Bulan Juni 2026 kali ini terasa jauh lebih spesial bagi kami. Istimewanya, awal bulan ini jatuh pada hari Senin yang langsung disambut dengan tanggal merah memperingati Hari Lahir Pancasila. Sebuah awal minggu yang tenang sebelum kita kembali bersiap meramaikan berbagai aktivitas di sudut-sudut Kota Atlas. Namun, bukan hanya libur awal bulan yang membuat Juni ini berbeda. Tepat pada tanggal 10 Juni nanti, kita semua akan memperingati Hari Media Sosial. Sebuah momentum yang rasanya sangat lekat dengan keseharian kita saat ini, tak terkecuali bagi masyarakat yang tumbuh, bekerja, dan menetap di Kota Semarang. Oleh karena itu, tema besar yang kami bawa untuk mengantar daftar agenda bulan ini adalah refleksi seputar dunia media sosial lokal. Lompatan Lanskap Digital di Kota Semarang Jika menengok ke belakang dan melakukan kilas balik, lanskap digital di kota ini sudah melompat sangat jauh. Media sosial di Semarang bukan lagi sekadar ruang pamer aktivitas pribadi, tempat pamer foto estetik,...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Menyambut Tren Video Kekinian Ala Instagram (IGTV)
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Instagram memberikan jalan lebar kepada banyak pihak tentang layanan terbaru mereka yang bernama IG TV. Meski bukan yang pertama, Instagram selalu berhasil membawa inovasi dan kemudian dibicarakan.
IGTV atau Instagram TV merupakan layanan terbaru yang diluncurkan Instagram. Untuk pengguna Instagram, mereka dapat menonton video yang layarnya full display. Sedangkan pengguna yang ingin membuat konten di sana, mereka harus mengunduh aplikasi terpisah atau lewat website.
Kami menyambut kedatangan layanan ini dengan penuh rasa optimis. Bukan karena prediksi konten tahun 2018 didominasi video akan mengambil alih yang pernah kami posting di blog, juga karena Instagram terus melakukan inovasi yang menarik terkait tren yang sedang berkembang.
Kami tahu, Instagram bukan yang pertama. Bahkan brand Smartphone memanfaatkan tren video vertikal saat melaunching salah satu produk mereka. Youtube juga tak mau ketinggalan dengan memberikan fitur upload yang tidak biasa dari standar yang sudah pakem, video ukuran 16x9.
Dunia televisi digital yang terus berkembang
Lewat peluncuran IGTV ini, mengutip situs Tech Asia Indonesia, jumlah pengguna Instagram terbaru mereka berjumlah 1 milyar. Sungguh luar biasa.
Kami belum berpikir ke arah sana, apabila tayangan sepakbola dilakukan dengan format video vertikal. Itu artinya, IGTV hanya sebagai pelengkap dan tidak membunuh dunia televisi digital yang lain.
Sebagai pelengkap, Instagram bisa dikatakan selangkah lebih maju dan bisa jadi, nanti jadi acuan pemilik televisi. Mengingat kran kerjasama akan dibuka Instagram dengan banyak pihak, terutama konten kreator.
Dengan jumlah yang disebut di atas, Instagram memang sangat percaya diri. Apalagi satu induk dengan Facebook yang penggunanya lebih banyak.
IGTV yang dapat ditonton secara full screen (veritkal), kualitasnya dapat mencapai resolusi 4K. Kemampuan Smartphone dengan layar lebar dan HD+ tentu sangat diuntungkan.
Apalagi tren layar Smartphone yang pernah kami masukkan di blog, layar kekinian 18:9, bakal sangat memanjakan mata pemiliknya.
Oh ya, sebenarnya sudah ada yang lebih baru lagi soal layar. Yaitu, layar dengan rasio 19:9. Untuk informasi layar ini, nanti saja kami bahas dihalaman berikutnya.
Aplikasi terpisah untuk mengupload video
IGTV sudah tersedia di Store (android maupun iOS). Untuk mengupload video, seperti yang lain, kamu harus menggunakan aplikasi tersebut. Saat tulisan ini dibuat, ukuran untuk mendownload IGTV di Android sebesar 38MB.
