Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan April 2026

Image
Memasuki bulan April yang jatuh pada hari Rabu, suasana Semarang biasanya mulai bertransisi. Jika Maret lalu kita khusyuk dengan momen Ramadan dan Idulfitri, bulan ini kota ini terasa kembali bergairah dengan deretan acara yang lebih "berwarna". Hari ini cuaca Kota Semarang terpantau cerah. Entah apakah ini pertanda bahwa musim hujan telah berakhir dan Semarang kembali ke "setelan awal"—yang katanya, tiap orang yang tinggal di sini punya matahari sendiri-sendiri saking panasnya. Suara-suara tentang panasnya Semarang terdengar seru namun terkadang juga haru, terutama bagi mereka yang baru merantau atau tinggal di sini. Padahal, jika mau jujur dan realistis, masih ada kota lain yang jauh lebih panas dibanding Semarang. Menghadapi cuaca dan kondisi ekonomi saat ini memang perlu strategi; tetap kreatif tanpa harus membuat diri sendiri burnout atau kelelahan. Tema Besar: Perempuan Berdaya Jika melihat cover yang kami sematkan di halaman ini, tebakanmu benar bahwa tema ...

Fam Trip Blogger, Cara Memasarkan Potensi Wisata Lewat Media Sosial


Tahun ini, Semarang kembali kedatangan bloger dari luar kota. Mereka datang dalam rangka Fam Trip Blogger yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Kota Semarang dan Badan Promosi Pariwisata Kota Semarang (BP2KS).  Tahun 2017 merupakan Fam Trip Blogger kedua kalinya selama kegiatan ini dilaksanakan.

Apa yang dilakukan penyelenggara memang sangat menarik, terlebih lagi kegiatannya berdekatan dengan hari jadi kota Semarang yang tahun ini genap berusia 470 tahun. Kehadiran bloger bukan saja untuk ikut meramaikan HUT kota, tapi juga mengeksplore wisata kota Semarang yang kali ini fokus pada desa wisata.

Menjual potensi wisata lewat media sosial

Fam trip atau familiarization trip beberapa tahun belakangan memang terus dilakukan banyak pihak. Biasanya sebagian besar datang dari Pemerintahan, baik tingkat kota, Provinsi maupun Kementrian, khususnya bidang promosi Pariwisata.

Kami sendiri pernah mengikuti kegiatan seperti ini pada tahun 2013 yang dilaksanakan oleh Provinsi Jawa Tengah. Waktu itu bertajuk Fam Tour, kami mengeksplore Jawa Tengah dengan fokus beberapa kota tertentu. Untuk Semarang sendiri, kami belum pernah. Konten kami sudah terlalu umum untuk mengeksplore kota sendiri.

Melihat kegiatan ini dilakukan oleh bloger, kami berpikir bahwa ini merupakan cara menjual potensi wisata lewat media sosial yang menarik. Saat ini, influencer yang paling komplit untuk urusan media sosial memang adalah bloger. 

Mereka (bloger) bukan hanya jago nulis di blog masing-masing, tapi juga punya pengikut ribuan di beberapa akun personal media sosial mereka seperti Twitter, Instagram, Facebook, dan sebagainya.

Jadi tidak heran ketika media sosial semacam Twitter, hashtag yang digunakan untuk menandai kegiatan mereka bisa menjadi trending Indonesia. Dan mungkin skala dunia.

Momen spesial

Di Semarang sendiri, kegiatan fam trip bloger ini identik dengan hari jadi kota. Mereka didatangkan sebelum hari H dan kemudian diikutkan beberapa agenda acara menyambut perayaan. 

Kami pikir mereka sangat lelah dengan agenda yang sangat padat. Namun fasilitas yang diberikan setidaknya bisa memberi mereka lebih semangat untuk bercerita lewat media sosial.

Cara pemasaran seperti ini, wajib diikuti kota lain di Indonesia

Cara pemasaran seperti ini sudah seharusnya bisa diikuti kota-kota lain. Beberapa kota di Indonesia lewat badan promosi wisatanya sudah sangat gencar melakukan. Bahkan di Semarang sendiri, mereka tak segan mengundang bloger luar negeri. Seperti Fam Trip kali ini yang mengundang bloger Singapura dan Malaysia.

Ada 25 bloger yang diundang kemarin yang hadir dari berbagai daerah. Ternyata kami baru tahu bahwa kota Semarang sendiri juga turut menghadirkan blogernya. Memang tidak sembarang bloger untuk bisa hadir. Spesifiknya lebih ke bloger yang bertema traveling.

Bloger sebagai duta wisata 

Artikel yang kami posting tahun 2016, masih dalam rangka Fam Trip Semarang, kami menyebut bahwa bloger saat ini adalah sebagai duta wisata, khususnya digital.

Mereka bukan saja memasarkan konten wisata yang mereka datangi langsung untuk dibaca masyarakat Indonesia sendiri lewat blog dan media sosial, tapi juga menyasar masyarakat dunia. 

Internet memang tidak memiliki keterbatasan saat ini untuk mendapatkan informasi. Dan bloger sebagai penyedia informasi tentu sangat dipahami oleh pihak-pihak yang menggandeng mereka untuk mengikuti kegiatan bertajuk Fam Trip. Selengkapnya bisa dibaca di sini.

Gambar : Twitter/primahapsari83
...

Kami melihat ini sangat positif, terutama bagi pihak-pihak terkait promosi wisata. Silahkan undang para bloger seperti kota Semarang yang baru-baru ini dilakukan, 5-6 Mei 2017 kemarin.

Selain bertujuan mengangkat potensi wisata lewat kanal digital, mereka bisa merasakan betul bagaimana wisata kota pengundang punya sesuatu yang menarik untuk diberitahukan kepada pengikut mereka di dunia maya.

Kementrian, Provinsi dan Kota sudah melakukannya. Apakah kota tempat tinggal Anda juga tidak ingin melakukannya? 

Artikel terkait :
Informasi Kerjasama
Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap

Comments

Popular posts from this blog

☕ Mencicipi Coco Latte: Saat Hydro Coco dan Anomali Coffee "Salaman" di Pelataran MAJT

📌 Agenda Kota Semarang Bulan April 2026

🏥 Menjelajahi Lantai 3 Cardea Semarang: Zona 'Recovery' yang Naik Kelas

♻️ Jangan Dibuang! Jejak Karbon di Balik Kotak Nasi Buka Puasa Masjid Agung Jawa Tengah

📱 Dilema Android Lawas di Tahun 2026: Mengapa Versi OS Kini Lebih Penting daripada Sekadar Merek Hape