Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Juni 2026

Image
Bulan Juni 2026 kali ini terasa jauh lebih spesial bagi kami. Istimewanya, awal bulan ini jatuh pada hari Senin yang langsung disambut dengan tanggal merah memperingati Hari Lahir Pancasila. Sebuah awal minggu yang tenang sebelum kita kembali bersiap meramaikan berbagai aktivitas di sudut-sudut Kota Atlas. Namun, bukan hanya libur awal bulan yang membuat Juni ini berbeda. Tepat pada tanggal 10 Juni nanti, kita semua akan memperingati Hari Media Sosial. Sebuah momentum yang rasanya sangat lekat dengan keseharian kita saat ini, tak terkecuali bagi masyarakat yang tumbuh, bekerja, dan menetap di Kota Semarang. Oleh karena itu, tema besar yang kami bawa untuk mengantar daftar agenda bulan ini adalah refleksi seputar dunia media sosial lokal. Lompatan Lanskap Digital di Kota Semarang Jika menengok ke belakang dan melakukan kilas balik, lanskap digital di kota ini sudah melompat sangat jauh. Media sosial di Semarang bukan lagi sekadar ruang pamer aktivitas pribadi, tempat pamer foto estetik,...

Ada yang Menarik Saat Salat Idul Adha di Masjid Agung Jawa Tengah Tahun 2016


Hampir tiap tahun saya melaksanakan solat Idul Adha di masjid Agung Jawa Tengah. Selain sebagai salah satu masjid terbesar di Jateng, lokasinya dekat dengan rumah. Tahun ini saya kembali solat di sini. Dan ada yang menarik kali ini menurut saya.

Gema takbir sudah saling bersahut-sahutan di langit. Seperti biasa, jalanan Gajah Raya tampak macet karena jamaah yang sangat banyak ingin segera menuju masjid. Masjid Agung Jawa Tengah atau MAJT memang memiliki daya tampung yang besar, kira-kira dapat diisi hingga puluhan ribu.

Buklet khotbah

Ini yang menurut saya menarik tahun ini. Buklet atau buku yang berisi 12 halaman ini dibagikan cuma-cuma pada masyarakat yang hadir untuk melaksanakan salat Ied Idul Adha pada senin pagi (12/9).


Panitia cukup semangat menghampiri masyarakat dan membagikannya. Saya sendiri mendapatkannya juga. Saat melihat isinya ternyata sama persis dengan apa yang disampaikan khotib yang bertindak kali ini adalah Prof. Dr. H. Mohammad Nasir, Ph.D., Ak. yang merupakan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia.

Buklet ini semacam panduan umat muslim yang bukan saja dapat menjadi informasi tapi juga mengingatkan apa yang telah disampaikan di khutbah salat Idul Adha tahun ini. 

TV LCD layar lebar

Selain buklet, ada juga televisi layar lebar yang menurut saya juga menarik. TV tersebut menampilkan suasana selama salat berlangsung. Terlebih saat khotib berkutbah yang ditampilkan sehingga jamaah belakang bisa melihat lebih jelas.



Sisi marketing

Saya berpikir lain tentang kedua media yang digunakan saat salat idul Adha, terutama sisi marketing dan buklet yang diberikan cuma-cuma.

MAJT memiliki organisasi remaja Masjid Agung Jawa Tengah atau RismaJT. Mereka juga aktif di media sosial seperti Twitter dan Instagram. Dan buat saya itu keren sekali sudah memanfaatkan media sosial.


Saya melihatnya, mereka adalah ujung tombak komunikasi dan promosi dari MAJT yang diisi generasi muda. Ingat, generasi saat ini dikuasai generasi Millenials yang berusia 18-35 tahun. Dimana generasi ini sangat melek teknologi.

Sampai tulisan ini dibuat, akun twitter mereka (RismaJT) diikuti sekitar 168 followers. Seharusnya, mereka dapat membangun pengikut lebih banyak bila melihat momen besar seperti salat Idul Adha yang selalu dihadiri puluhan ribu jamaah.

Sayangnya, sisi marketing tidak dimanfaatkan oleh RismaJT pada buklet kali ini. Andai saja, satu halaman kosong bisa ditambah, Risma dapat mengenalkan organisasi mereka diantara isi khotbah. Bisa diisi akun media sosial, kegiatan atau daftar pengurus organisasi. Yang penting sih media sosial, menurut saya.

...

Bila melihat kemasan buklet (cover) diisi promosi iklan sebuah bank, RismaJT sepertinya bisa juga melakukan promosi. Mereka bisa membangun informasi lewat pengikut yang banyak di akun media sosial.

Tapi, mungkin juga space itu tidak diberi oleh pihak terkait acara yang juga memproduksi buklet. Kita tidak tahu, ini hanya pendapat saya saja. Semoga tahun depan, atau periode selanjutnya, RismaJT dapat memanfaatkan momen atau event untuk membangun sisi marketing mereka.

Bagaimana pendapat Anda? 

Artikel terkait :
...

Informasi Kerjasama

Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

📱 Hari Media Sosial 2026: Antara FOMO Mal 23 & Gramedia Jalma, Serta Gagapnya Manajemen Krisis Digital

⚽️ Berburu Lokasi Nobar Resmi Piala Dunia 2026 di Kota Semarang: Siasat Hotel "Ganti Baju" hingga Markas Instansi

🏃‍♂️ Catatan Hari Kedua The Spark of Healthy Life 2026: Mengulas Cedera Olahraga Bersama Para Ahli

🎡 Agenda Jateng Fair 2026: Kembali Hadir 10 Hari dengan Tiket Masuk Gratis, Apa yang Baru?

🚲 Gowes ke Mal 23 Semarang: Di Mana Tempat Parkir Sepedanya?