Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Juni 2026

Image
Bulan Juni 2026 kali ini terasa jauh lebih spesial bagi kami. Istimewanya, awal bulan ini jatuh pada hari Senin yang langsung disambut dengan tanggal merah memperingati Hari Lahir Pancasila. Sebuah awal minggu yang tenang sebelum kita kembali bersiap meramaikan berbagai aktivitas di sudut-sudut Kota Atlas. Namun, bukan hanya libur awal bulan yang membuat Juni ini berbeda. Tepat pada tanggal 10 Juni nanti, kita semua akan memperingati Hari Media Sosial. Sebuah momentum yang rasanya sangat lekat dengan keseharian kita saat ini, tak terkecuali bagi masyarakat yang tumbuh, bekerja, dan menetap di Kota Semarang. Oleh karena itu, tema besar yang kami bawa untuk mengantar daftar agenda bulan ini adalah refleksi seputar dunia media sosial lokal. Lompatan Lanskap Digital di Kota Semarang Jika menengok ke belakang dan melakukan kilas balik, lanskap digital di kota ini sudah melompat sangat jauh. Media sosial di Semarang bukan lagi sekadar ruang pamer aktivitas pribadi, tempat pamer foto estetik,...

Fam Trip Blogger, Cara Memasarkan Potensi Wisata Lewat Media Sosial


Tahun ini, Semarang kembali kedatangan bloger dari luar kota. Mereka datang dalam rangka Fam Trip Blogger yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Kota Semarang dan Badan Promosi Pariwisata Kota Semarang (BP2KS).  Tahun 2017 merupakan Fam Trip Blogger kedua kalinya selama kegiatan ini dilaksanakan.

Apa yang dilakukan penyelenggara memang sangat menarik, terlebih lagi kegiatannya berdekatan dengan hari jadi kota Semarang yang tahun ini genap berusia 470 tahun. Kehadiran bloger bukan saja untuk ikut meramaikan HUT kota, tapi juga mengeksplore wisata kota Semarang yang kali ini fokus pada desa wisata.

Menjual potensi wisata lewat media sosial

Fam trip atau familiarization trip beberapa tahun belakangan memang terus dilakukan banyak pihak. Biasanya sebagian besar datang dari Pemerintahan, baik tingkat kota, Provinsi maupun Kementrian, khususnya bidang promosi Pariwisata.

Kami sendiri pernah mengikuti kegiatan seperti ini pada tahun 2013 yang dilaksanakan oleh Provinsi Jawa Tengah. Waktu itu bertajuk Fam Tour, kami mengeksplore Jawa Tengah dengan fokus beberapa kota tertentu. Untuk Semarang sendiri, kami belum pernah. Konten kami sudah terlalu umum untuk mengeksplore kota sendiri.

Melihat kegiatan ini dilakukan oleh bloger, kami berpikir bahwa ini merupakan cara menjual potensi wisata lewat media sosial yang menarik. Saat ini, influencer yang paling komplit untuk urusan media sosial memang adalah bloger. 

Mereka (bloger) bukan hanya jago nulis di blog masing-masing, tapi juga punya pengikut ribuan di beberapa akun personal media sosial mereka seperti Twitter, Instagram, Facebook, dan sebagainya.

Jadi tidak heran ketika media sosial semacam Twitter, hashtag yang digunakan untuk menandai kegiatan mereka bisa menjadi trending Indonesia. Dan mungkin skala dunia.

Momen spesial

Di Semarang sendiri, kegiatan fam trip bloger ini identik dengan hari jadi kota. Mereka didatangkan sebelum hari H dan kemudian diikutkan beberapa agenda acara menyambut perayaan. 

Kami pikir mereka sangat lelah dengan agenda yang sangat padat. Namun fasilitas yang diberikan setidaknya bisa memberi mereka lebih semangat untuk bercerita lewat media sosial.

Cara pemasaran seperti ini, wajib diikuti kota lain di Indonesia

Cara pemasaran seperti ini sudah seharusnya bisa diikuti kota-kota lain. Beberapa kota di Indonesia lewat badan promosi wisatanya sudah sangat gencar melakukan. Bahkan di Semarang sendiri, mereka tak segan mengundang bloger luar negeri. Seperti Fam Trip kali ini yang mengundang bloger Singapura dan Malaysia.

Ada 25 bloger yang diundang kemarin yang hadir dari berbagai daerah. Ternyata kami baru tahu bahwa kota Semarang sendiri juga turut menghadirkan blogernya. Memang tidak sembarang bloger untuk bisa hadir. Spesifiknya lebih ke bloger yang bertema traveling.

Bloger sebagai duta wisata 

Artikel yang kami posting tahun 2016, masih dalam rangka Fam Trip Semarang, kami menyebut bahwa bloger saat ini adalah sebagai duta wisata, khususnya digital.

Mereka bukan saja memasarkan konten wisata yang mereka datangi langsung untuk dibaca masyarakat Indonesia sendiri lewat blog dan media sosial, tapi juga menyasar masyarakat dunia. 

Internet memang tidak memiliki keterbatasan saat ini untuk mendapatkan informasi. Dan bloger sebagai penyedia informasi tentu sangat dipahami oleh pihak-pihak yang menggandeng mereka untuk mengikuti kegiatan bertajuk Fam Trip. Selengkapnya bisa dibaca di sini.

Gambar : Twitter/primahapsari83
...

Kami melihat ini sangat positif, terutama bagi pihak-pihak terkait promosi wisata. Silahkan undang para bloger seperti kota Semarang yang baru-baru ini dilakukan, 5-6 Mei 2017 kemarin.

Selain bertujuan mengangkat potensi wisata lewat kanal digital, mereka bisa merasakan betul bagaimana wisata kota pengundang punya sesuatu yang menarik untuk diberitahukan kepada pengikut mereka di dunia maya.

Kementrian, Provinsi dan Kota sudah melakukannya. Apakah kota tempat tinggal Anda juga tidak ingin melakukannya? 

Artikel terkait :
Informasi Kerjasama
Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap

Comments

Popular posts from this blog

📱 Hari Media Sosial 2026: Antara FOMO Mal 23 & Gramedia Jalma, Serta Gagapnya Manajemen Krisis Digital

🏃‍♂️ Catatan Hari Kedua The Spark of Healthy Life 2026: Mengulas Cedera Olahraga Bersama Para Ahli

⚽️ Berburu Lokasi Nobar Resmi Piala Dunia 2026 di Kota Semarang: Siasat Hotel "Ganti Baju" hingga Markas Instansi

🎡 Agenda Jateng Fair 2026: Kembali Hadir 10 Hari dengan Tiket Masuk Gratis, Apa yang Baru?

🚲 Gowes ke Mal 23 Semarang: Di Mana Tempat Parkir Sepedanya?