Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Juni 2026

Image
Bulan Juni 2026 kali ini terasa jauh lebih spesial bagi kami. Istimewanya, awal bulan ini jatuh pada hari Senin yang langsung disambut dengan tanggal merah memperingati Hari Lahir Pancasila. Sebuah awal minggu yang tenang sebelum kita kembali bersiap meramaikan berbagai aktivitas di sudut-sudut Kota Atlas. Namun, bukan hanya libur awal bulan yang membuat Juni ini berbeda. Tepat pada tanggal 10 Juni nanti, kita semua akan memperingati Hari Media Sosial. Sebuah momentum yang rasanya sangat lekat dengan keseharian kita saat ini, tak terkecuali bagi masyarakat yang tumbuh, bekerja, dan menetap di Kota Semarang. Oleh karena itu, tema besar yang kami bawa untuk mengantar daftar agenda bulan ini adalah refleksi seputar dunia media sosial lokal. Lompatan Lanskap Digital di Kota Semarang Jika menengok ke belakang dan melakukan kilas balik, lanskap digital di kota ini sudah melompat sangat jauh. Media sosial di Semarang bukan lagi sekadar ruang pamer aktivitas pribadi, tempat pamer foto estetik,...

Berkenalan Dengan 3 Startup Semarang


Lama tak bicara startup di blog dotsemarang, terakhir rupanya sudah setahun lalu. Tepatnya November 2016. Dan di bulan yang sama tahun ini, kami punya kabar baru tentang startup Semarang. Tertarik?

Bila kamu sudah membaca postingan kami tentang event Google Developer Groups (GDG) DevFest 2017 yang dilaksanakan di Gedung Dharma Wanita Semarang, Sabtu pagi (25/11), tentu sudah tahu siapa ketiga startup yang akan kami bahas di sini.

Namun bila belum, kami akan membahasnya di sini dengan halaman yang lebih khusus tentunya.

Lahir dari 1000 startup

Ketiga startup ini lahir dari program 1000 startup digital yang dicanangkan pemerintah pada bulan Juni 2016. Ketiganya adalah Tumbas.in, Incircle dan Lindungi hutan. (Koreksi kami bila salah)

Mereka menjadi pembicara dalam sesi acara GDG DevFest tahun ini. Selain diharapkan menjadi inspirasi buat peserta dan sekaligus mengenalkan kehadiran mereka kepada peserta awam seperti kami, mereka kompak dengan minimnya developer yang mereka miliki.

Mungkin kamu tertarik untuk bergabung dengan mereka?

Tumbas.in


Tumbas.in yang diwakili Fuad merupakan startup yang membantu menghubungkan pedagang pasar tradisional menjualkan barang dagangan mereka kepada pengguna yang terdaftar dalam aplikasi.

Mengutip dari tekno.kompas.com (8/10/2017), tumbas.in lahir dari awalnya karena melihat banyaknya para pedagang pasar tradisional yang masih kesulitan memasarkan produknya.

Tumbas.in sendiri sudah tersedia bagi pengguna Android. Saat kami melihat besaran filenya, ukurannya hanya 3,7MB dengan total download sudah seribuan hingga tulisan ini dibuat.

Ini bisa jadi kampanye bagus bagi komunitas pecinta pasar tradisional. Sejauh ini baru dua pasar yang menjadi rujukan belanja di pasar yaitu, Pasar Karangayu, dan Pasar Peterongan. Lebih detail tentang mereka bisa buka artikel kompas di sini.

Incircle


Merupakan perusahaan analisis data teknologi pertama yang menemukan nilai tersembunyi dari sebuah project. Situsnya bisa dilihat di sini incircle.id.

Dari situsnya, Incircle adalah event data analytic platform. Mereka mengumpulkan data dari registrasi event dan berdasarkan media social mereka.

Kemudian dianalisis berdasarkan segmentasi data tersebut. Hasil analisis segmentasi customer akan dapat digunakan sebagai insight dan penetrasi pasar bagi kebutuhan Company/Brand Anda.

Berbicara di depan peserta GDG DevFest, Deny Ervan yang mewakili Incirle berharap ada 1 model startup yang berasal dari Semarang yang sangat dikenal secara nasional seperti Gojek.

Lindungi Hutan


Cukup menarik nama yang diambil dari startup ini yang beralamat di situs lindungihutan.com. Lindungi Hutan sendiri saat acara diwakili Ben, Chief Marketing Officer Lindungi Hutan.

Dikutip dari situs selular.id (14/4/2017), Lindungi Hutan adalah suatu platform crowdfunding yang bertujuan mengumpulkan dana untuk gerakan penghijauan hutan dan pemberdayaan petani.

Kepedulian Ben dan timnya bukan berawal dari latar belakang mereka atau masalah yang dialami. Awalnya Ben melakukan perjalanan ke beberapa pantai di Semarang dan melihat secara langsung sebenarnya banyak masalah lingkungan yang terjadi di sekitarnya.

Lindungi hutan sendiri tersedia dalam aplikasi bagi pengguna Android. Dengan ukuran sebesar 3,9MB, aplikasi ini sudah di download sekitar 100-an. Klik di sini untuk melihat aplikasi Lindungi hutan.


...

Dari ketiga perkenalan ini, mereka ternyata memiliki harapan dan misi yang sama tentang perkembangan startup di kota Semarang yaitu, pecah telur. Seperti kata Deny tadi,  bahwa harus ada startup yang bisa Go Nasional.

Selama acara juga, mereka tidak ragu memberi tip-tips kepada peserta tentang bagaimana membangun startup. Sementara ini dulu kabar dari startup Semarang.

Kami harap punya banyak kesempatan di masa mendatang untuk berkenalan dengan startup-startup Semarang lagi. Dan tentu membawanya ke blog dotsemarang.

Artikel terkait :
Informasi Kerjasama
Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap

Comments

Popular posts from this blog

📱 Hari Media Sosial 2026: Antara FOMO Mal 23 & Gramedia Jalma, Serta Gagapnya Manajemen Krisis Digital

⚽️ Berburu Lokasi Nobar Resmi Piala Dunia 2026 di Kota Semarang: Siasat Hotel "Ganti Baju" hingga Markas Instansi

🏃‍♂️ Catatan Hari Kedua The Spark of Healthy Life 2026: Mengulas Cedera Olahraga Bersama Para Ahli

🎡 Agenda Jateng Fair 2026: Kembali Hadir 10 Hari dengan Tiket Masuk Gratis, Apa yang Baru?

🚲 Gowes ke Mal 23 Semarang: Di Mana Tempat Parkir Sepedanya?