Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan April 2026

Image
Memasuki bulan April yang jatuh pada hari Rabu, suasana Semarang biasanya mulai bertransisi. Jika Maret lalu kita khusyuk dengan momen Ramadan dan Idulfitri, bulan ini kota ini terasa kembali bergairah dengan deretan acara yang lebih "berwarna". Hari ini cuaca Kota Semarang terpantau cerah. Entah apakah ini pertanda bahwa musim hujan telah berakhir dan Semarang kembali ke "setelan awal"—yang katanya, tiap orang yang tinggal di sini punya matahari sendiri-sendiri saking panasnya. Suara-suara tentang panasnya Semarang terdengar seru namun terkadang juga haru, terutama bagi mereka yang baru merantau atau tinggal di sini. Padahal, jika mau jujur dan realistis, masih ada kota lain yang jauh lebih panas dibanding Semarang. Menghadapi cuaca dan kondisi ekonomi saat ini memang perlu strategi; tetap kreatif tanpa harus membuat diri sendiri burnout atau kelelahan. Tema Besar: Perempuan Berdaya Jika melihat cover yang kami sematkan di halaman ini, tebakanmu benar bahwa tema ...

Seperti Apa Kegiatan Earth Hour 2019 di Hotel GranDhika Semarang?


Tahun ini, pelaksanaan Earth Hour bersamaan dengan debat calon presiden, Sabtu (30/3). Hotel GranDhika Semarang yang baru beberapa waktu lalu mengundang kami, turut ambil bagian dalam kampanye mematikan lampu selama 1 jam ini.

Terakhir kali kami membawa postingan Earth Hour pada tahun 2014. Dan sangat jarang sekali mengambil bagian untuk hadir sebuah acara di malam hari. Terlebih malam minggu.

Kompak pakai kaos merah

Saat kami tiba, acara ditaruh di Kapolagha Restaurant. Semua orang hotel (karyawan dan lainnya), kompak memakai kaos merah. Hotel tampak serius mempersiapkan acara ini sepertinya.

Tidak ada rilis atau rundown acara yang diberikan saat mengikuti rangkaian acara. Yang menarik di sudut ruangan, ada beberapa musisi yang tampil meramaikan.


Dalam sambutannya, Pak Danang Triwidiantoro, GM Hotel, mengatakan bahwa dalam kampanye acara ini kita harus lebih peduli terhadap iklim yang terjadi di bumi kita.

Beberapa pertimbangan mengapa mengambil hari Sabtu, karena aktivitas kebanyakan bersama keluarga dan tidak menganggu aktivitas di hari Senin hingga Jumat. Dan kenapa bulan Maret? Pada umumnya dibelahan bumi ini, bulan Maret terjadi perubahan iklim. Dan ini pas untuk menggelar Earth Hour.


Teater Diponegoro

Kegiatan Earth Hour yang rutin digelar minggu terakhir bulan Maret setiap tahun, banyak dilakukan semua pihak. Bahkan secara global. Lalu, dalam rentang waktu lampu mati tersebut, seperti apa konten yang dihadirkan?


Pertanyaan itu terjawab saat lampu mati dan hadir pertunjukkan dari teater Diponegoro (UNDIP). Temanya yang diangkat adalah Rerungkuh Diriku. Keren sekali mereka membawakannya dengan cahaya yang minim dan membuat kami tertegun.

Usai pertunjukkan, sebelum lampu kembali dinyalakan, para musisi mengambil bagian dengan menyanyikan sebuah lagu yang diikuti semua peserta kegiatan.

Berikut beberapa foto dokumentasi saat acara berlangsung :

Persiapan
Musisi
Hanya lewat Smartphone kami mengabadikan momen ini - Zenfone Max Pro M2

Teater Diponegoro yang berhasil memainkan perasaan kami (akting mereka)
Berapa banyak lilin ini dinyalakan?

Artikel terkait :
Informasi Kerjasama
Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap

Comments

Popular posts from this blog

☕ Mencicipi Coco Latte: Saat Hydro Coco dan Anomali Coffee "Salaman" di Pelataran MAJT

📌 Agenda Kota Semarang Bulan April 2026

🏥 Menjelajahi Lantai 3 Cardea Semarang: Zona 'Recovery' yang Naik Kelas

♻️ Jangan Dibuang! Jejak Karbon di Balik Kotak Nasi Buka Puasa Masjid Agung Jawa Tengah

📱 Dilema Android Lawas di Tahun 2026: Mengapa Versi OS Kini Lebih Penting daripada Sekadar Merek Hape