Bulan Juni 2026 kali ini terasa jauh lebih spesial bagi kami. Istimewanya, awal bulan ini jatuh pada hari Senin yang langsung disambut dengan tanggal merah memperingati Hari Lahir Pancasila. Sebuah awal minggu yang tenang sebelum kita kembali bersiap meramaikan berbagai aktivitas di sudut-sudut Kota Atlas. Namun, bukan hanya libur awal bulan yang membuat Juni ini berbeda. Tepat pada tanggal 10 Juni nanti, kita semua akan memperingati Hari Media Sosial. Sebuah momentum yang rasanya sangat lekat dengan keseharian kita saat ini, tak terkecuali bagi masyarakat yang tumbuh, bekerja, dan menetap di Kota Semarang. Oleh karena itu, tema besar yang kami bawa untuk mengantar daftar agenda bulan ini adalah refleksi seputar dunia media sosial lokal. Lompatan Lanskap Digital di Kota Semarang Jika menengok ke belakang dan melakukan kilas balik, lanskap digital di kota ini sudah melompat sangat jauh. Media sosial di Semarang bukan lagi sekadar ruang pamer aktivitas pribadi, tempat pamer foto estetik,...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Soft Opening Gerai Kedua, Batik Jayakarta Lakukan Dengan Syukuran dan Tips Berbatik
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Batik Jayakarta buka tempat baru di jalan dr. Cipto nomor 172 atau depan SMK Negeri 2. Yang menarik selain tempatnya yang berada di Semarang bawah adalah nama yang digunakan. Bila gerai pertama membawa nama hanya Batik Jayakarta, yang buka di sini membawa nama Batik Jayakarta Semarang.
Kami turut hadir di sana yang sedang masih menyiapkan untuk acara yang dimulai jam 9 pagi, hari Selasa (1/5). Berbagai menu hidangan hingga jajanan tradisional tersedia sebagai pendamping tumpeng yang ditaruh ditengah-tengah di atas meja.
Hadir pula beberapa pejabat pemerintahan yang turut mengucapkan selamat atas pembukaan workshop Batik Jayakarta Semarang.
Sebelum ritual pemotongan tumpeng, acara diramaikan oleh komunitas Diajeng Semarang yang memberikan tips tentang penggunaan kain batik dalam berpakaian. Ada 3 tips kalau nggak salah yang ditampilin.
Rumah sendiri
Bisa dikatakan, bangunan yang masih dikerjakan proses pembangunannya untuk bisnis batik ini merupakan bangunan sang pemilik.
Yang membedakan dengan yang ada di Semarang atas, bangunan ini selain dibuat 2 lantai, komunitas bisa terlibat di Batik Jayakarta Semarang.
Edukasi pasar
Owner Batik Jayakarta Semarang, Ibu Lili Santoso dalam sambutannya sebagai tuan rumah, tempat ini yang dikhususkan Batik Jawa Tengah, beliau ingin mengedukasi pasar.
Batik tidak hanya ada di Solo, Pekalongan, Lasem dan tempat lainnya pun ada kain-kain batik yang kurang terekspos, seperti di Tegal, Kebumen, Banyumas. Itu padahal sudah bagus-bagus menurut beliau.
Pemintaan pasar dan ide buka di tengah kota
Salah satu alasan tempat ini dibuka karena komplain dari orang-orang yang merasa tempatnya jauh, beliau akhirnya memikirkan ide untuk membuka di tengah kota.
Sambil menunggu tempat ini jadi, salah satu ruangan yang nantinya bisa digunakan masyarakat, terutama komunitas dipersilahkan untuk digunakan. Contohnya ada komunitas yang ingin belajar batik. Atau kegiatan yang memang berhubungan dengan batik, akan dipersilahkan.
Selain perwakilan dari Wali Kota Semarang yang hadir, ada juga dari Disperindag Jawa Tengah (foto di atas) yang juga turut hadir.
Pak Trenggono, kami mengenal beliau dari Disporapar Jawa Tengah
Komunitas Diajeng Semarang saat memberi sesi workshop penggunaan batik. Seperti apa tips yang diberikan, ditunggu update berikutnya.
Ibu Merry, mungkin yang suka batik kenal dengan batik Purnomo
Ini dia acara utamanya, yaitu syukuran dengan pemotongan tumpeng yang dilakukan owner. Selamat buat Batik Jayakarta Semarang untuk soft openingnya. Kami harap bisa main lagi ke sini dilain kesempatan.
Video berdurasi kurang dari 3 menit mengenai Ibu Lili yang berbicara tentang ide Batik Jayakarta yang akhirnya membuat tempat ini berada di tengah kota.
Update
Tanggal 5 Agustus 2021, kami memperbarui di Twitter untuk Batik Jayakarta. Lihat di bawah ini. Hanya tampilan dimuka saja.
Selamat Hari Media Sosial, warga Semarang! Tidak terasa, setiap tanggal 10 Juni kita kembali diingatkan bagaimana platform digital telah mengubah cara kita menjalani hidup sehari-hari. Bagi kita yang menetap dan tumbuh di Kota Semarang, media sosial bukan lagi sekadar ruang pamer foto estetik, melainkan penggerak utama dari langkah kaki kita di sudut-sudut Kota Atlas. Mengingat momen ini, kami mendadak teringat dengan tulisan kami tepat setahun yang lalu ( Hari Media Sosial 2025: Mal Semarang Jago Main IG ). Saat itu, kami memberikan apresiasi tinggi kepada tim kreatif dan admin mal di Semarang yang makin jempolan mengelola Instagram. Mereka sukses mengubah akun mal menjadi pusat agenda kota yang interaktif, estetik, dan sangat fast response . Kami bahkan menyarankan pentingnya dorongan konten dan strategi digital untuk meramaikan tempat yang sepi. Setahun berselang, di bulan Juni 2026, lanskapnya ternyata sudah melompat jauh lebih ekstrem. Bukan lagi sekadar jago membuat konten agenda...
