Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Juni 2026

Image
Bulan Juni 2026 kali ini terasa jauh lebih spesial bagi kami. Istimewanya, awal bulan ini jatuh pada hari Senin yang langsung disambut dengan tanggal merah memperingati Hari Lahir Pancasila. Sebuah awal minggu yang tenang sebelum kita kembali bersiap meramaikan berbagai aktivitas di sudut-sudut Kota Atlas. Namun, bukan hanya libur awal bulan yang membuat Juni ini berbeda. Tepat pada tanggal 10 Juni nanti, kita semua akan memperingati Hari Media Sosial. Sebuah momentum yang rasanya sangat lekat dengan keseharian kita saat ini, tak terkecuali bagi masyarakat yang tumbuh, bekerja, dan menetap di Kota Semarang. Oleh karena itu, tema besar yang kami bawa untuk mengantar daftar agenda bulan ini adalah refleksi seputar dunia media sosial lokal. Lompatan Lanskap Digital di Kota Semarang Jika menengok ke belakang dan melakukan kilas balik, lanskap digital di kota ini sudah melompat sangat jauh. Media sosial di Semarang bukan lagi sekadar ruang pamer aktivitas pribadi, tempat pamer foto estetik,...

Orang Indonesia Tak Bisa Lepas dari Internet, Ini Buktinya


Judul diatas saya ambil dari judul yang sama dari situs media terkenal. Saya tertarik dengan informasinya yang menurut saya setidaknya dapat membuka mata sebagian orang yang belum melek Internet.

Postingan yang ditulis 9 Agustus tersebut menceritakan Putri Silalahi yang bekerja sebagai Head of Communication Google Indonesia di sebuah acara workshop IdeaFest 2015 bertajuk "How People Change Our Life?" di Jakarta, Jumat, 7 Agustus 2015.

Saat ini, pertumbuhan penggunaan ponsel pintar di Indonesia melesat sampai 50 persen. Artinya, masyarakat Indonesia tidak bisa lepas dari Internet. "Sebelum melakukan sesuatu, orang-orang pasti akan cek dulu di Google," tuturnya.

April lalu, kata kunci "doa untuk ujian nasional" menjadi trending topic. Popularitasnya terjadi pukul 5 pagi pada hari pertama ujian nasional. Putri menjelaskan, artinya, semua hal yang dilakukan masyarakat tidak bisa lepas dari Internet.

Dengan kebiasaan yang lekat dengan Internet, seharusnya, kata dia, masyarakat dapat memanfaatkan Internet untuk berbisnis dan meraup keuntungan. "Memang tidak ada aturan baku untuk itu. Asal kita bisa memanfaatkan peluang, itu bisa mengubah hidup kita," ucapnya.

Putri mencontohkan seseorang yang pandai menggandakan kunci atau tukang duplikat kunci yang beralamat di Bendungan Hilir, Jakarta Pusat. Awalnya, dia tidak dapat menghasilkan banyak uang karena posisi warungnya tidak strategis lantaran tertutup pohon.

Lagi pula di Bendungan Hilir, ujar Putri, banyak tukang duplikat kunci lain. Namun, tutur Putri, Aji, pemilik warung duplikat kunci tersebut, dapat memanfaatkan peluang dengan memasang alamat warungnya di Google Bisnisku.

Hasilnya, warung duplikat kunci milik Aji terkenal dan menduduki halaman pertama ketika kita mengetik "tukang kunci duplikat".

...

Melihat apa yang disampaikan diatas tentu kebutuhan akan informasi menjadi sebuah potensi untuk terus digali, seperti blogger khususnya. Karena itu, buatlah informasi yang menarik dan disukai pengguna internet.

Original konten klik disini.
Referensi by tekno.tempo.co

Comments

Popular posts from this blog

📱 Hari Media Sosial 2026: Antara FOMO Mal 23 & Gramedia Jalma, Serta Gagapnya Manajemen Krisis Digital

⚽️ Berburu Lokasi Nobar Resmi Piala Dunia 2026 di Kota Semarang: Siasat Hotel "Ganti Baju" hingga Markas Instansi

🏃‍♂️ Catatan Hari Kedua The Spark of Healthy Life 2026: Mengulas Cedera Olahraga Bersama Para Ahli

🎡 Agenda Jateng Fair 2026: Kembali Hadir 10 Hari dengan Tiket Masuk Gratis, Apa yang Baru?

🚲 Gowes ke Mal 23 Semarang: Di Mana Tempat Parkir Sepedanya?