Bulan Juni 2026 kali ini terasa jauh lebih spesial bagi kami. Istimewanya, awal bulan ini jatuh pada hari Senin yang langsung disambut dengan tanggal merah memperingati Hari Lahir Pancasila. Sebuah awal minggu yang tenang sebelum kita kembali bersiap meramaikan berbagai aktivitas di sudut-sudut Kota Atlas. Namun, bukan hanya libur awal bulan yang membuat Juni ini berbeda. Tepat pada tanggal 10 Juni nanti, kita semua akan memperingati Hari Media Sosial. Sebuah momentum yang rasanya sangat lekat dengan keseharian kita saat ini, tak terkecuali bagi masyarakat yang tumbuh, bekerja, dan menetap di Kota Semarang. Oleh karena itu, tema besar yang kami bawa untuk mengantar daftar agenda bulan ini adalah refleksi seputar dunia media sosial lokal. Lompatan Lanskap Digital di Kota Semarang Jika menengok ke belakang dan melakukan kilas balik, lanskap digital di kota ini sudah melompat sangat jauh. Media sosial di Semarang bukan lagi sekadar ruang pamer aktivitas pribadi, tempat pamer foto estetik,...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
[Review Event] Semarang Kota Ketiga Acara Tech4Good
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Jumat sore (16/6) sebelum waktu berbuka puasa, kami sedang berada di Balaikota. Salah satu bangunannya, ruang pertemuan digunakan untuk acara Marketeers bertajuk roadshow bareng gojek yang hadir di 4 kota. Semarang sendiri merupakan kota ketiga setelah sebelumnya Bandung dan Surabaya, lalu akan ditutup Jakarta sebagai kota terakhir.
Kami baru tahu bahwa tiap kota memiliki brand Ambassadornya sendiri. Di Semarang, perwakilannya diwakilkan oleh mahasiswi cantik yang bernama Fajrina Aulia Arumdhani. Hadir dengan style pakaian berwarna hitam, hari ini dia tampil paling memukau diantara peserta.
Acara Campus Marketeers Club (CMC)
Seperti sudah pada umumnya, tiap perusahaan memiliki komunitas yang dikelola secara resmi. Campus Marketeers Club merupakan komunitas yang dibuat Marketeers untuk mewadahi orang-orang yang tertarik pada bidang marketing, secara khusus. Anggotanya tentu saja mahasiswa yang begitu mendominasi hadir di acara ini.
Sharing tentang teknologi dari sisi kebaikannya
Kamu yang penasaran dengan wajah Ambassador yang kami sebutkan di atas, harap bersabar dulu. Kami ingin membagikan beberapa hal menarik selama acara berikut ini.
Tech4good yang menjadi tajuk utama sharing kali ini dan tema utama roadshow semua kota, bila dimaknai adalah teknologi untuk kebaikan. Kami menangkap beberapa sharing dari pembicara bagaimana saat ini teknologi dapat banyak membantu manusia dan sangat bermanfaat.
Meski begitu, teknologi juga mendapat sentilan dari pembicara bahwa teknologi juga berdampak negatif. Terutama fenomena Pilkada DKI yang begitu mencuri perhatian yang tidak hanya di Indonesia, bahkan dunia.
Sharing pertama dari Mas Dian, Regional Head Indonesia Timur Mark Plus
Ini adalah Mas Dian dari yang menekankan bahwa teknologi itu hanya sebuah alat. Sebagai alat, manusia juga yang harus pandai merawat. Pria yang membuka sesi sharing pertama ini juga lewat slidenya memberitahu tentang teknologi yang sedang terjadi sekarang atau sedang ramainya.
Ya, teknologi yang sedang tren sekarang ini meliputi 3D Printing, Mobile dan Omnichannel. Teknologi 3D Printing sudah semakin banyak dimanfaatkan perusahaan dan terus dikembangkan. Dari sisi mobile, manusia saat ini seperti menggenggam apa saja dalam tangan mereka. Contohnya memesan taksi yang sebelum adanya aplikasi, kita memesannya lewat telepon.
Melihat kota Semarang memanfaatkan teknologi informasi
Sharing dari Mas Dian sebenarnya masih panjang. Nanti kami buatkan halaman lainnya. Selanjutnya dari perwakilan Walikota Semarang yang sebenarnya kami berharap mas Hendi bisa datang untuk mendengarkan langsung bagaimana Semarang memanfaatkan teknologi.
