Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Juni 2026

Image
Bulan Juni 2026 kali ini terasa jauh lebih spesial bagi kami. Istimewanya, awal bulan ini jatuh pada hari Senin yang langsung disambut dengan tanggal merah memperingati Hari Lahir Pancasila. Sebuah awal minggu yang tenang sebelum kita kembali bersiap meramaikan berbagai aktivitas di sudut-sudut Kota Atlas. Namun, bukan hanya libur awal bulan yang membuat Juni ini berbeda. Tepat pada tanggal 10 Juni nanti, kita semua akan memperingati Hari Media Sosial. Sebuah momentum yang rasanya sangat lekat dengan keseharian kita saat ini, tak terkecuali bagi masyarakat yang tumbuh, bekerja, dan menetap di Kota Semarang. Oleh karena itu, tema besar yang kami bawa untuk mengantar daftar agenda bulan ini adalah refleksi seputar dunia media sosial lokal. Lompatan Lanskap Digital di Kota Semarang Jika menengok ke belakang dan melakukan kilas balik, lanskap digital di kota ini sudah melompat sangat jauh. Media sosial di Semarang bukan lagi sekadar ruang pamer aktivitas pribadi, tempat pamer foto estetik,...

Jelajah Kampoeng Batik Laweyan Solo


Senang rasanya bisa mengunjungi kampung batik tertua di Indonesia, Kampoeng Batik Laweyan salah satu objek wisata di kota Solo. Hari ketiga jalan - jalan ke Solo (17/02) peserta #FamTripSolo diajak untuk berkunjung kesini. Apa yang menarik disini?

Berdasarkan informasi yang saya dapatkan, daerah Laweyan sudah ada sebelum kota Jogja dan Solo sekitar tahun 1400. Jadi dikatakan Kampoeng Batik Laweyan merupakan kampoeng batik tertua di Indonesia.

Saya sangat senang bisa menjelajah Batik Laweyan Solo, karena disini saya bisa melihat proses membatik mulai dari awal hingga pewarnaan. Perjalanan dimulai dari kelurahan Laweyan, kemudian dilanjutkan ke Galeri Batik Putra Laweyan. Salah satu galeri batik yang ada di kampoeng batik ini.

Di Galeri Batik Laweyan bisa melihat proses membatik dengan yang dilakukan ibu - ibu yang sedang bekerja. Dan bapak - bapak yang bertugas mengecap batik dengan alat cap. Menarik melihatnya.




Masih di Galeri Batik Putra Laweyan, saya juga masuk ke toko batik yang tak jauh dari workshop. Disini aneka baju batik dan souvenir batik bisa dibeli sebagai oleh - oleh. Dan ada Cafe untuk tempat istirahat dan melepas lelah setelah berkeliling.

Selanjutnya melanjutkan perjalanan untuk melihat proses menghilangkan wax (lilin) dan proses pewarnaan menggunakan mesin. Jaraknya sekitar 100 meter dari Galeri Batik Putra Laweyan.

Di Kampoeng Batik Laweyan ini proses pewarnaan kain batik dilakukan dengan menggunakan mesin karena kain yang digunakan juga lebih panjang. Panjangnya 10 meter. 5 kali panjang kain batik ukuran normal.

Nah, selain melihat proses membatik dari awal hingga selesai, Pak Widi guide yang menemani peserta #FamTripSolo jelajah Kampoeng Batik Laweyan juga menjelaskan kepada saya mengenai managemen enterpreneur batik disini. Bahwa managemennya lebih modern. Sehingga prosesnya bisa lebih cepat.

Kualitas dan proses pengerjaan batik pun tak diragukan lagi. Sesuai dengan harga yang dibanderol. Menyenangkan bisa mendapatkan edukasi tentang batik di Kampoeng Batik Laweyan. Jika kamu wisata ke Solo, jangan lupa berkunjung kesini. Kamu juga bisa belajar membatik. Menarik bukan?

by @moiismiy

Informasi Kerjasama
Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap

Comments

Popular posts from this blog

📱 Hari Media Sosial 2026: Antara FOMO Mal 23 & Gramedia Jalma, Serta Gagapnya Manajemen Krisis Digital

⚽️ Berburu Lokasi Nobar Resmi Piala Dunia 2026 di Kota Semarang: Siasat Hotel "Ganti Baju" hingga Markas Instansi

🏃‍♂️ Catatan Hari Kedua The Spark of Healthy Life 2026: Mengulas Cedera Olahraga Bersama Para Ahli

🎡 Agenda Jateng Fair 2026: Kembali Hadir 10 Hari dengan Tiket Masuk Gratis, Apa yang Baru?

🚲 Gowes ke Mal 23 Semarang: Di Mana Tempat Parkir Sepedanya?