Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan April 2026

Image
Memasuki bulan April yang jatuh pada hari Rabu, suasana Semarang biasanya mulai bertransisi. Jika Maret lalu kita khusyuk dengan momen Ramadan dan Idulfitri, bulan ini kota ini terasa kembali bergairah dengan deretan acara yang lebih "berwarna". Hari ini cuaca Kota Semarang terpantau cerah. Entah apakah ini pertanda bahwa musim hujan telah berakhir dan Semarang kembali ke "setelan awal"—yang katanya, tiap orang yang tinggal di sini punya matahari sendiri-sendiri saking panasnya. Suara-suara tentang panasnya Semarang terdengar seru namun terkadang juga haru, terutama bagi mereka yang baru merantau atau tinggal di sini. Padahal, jika mau jujur dan realistis, masih ada kota lain yang jauh lebih panas dibanding Semarang. Menghadapi cuaca dan kondisi ekonomi saat ini memang perlu strategi; tetap kreatif tanpa harus membuat diri sendiri burnout atau kelelahan. Tema Besar: Perempuan Berdaya Jika melihat cover yang kami sematkan di halaman ini, tebakanmu benar bahwa tema ...

Ikutan Talk Show Bareng Isabelle Boon di Tekodeko


Senin sore (19/9) bertempat di Tekodeko, Isabelle Boon mengisi acara yang diadakan di tempat di mana ia memamerkan hasil karyanya yang bisa Anda lihat di sini.

Siapa Isabelle, hingga dotsemarang mau menuliskannya di sini? Isabelle Boon adalah fotografer wanita asal Belanda yang berusia 44 tahun.

dotsemarang bertemu dengannya saat ia berbicara tentang pengalamannya terkait hasil karyanya di depan peserta yang hadir. Beberapa orang yang saya tahu merupakan para penggiat Kota Lama, termasuk budayawan. Lainnya ada dari mahasiswa.

Acara yang dipandu oleh pentolan komunitas Lopen, Yogi, memang kesannya lebih santai meski dikemas dengan talk show. Selama acara, Isabelle yang terus mencoba berbahasa Indonesia meski terpatah-patah ini lebih banyak berkomunikasi dengan peserta menggunakan bahasa Inggris.

Jadi mohon maaf, dotsemarang tidak banyak dapat menerjemahkan isi acara secara baik lewat postingan ini di sini.

Tapi untungnya, saya menemukan artikel dari suaramerdeka yang isinya kurang persis sama dengan pembahasan selama acara. Link originalnya bisa dilihat di sini.

Isabelle yang membawa 27 karya foto untuk dipamerkan bercerita tentang kehidupan diantara bangunan-bangunan yang nyaris roboh, tidak terawat, maupun upaya konservasi yang dilakukan di Kota Lama.

Seperti, aktivitas para penjual ayam di Jalan Kepodang, tawa anak-anak di antara tumpukan kain bekas, reruntuhan bangunan yang termakan usia dan rob, pengepul botol dan barang bekas.

Foto-foto yang dipamerkan dibuat beberapa bulan sebelumnya. Dia mendapat informasi tentang Kawasan Kota Lama di Semarang saat berada di Jakarta dan langsung berencana untuk mengunjunginya.


Isabelle menyadari, pada karya yang berhubungan dengan kemanusiaan (human interest), dia harus ”mendekat” pada mereka yang difoto. Karena itu, lulusan Hogeschool voor de Kunsten Utrecht tersebut berupaya sedekat mungkin dengan penghuni atau pemilik bangunan.

Pameran ini mengawali agenda serupa di Jakarta dan sekaligus peluncuran bukunya November nanti. Selain Kota Lama, Isabelle memang juga membuat foto di Kota Tua.

Artikel terkait :
...

Informasi Kerjasama

Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap

Comments

  1. Aishh keren yaa Isabelle peduli pada Semarang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyah.
      Semoga kita semua peduli dengan tempat yang kita tinggali

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

☕ Mencicipi Coco Latte: Saat Hydro Coco dan Anomali Coffee "Salaman" di Pelataran MAJT

📌 Agenda Kota Semarang Bulan April 2026

🏥 Menjelajahi Lantai 3 Cardea Semarang: Zona 'Recovery' yang Naik Kelas

♻️ Jangan Dibuang! Jejak Karbon di Balik Kotak Nasi Buka Puasa Masjid Agung Jawa Tengah

📱 Dilema Android Lawas di Tahun 2026: Mengapa Versi OS Kini Lebih Penting daripada Sekadar Merek Hape