Boros kuota Internet
Tentu tren ini juga menarik beberapa permasalahan, khususnya konsumsi kouta internet. Mengingat konten yang digunakan menggunakan format video.
Di Semarang sendiri sebenarnya kami tidak perlu khawatir, mengingat banyak spot wifi gratis yang diberikan pemerintah yang letaknya berada di taman kota atau spot lainnya.
Bagi sebagian pengguna internet tentu ini akan jadi masalah sendiri. Namun bagi kreator konten, Instagram dengan rencana masa depannya, ini bisa jadi keuntungan apabila sistem monetisasi dilakukan.
Bagi provider dan produsen Smartphone, ini juga bakal jadi sebuah keuntungan untuk terus menghadirkan layanan dan fitur-fitur optimal kepada pengguna yang berharap memiliki pengalaman baru di era sekarang.
Cara mengikuti saluran
Menurut Instagram, pembuat konten akan dianggap sebagai pemilik saluran (dan namanya akan sama dengan nama pengguna Instagram mereka) - jadi jika kamu ingin mengikuti saluran seseorang, kamu cukup mengikuti mereka di Instagram.
Rencana durasi video yang dapat mencapai 1 jam, kami belum tahu apakah pengguna biasa bisa membuatnya. Namun melihat video yang dibagikan, ada yang lebih dari 10 menit. Durasi ini sepertinya berbeda-beda dengan pengguna lain.
...
Kamu tidak harus menjadi pembuat konten profesional dengan banyak pengikut untuk memanfaatkan IGTV. Jika kamu ingin memiliki beberapa video sendiri yang ingin dibagikan dengan pengikutmu, ini adalah kesempatanmu.
Lakukan dengan cara sederhana. Buat konten di pagi hari dengan berbicara, pamer video slow motion, bersepeda atau jalan-jalan ke tempat wisata dan berburu kuliner kesukaan. Masih banyak lagi yang dapat kamu manfaatkan.
Ketika menyambut sesuatu yang baru, terkadang kita malah memikirkan hal di luar itu dan enggan melihat sisi positifnya lebih banyak.
Karena masih awal, IGTV bagi kami adalah awalan dan melihat sebuah perkembangan itu menyenangkan.
Lantas, apakah kami akan membuat konten di sana ? Kami harap melakukannya, mengingat ada 1 milyar penggguna Instagram yang dapat kami bawa. Meski tidak semua dapat tersebar ke semua pengguna. Bagaimana denganmu?
Selamat Hari Media Sosial, warga Semarang! Tidak terasa, setiap tanggal 10 Juni kita kembali diingatkan bagaimana platform digital telah mengubah cara kita menjalani hidup sehari-hari. Bagi kita yang menetap dan tumbuh di Kota Semarang, media sosial bukan lagi sekadar ruang pamer foto estetik, melainkan penggerak utama dari langkah kaki kita di sudut-sudut Kota Atlas. Mengingat momen ini, kami mendadak teringat dengan tulisan kami tepat setahun yang lalu ( Hari Media Sosial 2025: Mal Semarang Jago Main IG ). Saat itu, kami memberikan apresiasi tinggi kepada tim kreatif dan admin mal di Semarang yang makin jempolan mengelola Instagram. Mereka sukses mengubah akun mal menjadi pusat agenda kota yang interaktif, estetik, dan sangat fast response . Kami bahkan menyarankan pentingnya dorongan konten dan strategi digital untuk meramaikan tempat yang sepi. Setahun berselang, di bulan Juni 2026, lanskapnya ternyata sudah melompat jauh lebih ekstrem. Bukan lagi sekadar jago membuat konten agenda...
Piala Dunia 2026 tinggal hitungan jam saat kami menulis halaman ini. Benar-benar sebuah ketidaksengajaan yang berujung jadi konten. Gara-gara sedang berselancar di Instagram dan menemukan unggahan dari akun resmi TVRI Jawa Tengah yang membagikan daftar lokasi nonton bareng (nobar) resmi, kami langsung tergerak untuk membawanya ke blog. Lagi-lagi ini menjadi ide dadakan. Entah kenapa ingatan kami langsung terlempar pada bulan Februari kemarin, saat kami sedang bersepeda santai menuju Car Free Day (CFD) Simpang Lima. Waktu itu, kami sempat berpapasan dengan kampanye promosi berbau Piala Dunia 2026 . Aktor di balik layarnya ternyata masih sama: TVRI Jawa Tengah, sang pemegang hak siar resmi lewat program global mereka yang bertajuk "Bola Gembira" . Karena gelaran sepak bola terakbar ini hanya datang empat tahun sekali, kami pikir tidak ada salahnya ikut memeriahkan euforianya lewat coretan di blog. Apalagi aturan hak siar dan izin nobar sekarang semakin ketat. Membagikan tempat...
