Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Juni 2026

Image
Bulan Juni 2026 kali ini terasa jauh lebih spesial bagi kami. Istimewanya, awal bulan ini jatuh pada hari Senin yang langsung disambut dengan tanggal merah memperingati Hari Lahir Pancasila. Sebuah awal minggu yang tenang sebelum kita kembali bersiap meramaikan berbagai aktivitas di sudut-sudut Kota Atlas. Namun, bukan hanya libur awal bulan yang membuat Juni ini berbeda. Tepat pada tanggal 10 Juni nanti, kita semua akan memperingati Hari Media Sosial. Sebuah momentum yang rasanya sangat lekat dengan keseharian kita saat ini, tak terkecuali bagi masyarakat yang tumbuh, bekerja, dan menetap di Kota Semarang. Oleh karena itu, tema besar yang kami bawa untuk mengantar daftar agenda bulan ini adalah refleksi seputar dunia media sosial lokal. Lompatan Lanskap Digital di Kota Semarang Jika menengok ke belakang dan melakukan kilas balik, lanskap digital di kota ini sudah melompat sangat jauh. Media sosial di Semarang bukan lagi sekadar ruang pamer aktivitas pribadi, tempat pamer foto estetik,...

Ketika Masyarakat Perkotaan Diajak Berwisata ke Hutan?


Tiap akhir pekan nanti, sepertinya sebagian masyarakat di kota Semarang bakal lebih sering ke Hutan Wisata  Tinjomoyo yang kawasannya berada di dekat kampus UNIKA. Penyebabnya adalah.

Tahan dulu semisal kamu membacanya dari paragraf atas. Hari Sabtu kemarin (17/3), untuk pertama kalinya kami berkunjung ke hutan wisata Tinjomoyo.

Untuk sebuah pengalaman pertama, kami tidak ingin mengambil resiko dengan ribetnya urusan transportasi mau naik apa. Transportasi online masih jadi alternatif kami untuk menjangkau kawasan yang sulit kami jangkau.

Meski pada akhirnya, alternatif terbaik menggunakan Bis Trans merupakan solusi terbaik bagi kami yang tidak membawa kendaraan sendiri.

Berwisata ke Hutan?

Tinjomoyo eks Kebun Binatang Semarang bukanlah tempat baru bagi sebagian masyarakat Semarang atau generasi milenial yang suka mengincar tempat instagramable dan yang kekinian.

A post shared by Dot Semarang (@dotsemarang) on

Tempat ini sangat familiar sebenarnya, hanya saja ada sebagian orang dan termasuk kami, yang belum pernah main ke sini (Tinjomoyo).

Semarang dengan berbagai destinasi wisatanya, mulai dari wisata religi, heritage, kuliner dan banyak lagi, rasanya nggak perlu jauh-jauh mencarinya karena semua ada di tengah kota. Serius, lokasinya dekat-dekat semua.

Sekarang ketika membaca judul tulisan ini bahwa masyarakat perkotaan yang terbiasa berwisata di tengah kota diajak ke hutan, apakah ini berarti semacam konsep baru atau ada yang lebih seru?

Apakah banyak tempat hits yang layak dimasukkan ke daftar upload Instagram dan media sosial lainnya. Apakah banyak nyamuk juga. Dan bagaimana kami menikmati wisata hutan yang sedang dikembangkan ini?

Pasar Semarangan

Konsep baru yang berhubugan dengan wisata itu namanya Pasar Semarangan. Hutan wisata Tinjomoyo sebagai lokasi utama yang digunakan, bukanlah area yang benar-benar hutan. Semacam lapangan yang memang dengan banyak pohon dan juga jalur yang tersedia.

Pemikiran kolot kami yang memang karena faktor tidak pernah ke sini sangat mempengaruhi imajinasi kami bahwa wisata hutan itu kita masuk hutan. Ternyata bukan.

Pasar Semarangan merupakan konten yang dibawa Pemkot Semarang yang pengejaannya, koreksi kami bila salah, dilakukan dengan bekerja sama dengan komunitas yang disebut Genpi Jateng atau Generasi Pesona Indonesia Jawa Tengah.

Komunitas yang berasal dari Kementrian Pariwisata yang saat dibentuk di Semarang kami hadiri tahun lalu cukup sukses mengemas tempat wisata yang disebut destinasi digital, salah satunya Pasar Karetan. Yang akhirnya konsep ini ditiru lalu dibuat yang sama di Semarang.

Hutan wisata Tinjomoyo yang selama ini dikenal sebagai tempat untuk bermain outbound sekarang lebih menarik lagi dengan hadirnya Pasar Semarangan yang baru dibuka hari Sabtu kemarin, 17 Maret 2018.

Kini, masyarakat yang tinggal di kota yang terbiasa berwisata di sekitarnya, mau tidak mau akan mencoba pergi ke Tinjomoyo. Pasar Semarangan menurut kami saat ini memang masih mengincar masyarakat di sekitar.

Namun tidak berarti, warga di luar Semarang bahkan turis asing yang sedang berkunjung ke Semarang juga akan mencoba datang.

Pasar Semarangan yang memang mengusung konsep pasar ini tidak sekedar membuat masyarakat datang dan melihat langsung pulang. 

Ada berbagai aktraksi atau penampilan yang menjadi kekuatan pasar Semarangan disamping penyediaan konten khusus yang dibuat seperti kuliner. Oh ya, bayarnya pake uang elektronik gitu.

...

Hujan masih menyertai acara yang masih sedang berlangsung. Kami memikirkan tentang halaman lain terkait ulasan soft launcing pasar Semarangan ini.

Ditunggu saja nanti tentang pasar yang buka tiap hari Sabtu sore ini di blog dotsemarang. Kini kami undur diri dulu, bis yang sudah kami tunggu lebih dari 20 menit di depan kampus Unika, akhirnya tiba juga.

*Semarang benar-benar banyak destinasi wisata sekarang ini.

Artikel terkait :
Informasi Kerjasama
Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap

Comments

  1. Tak kirain kamu naek sepeda ke Tinjomoyo

    ReplyDelete
    Replies
    1. haha.. nggak lah. belum tahu medannya soalnya dan lagian sulit kalau harus naik tanjakan

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

📱 Hari Media Sosial 2026: Antara FOMO Mal 23 & Gramedia Jalma, Serta Gagapnya Manajemen Krisis Digital

⚽️ Berburu Lokasi Nobar Resmi Piala Dunia 2026 di Kota Semarang: Siasat Hotel "Ganti Baju" hingga Markas Instansi

🏃‍♂️ Catatan Hari Kedua The Spark of Healthy Life 2026: Mengulas Cedera Olahraga Bersama Para Ahli

🎡 Agenda Jateng Fair 2026: Kembali Hadir 10 Hari dengan Tiket Masuk Gratis, Apa yang Baru?

🚲 Gowes ke Mal 23 Semarang: Di Mana Tempat Parkir Sepedanya?