Piala Dunia 2026 tinggal hitungan jam saat kami menulis halaman ini. Benar-benar sebuah ketidaksengajaan yang berujung jadi konten. Gara-gara sedang berselancar di Instagram dan menemukan unggahan dari akun resmi TVRI Jawa Tengah yang membagikan daftar lokasi nonton bareng (nobar) resmi, kami langsung tergerak untuk membawanya ke blog. Lagi-lagi ini menjadi ide dadakan. Entah kenapa ingatan kami langsung terlempar pada bulan Februari kemarin, saat kami sedang bersepeda santai menuju Car Free Day (CFD) Simpang Lima. Waktu itu, kami sempat berpapasan dengan kampanye promosi berbau Piala Dunia 2026 . Aktor di balik layarnya ternyata masih sama: TVRI Jawa Tengah, sang pemegang hak siar resmi lewat program global mereka yang bertajuk "Bola Gembira" . Karena gelaran sepak bola terakbar ini hanya datang empat tahun sekali, kami pikir tidak ada salahnya ikut memeriahkan euforianya lewat coretan di blog. Apalagi aturan hak siar dan izin nobar sekarang semakin ketat. Membagikan tempat...
Setiap kali melintas dan memotret megahnya bangunan SMC RS Telogorejo Semarang dari luar, terselip tanya dalam hati: kapan ya ada kesempatan untuk menengok bagian dalamnya? Maklum, jika tidak ada kepentingan medis yang mendesak, tentu rasanya canggung untuk sekadar berkunjung. Pucuk dicinta ulam pun tiba. Sebuah momentum menarik datang bersamaan dengan digelarnya sebuah acara yang materinya sangat bersinggungan dengan aktivitas olahraga yang rutin kami geluti. Semesta seakan merestui rasa penasaran kami. Pihak rumah sakit menggelar hajatan besar bertajuk The Spark of Healthy Life: 3 in 1 Mega Seminar & Talkshow 2026 . Begitu pendaftaran dibuka melalui akun Instagram resmi @rs.telogorejo, kami langsung mendaftarkan diri. Beruntung, nama kami lolos kurasi untuk hadir pada hari kedua, Jumat, 22 Mei 2026, yang bertempat di Auditorium Lantai 3 Gedung Cattleya. Namun, tantangan langsung menghadang tepat di hari H. Hujan deras mendadak mengguyur Kota Semarang, memaksa kami untuk menerjang...
Pertengahan tahun di Kota Semarang rasanya belum lengkap kalau belum membahas kompleks PRPP Jawa Tengah di kawasan Anjasmoro. Ya, gelaran pesta rakyat terbesar di Jawa Tengah, Jateng Fair 2026, sudah resmi masuk dalam radar agenda kota bulan ini. Bagi kamu yang sudah mulai mencari tahu kapan event ini dimulai, catat tanggalnya: Jateng Fair 2026 akan berlangsung selama 10 hari, mulai dari tanggal 26 Juni hingga 5 Juli 2026. Format durasi yang lebih padat ini tampaknya kembali dipertahankan oleh pihak penyelenggara, PT PRPP Jawa Tengah. Sama seperti tahun lalu, kebijakan tiket masuk gratis juga kembali diterapkan untuk menarik antusiasme masyarakat secara massal ke area pameran . Namun, perlu dicatat ya! Gratis di sini hanya berlaku untuk memasuki area kompleks pameran dan stan Jateng Fair saja. Bagi kamu yang mengincar keseruan panggung hiburan musiknya, tetap diwajibkan mengantongi tiket masuk berbayar. Dengan target yang dipatok hingga 300 ribu pengunjung, apakah Jateng Fair t...
Setelah euforia hari pertama soft opening berlalu, kami penasaran untuk menjajal nekat bersepeda menuju kawasan POJ City. Tujuannya apalagi kalau bukan melihat langsung mal yang digadang-gadang terbesar di Jawa Tengah, Mal 23 Semarang . Tantangannya tentu lebih seru kali ini karena kami datang dengan cara gowes. Siapa sangka pada Minggu pagi, 24 Mei 2026, kami benar-benar melakukannya. Meski ini bukan kali pertama kami bersepeda ke arah pesisir, tetap saja semangat dan antusiasmenya terasa berbeda karena ada magnet baru di sana. Jika biasanya rute Minggu pagi dihabiskan ke CFD Simpang Lima, kali ini kemudi sepeda kami arahkan menuju kawasan Marina. Jaraknya dari pusat kota sendiri berkisar sekitar 8,7 km. Di media sosial, pembicaraan tentang 23 Semarang Shopping Center memang luar biasa masif. Tidak heran begitu kami tiba di lokasi, suasananya persis seperti yang dibayangkan: ramai dan penuh antusiasme. Beberapa waktu belakangan, tren FOMO (Fear of Missing Out) di Kota Semarang memang...
Lestarikan budaya lokal dengan memulai bisnis batik adalah hal yang inspiratif. Terima kasih artikelnya
ReplyDelete