Setiap kali melintas dan memotret megahnya bangunan SMC RS Telogorejo Semarang dari luar, terselip tanya dalam hati: kapan ya ada kesempatan untuk menengok bagian dalamnya? Maklum, jika tidak ada kepentingan medis yang mendesak, tentu rasanya canggung untuk sekadar berkunjung. Pucuk dicinta ulam pun tiba. Sebuah momentum menarik datang bersamaan dengan digelarnya sebuah acara yang materinya sangat bersinggungan dengan aktivitas olahraga yang rutin kami geluti. Semesta seakan merestui rasa penasaran kami. Pihak rumah sakit menggelar hajatan besar bertajuk The Spark of Healthy Life: 3 in 1 Mega Seminar & Talkshow 2026 . Begitu pendaftaran dibuka melalui akun Instagram resmi @rs.telogorejo, kami langsung mendaftarkan diri. Beruntung, nama kami lolos kurasi untuk hadir pada hari kedua, Jumat, 22 Mei 2026, yang bertempat di Auditorium Lantai 3 Gedung Cattleya. Namun, tantangan langsung menghadang tepat di hari H. Hujan deras mendadak mengguyur Kota Semarang, memaksa kami untuk menerjang...
Pertengahan tahun di Kota Semarang rasanya belum lengkap kalau belum membahas kompleks PRPP Jawa Tengah di kawasan Anjasmoro. Ya, gelaran pesta rakyat terbesar di Jawa Tengah, Jateng Fair 2026, sudah resmi masuk dalam radar agenda kota bulan ini. Bagi kamu yang sudah mulai mencari tahu kapan event ini dimulai, catat tanggalnya: Jateng Fair 2026 akan berlangsung selama 10 hari, mulai dari tanggal 26 Juni hingga 5 Juli 2026. Format durasi yang lebih padat ini tampaknya kembali dipertahankan oleh pihak penyelenggara, PT PRPP Jawa Tengah. Sama seperti tahun lalu, kebijakan tiket masuk gratis juga kembali diterapkan untuk menarik antusiasme masyarakat secara massal ke area pameran . Namun, perlu dicatat ya! Gratis di sini hanya berlaku untuk memasuki area kompleks pameran dan stan Jateng Fair saja. Bagi kamu yang mengincar keseruan panggung hiburan musiknya, tetap diwajibkan mengantongi tiket masuk berbayar. Dengan target yang dipatok hingga 300 ribu pengunjung, apakah Jateng Fair t...
Setelah euforia hari pertama soft opening berlalu, kami penasaran untuk menjajal nekat bersepeda menuju kawasan POJ City. Tujuannya apalagi kalau bukan melihat langsung mal yang digadang-gadang terbesar di Jawa Tengah, Mal 23 Semarang . Tantangannya tentu lebih seru kali ini karena kami datang dengan cara gowes. Siapa sangka pada Minggu pagi, 24 Mei 2026, kami benar-benar melakukannya. Meski ini bukan kali pertama kami bersepeda ke arah pesisir, tetap saja semangat dan antusiasmenya terasa berbeda karena ada magnet baru di sana. Jika biasanya rute Minggu pagi dihabiskan ke CFD Simpang Lima, kali ini kemudi sepeda kami arahkan menuju kawasan Marina. Jaraknya dari pusat kota sendiri berkisar sekitar 8,7 km. Di media sosial, pembicaraan tentang 23 Semarang Shopping Center memang luar biasa masif. Tidak heran begitu kami tiba di lokasi, suasananya persis seperti yang dibayangkan: ramai dan penuh antusiasme. Beberapa waktu belakangan, tren FOMO (Fear of Missing Out) di Kota Semarang memang...
Comments
Post a Comment