Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Juni 2026

Image
Bulan Juni 2026 kali ini terasa jauh lebih spesial bagi kami. Istimewanya, awal bulan ini jatuh pada hari Senin yang langsung disambut dengan tanggal merah memperingati Hari Lahir Pancasila. Sebuah awal minggu yang tenang sebelum kita kembali bersiap meramaikan berbagai aktivitas di sudut-sudut Kota Atlas. Namun, bukan hanya libur awal bulan yang membuat Juni ini berbeda. Tepat pada tanggal 10 Juni nanti, kita semua akan memperingati Hari Media Sosial. Sebuah momentum yang rasanya sangat lekat dengan keseharian kita saat ini, tak terkecuali bagi masyarakat yang tumbuh, bekerja, dan menetap di Kota Semarang. Oleh karena itu, tema besar yang kami bawa untuk mengantar daftar agenda bulan ini adalah refleksi seputar dunia media sosial lokal. Lompatan Lanskap Digital di Kota Semarang Jika menengok ke belakang dan melakukan kilas balik, lanskap digital di kota ini sudah melompat sangat jauh. Media sosial di Semarang bukan lagi sekadar ruang pamer aktivitas pribadi, tempat pamer foto estetik,...

Andai Konsep Pameran Komputer dan Gadget di Semarang Seperti IFA 2015


Gambar : Google

Saya sedang membaca tabloid Sinyal edisi 233/XI yang terbit tanggal 25 Sept - 8 Oktober tentang perhelatan acara IFA 2015 yang berlangsung di Messe Berlin (4-9 September). Banyak ide menarik yang dapat dapat menambah referensi dan sayang dibuang begitu saja. 

Mungkin bila tidak membaca kolom dari mas Andra Nuryadi, editor In Chief, tersebut saya tidak tahu tentang IFA atau  Internationale Funkausstellung Berlin. IFa sendiri merupakan acara pameran teknologi terkini yang sangat populer.

Acara dilaksanakan di gedung Messe Berlin, bentuknya kubik namun melingkar dengan beberapa lantai. Ditengahnya ada taman sangat luas dihias rumput dan pepohonan, namanya Sommergarden. Bisa dibayangkan bukan semenarik apa tempat ini. Tapi lupakan, saya tertarik dengan konsepnya saja.

Masuk bayar

Saya baru tahu acara pameran komputer maupun gadget di Jogja ada yang berbayar bila ingin masuk. Sama seperti IFA yang juga menerapkan tiket masuk dari jam 10 pagi hingga jam 6 sore. Harga tiketnya tahu berapa?? Dari 17 euro (Rp. 278 ribu) hingga 8 euro (Rp. 131 ribu). Termahal sampai 1/2 juta untuk satu keluarga. Nyesek dengarnya kalau ini diberlakukan di Semarang.

Harga segini dapat dimaklumi mengingat IFa sendiri merupakan acara Internasional dan merupakan ajang pameran terbesar dan tertua di kawasan Eropa. Tahun ini saja diikuti sekitar 1.500 peserta yang berasal dari 50 negara. Wuih!

Konsep yang boleh dicoba

Nama-nama perusahaan besar tidak diragukan lagi untuk tampil di sini. Pengunjung selain dapat melihat pameran juga dapat bertransaksi langsung. Selain jadi ajang pameran produk terkini yang membuat masyarakat rela hadir adalah konsep yang dipadukan dengan festival.

Ya, yang saya tahu festival identik dengan musik dan stan-stand kuliner maupun sponsor. Mereka menerapkan hal ini di sana. Untuk menambah pemanis, ada juga artis lokal yang digandeng. Ini mengingatkan saya tentang acara Jateng Fair sepertinya.

Tidak ketinggalan pula kehadiran komunitas yang meramaikan suasana. IFA 2015 turut menghadirkan perform seperti atraksi BMX, basket dengan DJ perform dan masih banyak lagi.

Mengutip kolom halaman 42 tabloid Sinyal, bagi pejabat pemerintah dan warga Berlin, IFA adalah maskot pameran sekaligus magnet yang menarik ratusan ribu pengunjung untuk menikmati Berlin sebagai kota wisata. 

Efeknya multi. Perusahaan rental mobil, show, lighting, konstruktor stage, catering, dan banyak lagi mengais rejeki di IFA. Menurut mas Andar, mengemas pameran seperti ini harus diawali dengan konsep kuat. IFA menetapkan Consumer Electronic sebagai objek.

Ada puluhan segmen yang mereka kemas dalam area-area berbeda. Tidak dapat dikotomi antara pebisnis dan rakyat biasa. Toh, ini bukan BtoB, tapi juga BtoC Exhibition. Tetapi tak dikemas asal-asalan dan melulu penjualan produk. Ada berbagai info teknologi, sekaligus bisa dicoba karena ada demo. Intip videonya yang saya temukan di Youtube.



Kesimpulan

Memang sudah dari sono-nya, IFA sudah menarik perhatian dan menghadirkan ratusan ribu pengunjung. Ini tidak mungkin dilakukan. Tapi menurut saya ini menarik dicoba.

Hanya tinggal mematengkan konsep dan mulai melihat berbagai potensi yang dapat dikembangkan semisal ingin dilakukan di Semarang atau kota lainnya. Kebiasaan pameran selalu identik dengan mall (karena di sana banyak masyarakat yang datang), mengapa tidak dilakukan di tempat lain. Toh, bila gagal ini merupakan awal.

Enak ya, kalau cuma ngomong. Hehe.. 

Saya cuma berharap saja pameran komputer dan gadget memiliki agenda setahun sekali di kota Semarang yang sangat besar. Tentu didukung pemerintah kota bila melihat efek IFA terhadap perkembangan wisata (baca kunjungan).

Konsepnya seperti festival dimana di dalamnya banyak konten-konten yang menarik seperti stand kuliner, musik artis, komunitas perform, dan tentu harus bayar. Tapi bukan Jateng Fair lho, tapi khusus pameran komputer dan Gadget saja. Hehe.. Hanya sebuah gagasan sederhana untuk dicoba bila ingin terlihat nyata. Namanya juga belajar dari yang sudah ada.

Menurut cnnindonesia.com (4/9/2015), IFA adalah salah satu ajang pameran terbesar dan tertua di kawasan Eropa. Pertama kali perhelatan ini digelar pada 1924 dengan nama International Radio Exhibition Berlin alias Berlin Radio Show, dan saat itu bukan pameran rutin seperti sekarang.

**Andai tahun depan bisa datang ke acara IFA 2016 :)



Informasi Pemasangan Iklan

Hubungi @dotsemarang
Email : dotsemarang [@] gmail.com


Comments

Popular posts from this blog

📱 Hari Media Sosial 2026: Antara FOMO Mal 23 & Gramedia Jalma, Serta Gagapnya Manajemen Krisis Digital

🏃‍♂️ Catatan Hari Kedua The Spark of Healthy Life 2026: Mengulas Cedera Olahraga Bersama Para Ahli

⚽️ Berburu Lokasi Nobar Resmi Piala Dunia 2026 di Kota Semarang: Siasat Hotel "Ganti Baju" hingga Markas Instansi

🎡 Agenda Jateng Fair 2026: Kembali Hadir 10 Hari dengan Tiket Masuk Gratis, Apa yang Baru?

🚲 Gowes ke Mal 23 Semarang: Di Mana Tempat Parkir Sepedanya?