Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan April 2026

Image
Memasuki bulan April yang jatuh pada hari Rabu, suasana Semarang biasanya mulai bertransisi. Jika Maret lalu kita khusyuk dengan momen Ramadan dan Idulfitri, bulan ini kota ini terasa kembali bergairah dengan deretan acara yang lebih "berwarna". Hari ini cuaca Kota Semarang terpantau cerah. Entah apakah ini pertanda bahwa musim hujan telah berakhir dan Semarang kembali ke "setelan awal"—yang katanya, tiap orang yang tinggal di sini punya matahari sendiri-sendiri saking panasnya. Suara-suara tentang panasnya Semarang terdengar seru namun terkadang juga haru, terutama bagi mereka yang baru merantau atau tinggal di sini. Padahal, jika mau jujur dan realistis, masih ada kota lain yang jauh lebih panas dibanding Semarang. Menghadapi cuaca dan kondisi ekonomi saat ini memang perlu strategi; tetap kreatif tanpa harus membuat diri sendiri burnout atau kelelahan. Tema Besar: Perempuan Berdaya Jika melihat cover yang kami sematkan di halaman ini, tebakanmu benar bahwa tema ...

Tren Blogger Semarang : Perempuan dan Emak-emak Blogger


Generasi penerus blogger Semarang ternyata tidak berhenti. Kini, keberadaan mereka sudah ada di mana-mana, terutama event. Dan menurut saya, generasi ini lebih banyak beban sebenarnya.

Harus saya akui, semakin memudarnya komunitas blogger di Indonesia (bisa dihitung yang masih aktif) saat ini, telah hadir berbagai komunitas blogger perempuan di beberapa kota. Keberadaan perempuan yang didominasi emak-emak ini semakin menarik buat saya.

Saya sangat senang dengan kehadiran blogger perempuan yang didominasi emak-emak. Istilah emak-emak ini sendiri terinspirasi dari komunitas blogger perempuan Indonesia (KEB) yang lebih dulu berdiri pada tahun 2012. Ya, mereka dapat dilihat di sini. KEB inilah yang menjadi inspirasi semua blogger perempuan di kota-kota lain, menurut saya.

Seiring waktu, anggota mereka juga terus bertambah. Pusatnya memang sepertinya di Jakarta bila melihat berbagai kegiatan mereka, dan mungkin karena banyak yang terinspirasi, makanya di beberapa kota banyak juga buat yang sama.

Gandjel Rel

Cikal bakal bertumbuhnya perempuan-perempuan di Semarang menyukai aktivitas blogging di mulai dari sini. Komunitas yang sudah setahun lebih berdiri ini menjadi wadah buat mereka terus bertemu dan berbagi. Saya sendiri pas acara ultah turut hadir tentunya.

Nama-nama seperti Rahmi, Dewi, dan Uniek, adalah ketiga nama yang cukup populer menurut saya. Kalau Dewi sendiri mungkin banyak yang lebih kenal mengingat karyanya lewat Anak Kos Dodol yang sudah pernah diangkat ke layar lebar. Yang pasti sebagian dari mereka ini sudah memiliki banyak karya yang keren-keren.


Semakin eksis

Mereka sama seperti blogger pada umumnya. Mereka menggunakan gadget untuk berbagai keperluan seperti memotret dan bersocial media. Mereka sering datang ke berbagai acara karna banyak brand yang tertarik kepada generasi ini.

Baru-baru ini saya mengikuti kegiatan mereka yang diundang untuk mencicipi menu kuliner dari 3 tempat sekaligus. Mereka sangat ramai dan sangat bersemangat. Namanya juga perempuan, soal makanan sepertinya memang mereka lebih baik dari saya.


Soal beban yang saya bahas di awal itu lebih soal kewajiban sebagian blogger perempuan dalam berumah tangga. Mereka masih bisa memanage waktu dan berkegiatan. Ini adalah semangat yang luar biasa menurut saya. 

Mereka semakin eksis tentu ini menjadi berita baik bahwa blogger Semarang terus beregenerasi. Bila biasanya generasi berganti dari yang tua ke muda, ini tidak dengan mereka. Sebagian memang ada yang muda dan sebagian lagi memang benar-benar emak-emak.

Blogger laki

Saya tidak melulu sendiri diantara para blogger perempuan di Semarang saat menghadiri acara. Ada Nuno, salah satu penyiar kondang radio di Semarang yang juga terus eksis. Beberapa teman komuntitas Loenpia juga sering turun gunung. Terakhir ada pakde Dwi yang ternyata masih bersemangat ikutan.

Meski begitu, blogger laki yang dari Semarang tidaklah banyak. Beberapa kali ada blogger laki yang ikutan acara, terkadang dari luar kota. Saya mengerti situasinya.

Saya berharap, semakin banyak blogger laki yang turut hadir meski saya tahu ini soal undangan. Banyak blogger di Semarang namun terkadang blognya yang kurang aktif. Atau memang sudah begitu sibuk dengan aktivitas masing-masing.

...

Saya melihat satu fenomena menarik yang berhubungan dengan blogger terutama di Indonesia dan khususnya juga di Semarang yaitu, semakin banyak blogger perempuan yang semakin eksis. Dan sebagian besar dihuni oleh perempuan yang sudah berumah tangga. Mau muda atau tua, yang pasti sangat antusias terhadap dunia blogging tanah air.

Seperti roda kehidupan yang terus berputar, kadang di atas dan kadang di bawah. Begitu pula komunitas blogger juga. Saat ini, mari kita dukung keberadaan mereka untuk terus menjadi blogger yang menghasilkan konten - konten yang bermanfaat. Tapi ingat, kewajiban jangan dilupakan ya mak.


Bagaimana dengan tempat tinggal Anda? Adakah komunitas blogger perempuan juga atau beberapa blogger perempuan yang sangat eksis. Oh ya, mereka sangat update lho dengan perkembangan Internet.

Artikel terkait :
...

Informasi Kerjasama

Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap

Comments

  1. Hedew...mbahas mamah-mamah muda nih :p

    ReplyDelete
  2. Ndak semua mamah loh...
    Ada yg amah juga... Hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pastinya,
      tapi generasi emak2 yang lebih bisa membangkitkan semangat blogger perempuan

      Delete
  3. Wah ini tinggal nunggu di kota malang :D semoga aja cepet cepet ada hohoh

    ReplyDelete
  4. Kapan nih ada lagi, hehe.. pengen banget ikutan, asal masih di area jawa timur sih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau di sana, kami kurang tahu. Terima kasih sudah berkunjung

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

☕ Mencicipi Coco Latte: Saat Hydro Coco dan Anomali Coffee "Salaman" di Pelataran MAJT

📌 Agenda Kota Semarang Bulan April 2026

🏥 Menjelajahi Lantai 3 Cardea Semarang: Zona 'Recovery' yang Naik Kelas

♻️ Jangan Dibuang! Jejak Karbon di Balik Kotak Nasi Buka Puasa Masjid Agung Jawa Tengah

📱 Dilema Android Lawas di Tahun 2026: Mengapa Versi OS Kini Lebih Penting daripada Sekadar Merek Hape