Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Juni 2026

Image
Bulan Juni 2026 kali ini terasa jauh lebih spesial bagi kami. Istimewanya, awal bulan ini jatuh pada hari Senin yang langsung disambut dengan tanggal merah memperingati Hari Lahir Pancasila. Sebuah awal minggu yang tenang sebelum kita kembali bersiap meramaikan berbagai aktivitas di sudut-sudut Kota Atlas. Namun, bukan hanya libur awal bulan yang membuat Juni ini berbeda. Tepat pada tanggal 10 Juni nanti, kita semua akan memperingati Hari Media Sosial. Sebuah momentum yang rasanya sangat lekat dengan keseharian kita saat ini, tak terkecuali bagi masyarakat yang tumbuh, bekerja, dan menetap di Kota Semarang. Oleh karena itu, tema besar yang kami bawa untuk mengantar daftar agenda bulan ini adalah refleksi seputar dunia media sosial lokal. Lompatan Lanskap Digital di Kota Semarang Jika menengok ke belakang dan melakukan kilas balik, lanskap digital di kota ini sudah melompat sangat jauh. Media sosial di Semarang bukan lagi sekadar ruang pamer aktivitas pribadi, tempat pamer foto estetik,...

Instant Messaging, Apakah Bisa Menggantikan SMS?


Tahun 2013, serbuan instant messaging begitu luar biasa di Indonesia. Sebut saja KakaoTalk, Line, WeChat hingga yang sudah lebih dulu populer, WhatsApp. Hadirnya aplikasi ini selain gadget yang mendukung adalah harga dari gadget-gadget yang mulai mudah dijangkau. Pertanyaannya, bisakah mengganti SMS untuk berkirim pesan?


Anda pengguna smartphone? Sudah mencoba menggunakan salah satu aplikasi instant messaging yang kami sebut diatas. Jika belum, coba dulu dan rasakan. Karena semua memiliki kelebihan dan kekurangan. Namun satu hal yang perlu diketahui saat menginstal, aplikasi tersebut langsung singkron dengan nomor teman-teman anda yang sudah menggunakan. Jadi, sangat mudah.


Sebelum itu, kami ingin anda mengenal satu persatu layanan tersebut. Mulai dari asal pembuat dan seperti apa kelebihannya. Dimulai dari

Line


Aplikasi buatan Naver developer ini  berasal dari jepang. Aplikasi ini menggunakan sistem nomor telepon seluler untuk saling berhubungan. Sudah bisa digunakan di Android, iPhone, Blackberry dan terbaru katanya sudah bisa digunakan di hape Nokia.


Seperti ditegaskan Simeon Cho, General Manager Line misalnya. Aplikasi besutan mereka diklaim punya cara yang lebih asyik untuk menggambarkan emosi seseorang, yakni dengan Sticker.



"Sticker yang membedakan Line dengan aplikasi sejenis lainnya, dan itu adalah salah satu keunggulannya," Kata Cho kepada detikINET beberapa waktu lalu.


Pria asal Korea Selatan tersebut juga menyebutkan beberapa hal yang membuat Line bukan sekadar aplikasi pesan instan biasa. Sebut saja dengan kehadiran game, aplikasi kamera dan tools, serta akun publik yang bisa di-follow para pengguna Line.


"Itulah sebabnya Line tidak bisa dibandingkan dengan aplikasi pesan instan lainnya, Line sudah memiliki ekosistem sosial," tandas Cho.



Kakao Talk


Mobile messenger ini berasal dari Korea Selatan. KakaoTalk mencatat kenaikan 288% untuk penggunaan di Indonesia dari Januari-Februari 2013. Di kandangnya -- Korea Selatan -- KakaoTalk mengklaim menjadi aplikasi pesan instan favorit dengan 97% dari pengguna smartphone di Korsel telah menggunakannya.



Untuk lebih menggaet pengguna Indonesia, Kakao Talk pun berkolaborasi dengan beberapa mitra lokal untuk memperkaya konten. Ini termasuk membuat emoticon khusus dengan warna lokal bersama dengan desainer, pengembang aplikasi, hingga bekerja sama dengan operator serta kemitraan untuk membuat konten mobile promotion.


WeChat


Berasal dari Cina, aplikasi ini lebih ambisius lagi. Aplikasi ini mengklaim menjadi aplikasi chatting nomor satu di Indonesia, dengan menempati posisi teratas di Apple App Store dan Google Play.



