Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Juni 2026

Image
Bulan Juni 2026 kali ini terasa jauh lebih spesial bagi kami. Istimewanya, awal bulan ini jatuh pada hari Senin yang langsung disambut dengan tanggal merah memperingati Hari Lahir Pancasila. Sebuah awal minggu yang tenang sebelum kita kembali bersiap meramaikan berbagai aktivitas di sudut-sudut Kota Atlas. Namun, bukan hanya libur awal bulan yang membuat Juni ini berbeda. Tepat pada tanggal 10 Juni nanti, kita semua akan memperingati Hari Media Sosial. Sebuah momentum yang rasanya sangat lekat dengan keseharian kita saat ini, tak terkecuali bagi masyarakat yang tumbuh, bekerja, dan menetap di Kota Semarang. Oleh karena itu, tema besar yang kami bawa untuk mengantar daftar agenda bulan ini adalah refleksi seputar dunia media sosial lokal. Lompatan Lanskap Digital di Kota Semarang Jika menengok ke belakang dan melakukan kilas balik, lanskap digital di kota ini sudah melompat sangat jauh. Media sosial di Semarang bukan lagi sekadar ruang pamer aktivitas pribadi, tempat pamer foto estetik,...

Review Film My Stupid Boss


Film yang disutradarai Upi ini Rilis secara resmi diseluruh bioskop Indonesia tanggal 19 Mei 2016. Durasinya pun tak tanggung-tanggung, 108 menit alias 1 jam 48 menit.

Ciri khas film yang diproduksi Falcon Pictures selalu identik dengan full color, meriah dan gambar yang bagus. Filmnya pun selalu dikemas dengan sesuatu yang menarik. Termasuk film terbaru mereka bulan ini.

Diangkat dari sebuah novel

Ceritanya tentu sudah pakem, tidak jauh berbeda dengan versi novelnya. Ini hanya soal kemasan saja. Buat penggemar novelnya tentu ini menjadi rasa penasaran mendalam. Apalagi para pemainnya yang terbilang pemain papan atas tanah air, Reza Rahardian dan Bunga Citra Lestari.




Genre Drama Komedi

Dibintangi oleh pemain non-komedian, film ini sukses mengocok perut penonton. Meski begitu, beberapa bagian ada yang membuat saya tidak tertawa sama sekali. Padahal penonton pada ketawa.

Suasana yang dibangkitkan inginnya komedi, tapi ekspresi yang didapat kadang hanya membuat saya diam. Apaan sih, pikir saya. Mungkin karena terlanjur dibuat jengkel dengan kelakuan boss dan gestur yang memang tidak lucu.

Filmnya benar-benar fokus pada kedua pemain utama. Sedikit bumbu rumah tangga, suasana kota, rekan kerja, tetangga dan perdebatan antara karyawan dan bos.


Alur cerita

Seorang wanita yang harus mengikuti suami berpindah-pindah tempat kerja dan mulai resah karena tidak beraktivitas selama 3 bulan di tempat tinggal barunya. Suami, seorang konsultan yang kerjaannya dihandle dari rumah.

Akhirnya, sang istri mendapatkan pekerjaan karena relasi suami dan boss. Di sinilah, alur cerita dimulai. Perdebatan-perdebatan kecil hingga besar diramu dengan suasana ruangan kantor dan beberapa karyawan.

Jam pertama film ini tayang di bioskop Semarang, semua bangku ludes diduduki. Animo yang sangat besar layaknya film AADC 2 pada pemutaran perdana akhir April.

Untuk kali ini, penonton didominasi pekerja yang rata-rata pegawai dan karyawan sebuah perusahaan. Menarik melihat sekumpulan ini memutuskan menonton. Apakah ini semacam perwakilan dari kehidupan mereka di kantor?


Berkolaborasi dengan aktor dan aktris Malaysia 

Sold out, mungkin ini alasannya

Selain diangkat dari novel yang termasuk best seller, film ini juga memiliki beberapa hal menarik yang membuat penonton di Semarang menutup hari pertama dengan penjualan tiket sold out.

Mulai dari trailer, poster hingga pemain bintang yang dilibatkan, semuanya benar-benar dikemas dengan sangat menarik. Beberapa penonton tentu juga ada yang penasaran bagaimana kisah dalam novel kesayangan mereka diangkat lewat sebuah film.


...

Film ini sukses sold out pada hari pertama untuk semua jam pemutaran. Antrian penonton membludak dan membuat 1 bulan ini bioskop Semarang terlihat lebih ramai daripada sebelumnya.

Selain disuguhin tawa dan rasa kesal, kuatnya cerita menjadi pengikat emosi penonton diakhir film. Jangan pernah membenci bos di kantor. Dan pesan yang saya tangkap adalah kekuatan mental menjadi modal seorang karyawan untuk menghadapi atasan.

Film ini juga punya segmen penonton bioskop baru, yaitu pegawai atau karyawan. Kisah yang memang diangkat secara nyata ini memang lebih dekat dengan penonton tipe seperti mereka. Jadi tidak heran saat disebelah tempat duduk Anda nanti, banyak pegawai yang datang dengan rombongannya.


Berapa nilai film ini menurut Anda? Kofindo memberi 8,5 (6-10)
Sumber gambar lainnya : screencapture Youtube 

Artikel terkait :

...

Informasi Kerjasama

Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap


Comments

Popular posts from this blog

📱 Hari Media Sosial 2026: Antara FOMO Mal 23 & Gramedia Jalma, Serta Gagapnya Manajemen Krisis Digital

⚽️ Berburu Lokasi Nobar Resmi Piala Dunia 2026 di Kota Semarang: Siasat Hotel "Ganti Baju" hingga Markas Instansi

🏃‍♂️ Catatan Hari Kedua The Spark of Healthy Life 2026: Mengulas Cedera Olahraga Bersama Para Ahli

🎡 Agenda Jateng Fair 2026: Kembali Hadir 10 Hari dengan Tiket Masuk Gratis, Apa yang Baru?

🚲 Gowes ke Mal 23 Semarang: Di Mana Tempat Parkir Sepedanya?