis).

Masih di hari pertama FamTrip Jateng di Pekalongan, setelah makan malam peserta diajak untuk berkunjung ke Sanggar Tari Sufi Multiculture. Saat sampai disini, kami disambut oleh Habib Muhammad, lelaki keturunan Arab yang menyambut kami di Sanggar Tari Sufi (22/04).

Alunan gamelan menyapa begitu sampai di Sanggar Tari Sufi. Saya kira disini bukan sanggar tari sufi, karena ada musik gamelan, lebih ke sanggar seni Jawa. Tapi ternyata tebakan salah.

Setelah masuk si sanggar dan mengambil tempat duduk didepan para pemain gamelan tadi, sayup – sayup suara musik berubah seperti terbang jawa yang khas dimainkan pada malam hari dengan lantunan dzikir. 

Lagi, tebakan salah. Karena gamelan yang mengiri lantunan dzikir, yah... mirip dengan terbang jawa hanya instrumennya yang berbeda, yaitu Gamelan.

Setelah mendengarkan beberapa lagu, acara dilanjutkan dengan perkenalan dari Habib Muhammad dan komunitas Tari Sufi Multiculture. Dan pertunjukan Tari Sufi yang diiringi gamelan benar – benar menghipnotis peserta FamTrip, termasuk saya malam itu. Edan... keren Tari Sufi dengan musik gamelan pas banget kolaborasinya.

Acara selanjutnya adalah diskusi dengan Disbudpar Pekalongan tentang pariwisata, budaya dan Tari Sufi Multiculture. Sanggar Tari Sufi Multiculture ini diharapkan bisa menjadi Omah Budaya dan komoditas tujuan wisata di Pekalongan.

by @moiismiy
*Artikel diperbarui 30 Oktober 2019

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

📱 Hari Media Sosial 2026: Antara FOMO Mal 23 & Gramedia Jalma, Serta Gagapnya Manajemen Krisis Digital

⚽️ Berburu Lokasi Nobar Resmi Piala Dunia 2026 di Kota Semarang: Siasat Hotel "Ganti Baju" hingga Markas Instansi

🏃‍♂️ Catatan Hari Kedua The Spark of Healthy Life 2026: Mengulas Cedera Olahraga Bersama Para Ahli

🎡 Agenda Jateng Fair 2026: Kembali Hadir 10 Hari dengan Tiket Masuk Gratis, Apa yang Baru?

🚲 Gowes ke Mal 23 Semarang: Di Mana Tempat Parkir Sepedanya?