Nana Storada -Kominfo & Statistik Kota Semarang
Pak Nana banyak bicara tentang website Pemkot Semarang saat ini. Bila membuka secara langsung, menurut kami itu sangat biasa dan bosan. Namun setelah mendengarkan beliau berbagi banyak hal tentang informasi yang dibagikan baik lewat website maupun media sosial, kami jadi tahu betapa besar informasi yang mereka kelola.
Buat mahasiswa yang mencari bahan buat tugas kuliah, tinggal mengunjungi website pemkot. Di website tersebut sangat banyak informasi mulai dari majalah elektroinik dalam bentuk ebook, aplikasi yang bisa diunduh untuk mempermudah, dan layanan-layanan lainnya.
Beliau juga menjelaskan alasan akun Instagram pemkot Semarang yang tiba-tiba hilang. Dan masih banyak lagi berbagai hal yang tersembunyi yang bisa dimanfaatkan masyarakat Semarang hanya lewat situs official pemkot Semarang.
Fokus Gojek dan jumlah driver di kota Semarang
Yang mengisi pembicara dari Gojek Indonesia adalah Delly Nugraha, Strategic Regional Head Jawa Tengah. Dalam sharingnya ia memberitahu berapa jumlah driver Gojek di kota Semarang yang katanya sudah mencapai 4 ribu driver yang sudah tergabung.
Delly Nugraha, Strategic Regional Head
Sebagai karya anak bangsa, Gojek memberi dampak sosial terhadap perkembangan di Indonesia. Dari total lebih 250 ribu driver di Indonesia, Gojek bisa dibilang sudah menyumbang 1,8% lapangan pekerjaan.
Beberapa tahun ke depan, gojek sedang fokus menggarap mobile payment yang sedang menarik di Indonesia atau dikenal Fintech. Dengan fokus ini, pengguna bisa banyak merasakan pengalaman membayar hanya lewat aplikasi. Seperti nantinya bisa membayar tagihan listrik, bayar kuliah, beli pulsa dan lain sebagainya.
Ini dia Ambassador cantik Marketeers di Semarang
Setelah mencari beberapa waktu lewat mesin pencari, kami menemukan sedikit tentang profil Rina Mahasiswi Undip juruan Komunikasi tahun 2014 lewat akun Instagram yang berinisial fajrinaaulia. Kalau penasaran, silahkan lihat akun Instagramnya.
..
Tak terasa waktu berbuka pun telah tiba. Sesi terakhir yang ditutup dari Markplus yang memberikan kesimpulannya dari semua sesi hari ini. Di era teknologi sekarang katanya, online dan offline tetaplah harus beriringan. Bagi pemasar, online dan offline harus bisa dikombinasikan.
Tanpa sadar saat ini, saat kita mencari sesuatu lewat mesin pencari, kita akan disodorin pencarian yang direkomendasikan mesin pencari dari apa yang kita jelajah tiap waktu. Ini disebut filter bubble. Maka haruslah berhati-hati saat login akun di komputer orang lain atau tempat umum, seperti warnet. Takutnya, orang yang membuka tahu mengetahui jejak informasi yang kita buka. Kalau positif, nggak masalah sih.
Postingan ini kami tutup sampai di sini. Acara diakhiri pemberian kenang-kenangan kepada para pembicara. Peserta dipersilahkan menikmati santap buka yang sudah disediakan Gojek lewat go-food.
Selamat Hari Media Sosial, warga Semarang! Tidak terasa, setiap tanggal 10 Juni kita kembali diingatkan bagaimana platform digital telah mengubah cara kita menjalani hidup sehari-hari. Bagi kita yang menetap dan tumbuh di Kota Semarang, media sosial bukan lagi sekadar ruang pamer foto estetik, melainkan penggerak utama dari langkah kaki kita di sudut-sudut Kota Atlas. Mengingat momen ini, kami mendadak teringat dengan tulisan kami tepat setahun yang lalu ( Hari Media Sosial 2025: Mal Semarang Jago Main IG ). Saat itu, kami memberikan apresiasi tinggi kepada tim kreatif dan admin mal di Semarang yang makin jempolan mengelola Instagram. Mereka sukses mengubah akun mal menjadi pusat agenda kota yang interaktif, estetik, dan sangat fast response . Kami bahkan menyarankan pentingnya dorongan konten dan strategi digital untuk meramaikan tempat yang sepi. Setahun berselang, di bulan Juni 2026, lanskapnya ternyata sudah melompat jauh lebih ekstrem. Bukan lagi sekadar jago membuat konten agenda...
