Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan April 2026

Image
Memasuki bulan April yang jatuh pada hari Rabu, suasana Semarang biasanya mulai bertransisi. Jika Maret lalu kita khusyuk dengan momen Ramadan dan Idulfitri, bulan ini kota ini terasa kembali bergairah dengan deretan acara yang lebih "berwarna". Hari ini cuaca Kota Semarang terpantau cerah. Entah apakah ini pertanda bahwa musim hujan telah berakhir dan Semarang kembali ke "setelan awal"—yang katanya, tiap orang yang tinggal di sini punya matahari sendiri-sendiri saking panasnya. Suara-suara tentang panasnya Semarang terdengar seru namun terkadang juga haru, terutama bagi mereka yang baru merantau atau tinggal di sini. Padahal, jika mau jujur dan realistis, masih ada kota lain yang jauh lebih panas dibanding Semarang. Menghadapi cuaca dan kondisi ekonomi saat ini memang perlu strategi; tetap kreatif tanpa harus membuat diri sendiri burnout atau kelelahan. Tema Besar: Perempuan Berdaya Jika melihat cover yang kami sematkan di halaman ini, tebakanmu benar bahwa tema ...

Ini Logo HUT Kota Semarang yang Ke 470


Bulan Mei 2017, Kota Semarang merayakan hari jadinya yang ke 470 tahun. Sebuah logo sudah dibuatkan hasil dari kolaborasi AIDIA Chapter Semarang dan Pemkot Semarang melalui Semarang Digital Kreatif atau SDK yang menggelar lomba mendesain logo yang bertajuk "Kado Logo 470". Sudah lihat hasilnya?

Seperti tahun lalu kami memposting tentang logo HUT kota Semarang yang ke 469, tahun ini pun kami kembali memposting artikel yang sama. Tujuan kami sederhana yaitu memberitahu kamu yang belum tahu. Karena menurut kami, masih banyak orang-orang yang tidak tahu tentang logo ini.

Tentang Logo 470

Logo ini sudah kami publish di akun official Instagram dotsemarang saat acara pameran buku bulan April ini. Waktu itu logo 470 sudah resmi digunakan dalam berbagai kegiatan, termasuk seperti gambar yang kami taruh di bawah ini.

A post shared by Dot Semarang (@dotsemarang) on

Pemenang logo ini adalah hasil karya dari Syamsur Rohman Syarofi, warga Desa Kedokanagung, Kecamatan Kedokan Bunder, Kabupaten Indramayu.

Soal filosofi logo ini sendiri, mengutip dari majalahopini.com, logo yang berbentuk seperti gunungan ini terinspirasi dari flora dan fauna endemik kota Semarang yaitu Asam dan Burung Kuntul. Pemilihan flora dan fauna tersebut adalah sebagai bentuk promosi atau pengenalan bagi generasi muda khususnya warga Semarang dan umumnya masyarakat Indonesia. 

Asam, atau pohon asam, merupakan tumbuhan yang tidak asing bagi warga Semarang, karena dari pohon inilah nama Semarang berasal (Asem Arang). Sementara Burung Kuntul sendiri merupakan fauna endemik kota Semarang. 

Warna Merah dalam logo melambangkan kejayaan atau kemakmuran serta kerja keras warganya dan mencintai kota Semarang, dan warna Putih melambangkan kesucian niat membangun Kota Semarang dan penuh keramahan.

...

Kalau kamu membaca lanjutan dari website majalahopini (di atas), logo ini mendapat kritikan. Namun dari pihak penyelenggara sendiri sudah memberikan penjelasan dan hasilnya logo ini sudah banyak dipakai diberbagai aktivitas yang berhubungan dengan hari ulang tahun kota Semarang. 

Logo ini sendiri juga sudah ditetapkan Walikota Semarang Hendrar Prihadi pada tanggal 31 Maret 2017 sebagai trademark HUT Kota Semarang.

AIDIA sendiri merupakan Asosiasi Profesional Desain Komunikasi Visual Indonesia. Untuk chapter Semarang sendiri mereka diresmikan tahun 2015. Sekarang kamu sudah tahu kan tentang logo HUT kota Semarang yang ke 470 ini.

Gambar atas : screenshot instagram pemkot Semarang

Artikel terkait :

Informasi Kerjasama
Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap

Comments

Popular posts from this blog

☕ Mencicipi Coco Latte: Saat Hydro Coco dan Anomali Coffee "Salaman" di Pelataran MAJT

📌 Agenda Kota Semarang Bulan April 2026

🏥 Menjelajahi Lantai 3 Cardea Semarang: Zona 'Recovery' yang Naik Kelas

♻️ Jangan Dibuang! Jejak Karbon di Balik Kotak Nasi Buka Puasa Masjid Agung Jawa Tengah

📱 Dilema Android Lawas di Tahun 2026: Mengapa Versi OS Kini Lebih Penting daripada Sekadar Merek Hape