"Kami sangat bangga melihat WeChat meraih posisi nomor 1 di App Store dan Play Store. Hal ini membuktikan besarnya sambutan Indonesia terhadap produk kami.


Tencent memang bertujuan untuk memberikan sarana komunikasi terbaik dan berkualitas dengan fitur-fitur unggulan, dan keberhasilan ini semakin memacu kami untuk menyediakan pengalaman yang lebih baik lagi untuk para pengguna setia kami di Indonesia," ujar Vincent Wang, Managing Director MNC Tencent, WeChat Operation.


Selain dapat digunakan di iOS dan Android, baru-baru ini WeChat juga telah meluncurkan versi aplikasinya untuk BlackBerry, yang sempat melejit ke posisi nomor 2 di antara aplikasi lain di BlackBerry Application World. Fitur-fitur WeChat antara lain 'Push to Talk', 'Moments', dan beraneka ragam emoticon.


"Kini 300 juta orang di dunia telah terdaftar sebagai pengguna WeChat. Demi meningkatkan pengalaman menggunakan aplikasi ini, kami sudah mempersiapkan update-update spesial. Indonesia akan menjadi salah satu dari negara-negara yang paling pertama tahu bahwa dalam waktu dekat ini kami akan melepaskannya ke pasaran," tambah Poshu Yeung, Vice President Tencent International Business WeChat.


Hanya saja, belakangan WeChat diterpa isu tidak populis, setelah dikabarkan tak akan lagi gratis. Namun Liu Chiping selaku President Tencent -- yang menjadi induk usaha WeChat -- dengan cepat menampik isu tersebut.


WhatsApp


Sejatinya sebelum Line, WeChat dan KakaoTalk mencuat di Indonesia, nama WhatsApp telah lebih dulu populer. Aplikasi ini sukses menjadi alternatif layanan pesan instant lintas platform favorit pengguna.



Isu terakhir, WhatsApp bakal dipinang raksasa internet Google. Tak tanggung-tanggung, dana sampai USD 1 miliar atau setara Rp 9,6 triliun dilaporkan menjadi harga untuk menebus WhatsApp.


Jika benar bakal jadi pemilik baru WhatsApp, Google diperkirakan bakal mengawinkan instant messaging populer itu dengan sederet produknya. Seperti dengan Google Voice, Google Hangouts, Google Talk, dan lainnya.


Sekilas fitur yang ditawarkan seluruh aplikasi tersebut terlihat mirip, memudahkan berbagi pesan dengan beberapa emoticon yang menarik. Lalu bagaimana dengan pesan melalui SMS?



SMS memang seolah terpinggirkan namun masih memiliki tingkat kegunaan lebih banyak jika mengacu kepada ponsel yang belum modern seperti smartphone. SMS masih menarik, begitu menurut kami.


Bayangkan, saat harus berkirim pesan terhadap orang tua atau kerabat yang ponselnya tidak mendukung aplikasi instant messaging, apakah kita tetap memaksakan. Tidak mungkin bukan. Apalagi masyarakat yang bukan generasi melek Internet.


Semua kembali kepilihan anda, mau mencoba - coba atau sekedar tahu saja.

Referensi : wowunic.blogspot.com

...


Konta kami via email : dotsemarang [at] gmail.com

Comments

  1. Pengguna smartphone indonesia dikenal doyan texting dengan kata lain suka mengirim pesan instan. Tidak ayal, penyedia service instant messaging dunia berlomba-lomba berekspansi ke tanah air. Sebut saja kakaotalk, line, wechat, sampai yang telah lebih dulu popular, whatsapp. Pengguna pasti jadi pihak yang diuntungkan dengan ramainya persaingan aplikasi chatting/ instant messaging ini.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

📱 Hari Media Sosial 2026: Antara FOMO Mal 23 & Gramedia Jalma, Serta Gagapnya Manajemen Krisis Digital

🏃‍♂️ Catatan Hari Kedua The Spark of Healthy Life 2026: Mengulas Cedera Olahraga Bersama Para Ahli

⚽️ Berburu Lokasi Nobar Resmi Piala Dunia 2026 di Kota Semarang: Siasat Hotel "Ganti Baju" hingga Markas Instansi

🎡 Agenda Jateng Fair 2026: Kembali Hadir 10 Hari dengan Tiket Masuk Gratis, Apa yang Baru?

🚲 Gowes ke Mal 23 Semarang: Di Mana Tempat Parkir Sepedanya?