Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Juni 2026

Image
Bulan Juni 2026 kali ini terasa jauh lebih spesial bagi kami. Istimewanya, awal bulan ini jatuh pada hari Senin yang langsung disambut dengan tanggal merah memperingati Hari Lahir Pancasila. Sebuah awal minggu yang tenang sebelum kita kembali bersiap meramaikan berbagai aktivitas di sudut-sudut Kota Atlas. Namun, bukan hanya libur awal bulan yang membuat Juni ini berbeda. Tepat pada tanggal 10 Juni nanti, kita semua akan memperingati Hari Media Sosial. Sebuah momentum yang rasanya sangat lekat dengan keseharian kita saat ini, tak terkecuali bagi masyarakat yang tumbuh, bekerja, dan menetap di Kota Semarang. Oleh karena itu, tema besar yang kami bawa untuk mengantar daftar agenda bulan ini adalah refleksi seputar dunia media sosial lokal. Lompatan Lanskap Digital di Kota Semarang Jika menengok ke belakang dan melakukan kilas balik, lanskap digital di kota ini sudah melompat sangat jauh. Media sosial di Semarang bukan lagi sekadar ruang pamer aktivitas pribadi, tempat pamer foto estetik,...

Semarang, Satu-satunya Kota di Asia yang Masuk CityBook



Jumat malam (25/10/2013), berlangsung acara peluncuran Citybook di Noeri's Cafe, Kota Lama. Semarang terpilih karena memiliki keunikan. Ada Kota Lama sebagai ciri peninggalan Belanda.

Mengutip dari linimasa yang beredar malam tadi, Semarang merupakan satu-satunya di Asia yang masuk Citybook. Khusus untuk peluncuran Semarang Citybooks, dibuat edisi cetak sebanyak 2.000 buku yang dibagikan secara gratis.

Seperti dikutip dari website shnews.co, "Semarang terpilih karena memiliki keunikan. Ada Kota Lama sebagai ciri peninggalan Belanda. Sebenarnya ada juga beberapa kawasan peninggalan Belanda di Indonesia, namun khusus di Semarang ada komunitas yang peduli terhadap Kota Lama. Untuk itulah lembaga dari Belanda dan Belgia (Flanders) memilih Semarang," kata Widjajanti yang akrab dipanggil Inge - Kepala Yayasan Budaya Widya Mitra, Semarang.

Terpilihnya Semarang, secara otomatis akan mengangkat nama ibukota Jateng ini. Bila sebelumnya kota ini belum begitu dikenal secara internasional, maka lewat Citybooks akan terpromosikan. Semarang Citybooks dibuat dalam empat bahasa: Bahasa Belanda, Inggris, Perancis, dan Indonesia.

"Isi Semarang Citybooks berupa cerita tentang Semarang, kemudian foto-foto, dan juga video berdurasi 24 menit karya Rizki Lazuardi. Video itu berisi kegiatan kota Semarang dan warganya selama 24 jam," kata Inge.

Semua isi video tentang predikat kota ini bisa dilihat di www.citybooks.eu/en/ml/steden/p/detail/semarang. Sementara foto-foto dibuat oleh Dadang Pribadi yang menceritakan soal Semarang juga. Ada 24 foto.

Isi lainnya adalah soal cerita tentang Semarang. Ada lima penulis. Satu berasal dari Belanda, satu dari Flanders (Belgia), dan tiga dari Semarang. Mereka adalah Boke Billliet, Gustaaf Peek, Candra Dewi Dian Puspitasari, Triyanto Triwikromo, dan Tubagus P Svarajati.

Saat kami mengutip website resmi CityBook, laman menampilkan berbagai informasi yang menarik. Anda dapat mengunjunginya disini. Semoga dengan adanya CityBook, yang biasanya mengangkat kota-kota yang punya predikat kebanyakan dari Eropa, kemudian disusul Afrika, dan Amerika, Semarang lebih dikenal lagi didunia.

Gambar : Twitter
Referensi : shnews.co

Informasi Kerjasama
Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap

Comments

Popular posts from this blog

📱 Hari Media Sosial 2026: Antara FOMO Mal 23 & Gramedia Jalma, Serta Gagapnya Manajemen Krisis Digital

⚽️ Berburu Lokasi Nobar Resmi Piala Dunia 2026 di Kota Semarang: Siasat Hotel "Ganti Baju" hingga Markas Instansi

🏃‍♂️ Catatan Hari Kedua The Spark of Healthy Life 2026: Mengulas Cedera Olahraga Bersama Para Ahli

🎡 Agenda Jateng Fair 2026: Kembali Hadir 10 Hari dengan Tiket Masuk Gratis, Apa yang Baru?

🚲 Gowes ke Mal 23 Semarang: Di Mana Tempat Parkir Sepedanya?