Piala Dunia 2026 tinggal hitungan jam saat kami menulis halaman ini. Benar-benar sebuah ketidaksengajaan yang berujung jadi konten. Gara-gara sedang berselancar di Instagram dan menemukan unggahan dari akun resmi TVRI Jawa Tengah yang membagikan daftar lokasi nonton bareng (nobar) resmi, kami langsung tergerak untuk membawanya ke blog. Lagi-lagi ini menjadi ide dadakan. Entah kenapa ingatan kami langsung terlempar pada bulan Februari kemarin, saat kami sedang bersepeda santai menuju Car Free Day (CFD) Simpang Lima. Waktu itu, kami sempat berpapasan dengan kampanye promosi berbau Piala Dunia 2026 . Aktor di balik layarnya ternyata masih sama: TVRI Jawa Tengah, sang pemegang hak siar resmi lewat program global mereka yang bertajuk "Bola Gembira" . Karena gelaran sepak bola terakbar ini hanya datang empat tahun sekali, kami pikir tidak ada salahnya ikut memeriahkan euforianya lewat coretan di blog. Apalagi aturan hak siar dan izin nobar sekarang semakin ketat. Membagikan tempat...
Setiap kali melintas dan memotret megahnya bangunan SMC RS Telogorejo Semarang dari luar, terselip tanya dalam hati: kapan ya ada kesempatan untuk menengok bagian dalamnya? Maklum, jika tidak ada kepentingan medis yang mendesak, tentu rasanya canggung untuk sekadar berkunjung. Pucuk dicinta ulam pun tiba. Sebuah momentum menarik datang bersamaan dengan digelarnya sebuah acara yang materinya sangat bersinggungan dengan aktivitas olahraga yang rutin kami geluti. Semesta seakan merestui rasa penasaran kami. Pihak rumah sakit menggelar hajatan besar bertajuk The Spark of Healthy Life: 3 in 1 Mega Seminar & Talkshow 2026 . Begitu pendaftaran dibuka melalui akun Instagram resmi @rs.telogorejo, kami langsung mendaftarkan diri. Beruntung, nama kami lolos kurasi untuk hadir pada hari kedua, Jumat, 22 Mei 2026, yang bertempat di Auditorium Lantai 3 Gedung Cattleya. Namun, tantangan langsung menghadang tepat di hari H. Hujan deras mendadak mengguyur Kota Semarang, memaksa kami untuk menerjang...
Pertengahan tahun di Kota Semarang rasanya belum lengkap kalau belum membahas kompleks PRPP Jawa Tengah di kawasan Anjasmoro. Ya, gelaran pesta rakyat terbesar di Jawa Tengah, Jateng Fair 2026, sudah resmi masuk dalam radar agenda kota bulan ini. Bagi kamu yang sudah mulai mencari tahu kapan event ini dimulai, catat tanggalnya: Jateng Fair 2026 akan berlangsung selama 10 hari, mulai dari tanggal 26 Juni hingga 5 Juli 2026. Format durasi yang lebih padat ini tampaknya kembali dipertahankan oleh pihak penyelenggara, PT PRPP Jawa Tengah. Sama seperti tahun lalu, kebijakan tiket masuk gratis juga kembali diterapkan untuk menarik antusiasme masyarakat secara massal ke area pameran . Namun, perlu dicatat ya! Gratis di sini hanya berlaku untuk memasuki area kompleks pameran dan stan Jateng Fair saja. Bagi kamu yang mengincar keseruan panggung hiburan musiknya, tetap diwajibkan mengantongi tiket masuk berbayar. Dengan target yang dipatok hingga 300 ribu pengunjung, apakah Jateng Fair t...
Setelah euforia hari pertama soft opening berlalu, kami penasaran untuk menjajal nekat bersepeda menuju kawasan POJ City. Tujuannya apalagi kalau bukan melihat langsung mal yang digadang-gadang terbesar di Jawa Tengah, Mal 23 Semarang . Tantangannya tentu lebih seru kali ini karena kami datang dengan cara gowes. Siapa sangka pada Minggu pagi, 24 Mei 2026, kami benar-benar melakukannya. Meski ini bukan kali pertama kami bersepeda ke arah pesisir, tetap saja semangat dan antusiasmenya terasa berbeda karena ada magnet baru di sana. Jika biasanya rute Minggu pagi dihabiskan ke CFD Simpang Lima, kali ini kemudi sepeda kami arahkan menuju kawasan Marina. Jaraknya dari pusat kota sendiri berkisar sekitar 8,7 km. Di media sosial, pembicaraan tentang 23 Semarang Shopping Center memang luar biasa masif. Tidak heran begitu kami tiba di lokasi, suasananya persis seperti yang dibayangkan: ramai dan penuh antusiasme. Beberapa waktu belakangan, tren FOMO (Fear of Missing Out) di Kota Semarang memang...
Comments
Post a Comment