Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Juni 2026

Image
Bulan Juni 2026 kali ini terasa jauh lebih spesial bagi kami. Istimewanya, awal bulan ini jatuh pada hari Senin yang langsung disambut dengan tanggal merah memperingati Hari Lahir Pancasila. Sebuah awal minggu yang tenang sebelum kita kembali bersiap meramaikan berbagai aktivitas di sudut-sudut Kota Atlas. Namun, bukan hanya libur awal bulan yang membuat Juni ini berbeda. Tepat pada tanggal 10 Juni nanti, kita semua akan memperingati Hari Media Sosial. Sebuah momentum yang rasanya sangat lekat dengan keseharian kita saat ini, tak terkecuali bagi masyarakat yang tumbuh, bekerja, dan menetap di Kota Semarang. Oleh karena itu, tema besar yang kami bawa untuk mengantar daftar agenda bulan ini adalah refleksi seputar dunia media sosial lokal. Lompatan Lanskap Digital di Kota Semarang Jika menengok ke belakang dan melakukan kilas balik, lanskap digital di kota ini sudah melompat sangat jauh. Media sosial di Semarang bukan lagi sekadar ruang pamer aktivitas pribadi, tempat pamer foto estetik,...

Ada Apa Dengan Tembakau Hari Ini?

Tanggal 20 Juli kemarin, kami membagikan info kembali tentang pertembakuan di linimasa. Ternyada ada isu yang lagi dibahas terkait ekosistem tembakau Indonesia. Kalau kamu tertarik, lanjutkan membacanya.

Ini adalah kesekian kalinya kami terlibat dalam konten tembakau yang mungkin bagi sebagian kalangan kurang diminati. Terutama yang berhubungan dengan kesehatan.

Namun seiring waktu dan beragamnya informasi yang masuk, ternyata ada sisi lain yang tak pernah kami dengarkan. Sisi petani, sumbangan devisa buat negara dan ekosistemnya yang sudah ada sejak lama di Indonesia.

Menolak intervensi asing

Jadi, dalam kicauan kami yang sudah kami buat dalam format momen di bawah ini, mengutip dari gatra.com (19/7) :

"Aliansi Masyarakat Tembakau Indonesia (AMTI) bersama asosiasi lain yang berada dalam ekosistem Industri Hasil Tembakau (IHT) menolak revisi Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 (PP 109/2012) tentang tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan".

Ada 18 tweet yang membahas persoalan di atas. Di dalam kicauan kami juga memberikan sejumlah fakta yang tidak banyak kami ketahui andai tidak membagikan ini. Ternyata begitu, pikir kami. 

...

Mari kita tunggu kabar berikutnya lagi, apakah ekosistem tembakau di Indonesia kembali tenang atau ada solusi untuk pihak-pihak terkait.

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

📱 Hari Media Sosial 2026: Antara FOMO Mal 23 & Gramedia Jalma, Serta Gagapnya Manajemen Krisis Digital

🏃‍♂️ Catatan Hari Kedua The Spark of Healthy Life 2026: Mengulas Cedera Olahraga Bersama Para Ahli

⚽️ Berburu Lokasi Nobar Resmi Piala Dunia 2026 di Kota Semarang: Siasat Hotel "Ganti Baju" hingga Markas Instansi

🎡 Agenda Jateng Fair 2026: Kembali Hadir 10 Hari dengan Tiket Masuk Gratis, Apa yang Baru?

🚲 Gowes ke Mal 23 Semarang: Di Mana Tempat Parkir Sepedanya?