Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Juni 2026

Image
Bulan Juni 2026 kali ini terasa jauh lebih spesial bagi kami. Istimewanya, awal bulan ini jatuh pada hari Senin yang langsung disambut dengan tanggal merah memperingati Hari Lahir Pancasila. Sebuah awal minggu yang tenang sebelum kita kembali bersiap meramaikan berbagai aktivitas di sudut-sudut Kota Atlas. Namun, bukan hanya libur awal bulan yang membuat Juni ini berbeda. Tepat pada tanggal 10 Juni nanti, kita semua akan memperingati Hari Media Sosial. Sebuah momentum yang rasanya sangat lekat dengan keseharian kita saat ini, tak terkecuali bagi masyarakat yang tumbuh, bekerja, dan menetap di Kota Semarang. Oleh karena itu, tema besar yang kami bawa untuk mengantar daftar agenda bulan ini adalah refleksi seputar dunia media sosial lokal. Lompatan Lanskap Digital di Kota Semarang Jika menengok ke belakang dan melakukan kilas balik, lanskap digital di kota ini sudah melompat sangat jauh. Media sosial di Semarang bukan lagi sekadar ruang pamer aktivitas pribadi, tempat pamer foto estetik,...

Bisnis & Selera Penonton: 2 Film Baru Indonesia Ini Tidak Diputar Pekan Ini di Semarang


Pekan ini, dua film Indonesia baru tidak tayang di bioskop Semarang. Kejadian yang tidak sekali dua kali ini membuat saya dan beberapa lainnya sedikit kecewa karena tidak mendapat jatah film baru. Apakah ini karna selera pasar atau karna soal bisnis.

Film Indonesia seperti Ada Apa Dengan Cinta 2 dan My Stupid Boss masih bertahan hingga hari kamis (9/6). Lainnya ada film Surga Menanti yang juga turut dipertahankan hingga kamis, sayang hari jumatnya filmnya sudah terdepak dan diganti dengan film Hollywood.

Mengikuti selera penonton atau bisnis semata

Saya sangat senang bila antusias film Indonesia di Semarang selalu ramai, bioskop tidak sepi, antrian yang super panjang dan pegawai yang semua super sibuk karna mengurusi penonton.


Namun sisi lain, perasaan kecewa juga kerap kali menghampiri saat film-film baru yang seharusnya masuk ke dalam daftar film di Semarang ternyata tidak ada. Padahal sudah dinanti kehadirannya.

Cukup mengejutkan memang masih melihat 3 film Indonesia yang masih bertahan kamis ini. Apakah selera penonton di Semarang benar-benar mempengaruhi ketiganya tetap bertahan. Bila iya, solusinya adalah jadwal film salah satunya cukup diberi 1 teater dengan pemutaran full. Biarkan film baru masuk dan kembali meramaikan daftar film Indonesia.

Mengikuti pasar memang penting, tapi jangan lupakan pasar penonton lain yang menunggu jadwal film baru. Bila ini soal bisnis semata, ya bioskop benar-benar menyulitkan penontonnya kali ini.

Apakah ada biaya untuk dapat mengatur jadwal biar masuk saat ada film lain yang masih punya minat tinggi? Mengapa film luar bisa tembus sedangkan film Indonesia tidak. Pertanyaan yang tidak dapat dijawab oleh saya yang hanya sebagai penonton film.

Harusnya sama rata

2 Film Indonesia yang seharusnya masuk ke seluruh bioskop tanah air adalah film Dubsmash dan film Pontien: Pontianak Untold Story. Tapi sayangnya, keduanya tidak masuk ke Semarang yang biasanya menaruh film baru di Cinema XXI yang berada di mal Ciputra. Bagi saya, bioskop ini sudah semacam mendapat branding bahwa hanya di sini film Indonesia diputar.

Kedua film baru yang tidak tayang sering kali wara-wiri di layar bioskop sebelum film utama tayang. Lewat trailer, keduanya memberitahu bahwa film mereka akan segera diputar tanggal sekian. Apakah ini juga karna kekurangan layar?

Jatah film luar

Masuknya film Hollywood seperti The Conjuring 2 (jumat) dan Now You See Mee 2 (kamis), seakan mempertegas bahwa kedua film baru Indonesia kurang menguntungkan dari segi penonton. Lagi-lagi tetap saja ini juga berhubungan dengan bisnis. Sangat disayangkan memang.


...

Sebagai salah satu kota besar di Indonesia, Semarang tidak patut dikesampingkan memang. Cukup disayangkan saja bahwa kejadian seperti ini selalu terjadi. Apalagi filmnya sudah dinanti.

Jika sudah berbicara bisnis, mau tidak mau saya hanya bisa pasrah. Saya tidak akan pergi ke luar kota untuk mengejar film baru tersebut karna dari awal Kofindo dibuat untuk menyemangati bioskop dan penonton Semarang.

Semoga lain waktu tidak akan terjadi lagi, dan penonton di sini dapat menikmati seperti lainnya. Memang kebijakan bukan ditangan penonton, tapi karna penonton juga film Indonesia lebih dihargai karna tidak sepi.

Artikel terkait :
...

Informasi Kerjasama

Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap

Comments

Popular posts from this blog

📱 Hari Media Sosial 2026: Antara FOMO Mal 23 & Gramedia Jalma, Serta Gagapnya Manajemen Krisis Digital

⚽️ Berburu Lokasi Nobar Resmi Piala Dunia 2026 di Kota Semarang: Siasat Hotel "Ganti Baju" hingga Markas Instansi

🏃‍♂️ Catatan Hari Kedua The Spark of Healthy Life 2026: Mengulas Cedera Olahraga Bersama Para Ahli

🎡 Agenda Jateng Fair 2026: Kembali Hadir 10 Hari dengan Tiket Masuk Gratis, Apa yang Baru?

🚲 Gowes ke Mal 23 Semarang: Di Mana Tempat Parkir Sepedanya?