Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Juni 2026

Image
Bulan Juni 2026 kali ini terasa jauh lebih spesial bagi kami. Istimewanya, awal bulan ini jatuh pada hari Senin yang langsung disambut dengan tanggal merah memperingati Hari Lahir Pancasila. Sebuah awal minggu yang tenang sebelum kita kembali bersiap meramaikan berbagai aktivitas di sudut-sudut Kota Atlas. Namun, bukan hanya libur awal bulan yang membuat Juni ini berbeda. Tepat pada tanggal 10 Juni nanti, kita semua akan memperingati Hari Media Sosial. Sebuah momentum yang rasanya sangat lekat dengan keseharian kita saat ini, tak terkecuali bagi masyarakat yang tumbuh, bekerja, dan menetap di Kota Semarang. Oleh karena itu, tema besar yang kami bawa untuk mengantar daftar agenda bulan ini adalah refleksi seputar dunia media sosial lokal. Lompatan Lanskap Digital di Kota Semarang Jika menengok ke belakang dan melakukan kilas balik, lanskap digital di kota ini sudah melompat sangat jauh. Media sosial di Semarang bukan lagi sekadar ruang pamer aktivitas pribadi, tempat pamer foto estetik,...

Pasar Semawis Semarang


Satu tempat yang sangat menarik untuk dinikmati pada malam hari di Semarang khususnya pecinta kuliner adalah pasar Semawis yang terletak di daerah pecinan. Waroeng Semawis atau biasa disebut juga Pasar Semawis awalnya adalah pasar malam di Kawasan Pecinan yang diadakan beberapa hari menjelang perayaan Imlek tahun 2004, menyusul diresmikannya Tahun Baru Imlek sebagai Libur Nasional.

Pasar ini merupakan ide perkumpulan Kopi Semawis (Komunitas Pecinan Semarang untuk Wisata). Pasar Semawis dan Pecinan merupakan obyek wisata Semarang yang sangat layak direkomendasikan buat yang ingin berkunjung ke Semarang.

Sebuah gapura bertuliskan Pecinan Semarang merupakan pintu gerbang utama untuk memasuki kawasan di pasar Semawis. Lalu, sedikit melangkah kedalam, ada sebuah tugu yang begitu terlihat sangat jelas di kegelapan malam.

Aktivitas masyarakat mulai terlihat disini. Tidak hanya para pengunjung saja yang turut meramaikan di kawasan pasar Semawis, beberapa tukang becak juga sudah menanti untuk mendapatkan percikan rejeki dari orang yang hilir mudik yang begitu ramai keluar masuk.

Pesona cahaya lampu nampak begitu terlihat eksotis di setiap sudut bangunan. Tekstur bangunan yang masih lumayan dipertahankan, sepertinya mulai diberi sentuhan modern supaya tetap terlihat menawan bagi setiap pengunjung.

Kampung pasar semawis ini jika terlihat sekilas seperti tempat makan yang ada di shanghai. Di kawasan ini juga terdapat sebuah tenda khusus yang dimana orang-orangnya sedang ber-karaoke ria dengan lagu-lagu Mandarin yang sering dinyayikan disana.


Pasar semawis ini setiap harinya akan tetap buka namun menjelang akhir pekan mulai hari Jumat, Sabtu dan Minggu suasana di pasar Semawis ini terlihat begitu ramai seperti perayaan Imlek, dan untuk waktunya mulai dari pukul 18.00-23.00 wib.

Uniknya disini selain banyak pedagang yang jualan pernak-pernik. Ada ratusan stand yang menjajakan berbagai makanan. Jenis makanannya tidak hanya terbatas pada kuliner khas Semarang tapi juga makanan yang mewakili komunitas Arab, Pakistan dan India.

Ada berbagai macam minuman dan makanan ringan juga bisa dijumpai di sini seperti Wedang ronde, Wedhang kacang tanah, aneka teh dengan berbagai merek tempo doeloe serta es conglik, disini ada juga terpdapat kuliner yang dinamakan dengan 'pisang plenet'.

Pisang planet, berasal dari kata "plenet' dalam bahasa Jawa yang artinya memencet atau memipihkan. Dari sanalah nama pisang planet ini berasal. Asal namanya tak lepas dari proses pembuatan yang cukup sederhana, yakni dengan cara memencet atau memipihkan pisang kemudian dibakar.


Terdapat berbagai macam klenteng di kawasan Pecinan Semarang yang memiliki keunikan dan nilai sejarah yang tinggi. Beberapa klenteng tersebut misalnya Klenteng Tay Kak Sie yang terletak di Gang Lombok.

Ada lagi Klenteng Siu Hok Bio (1753) di Jalan Wotgandul Timur, Klenteng Liong Hok Bio di Gang Pinggir, Klenteng Tek Hay Bio, Klenteng Hoo Hok Bio (1792), Klenteng Tong Pek Bio, Klenteng Kong Tik Soe di Jalan Gang Pinggir, Klenteng Wie Wie Kiong dan Klenteng See Hoo Kiong di Jalan Sebandaran I, dan Klenteng Grajen.

Akses untuk menuju ke kawasan pasar semawis ini cukup memerlukan waktu sekitar 30 menit dari Simpang 5 Semarang. Lewat Jalan Gajah Mada menuju hotel Semesta, berikut petanya :


Artikel terkait :
Informasi Kerjasama
Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap

Comments

Popular posts from this blog

📱 Hari Media Sosial 2026: Antara FOMO Mal 23 & Gramedia Jalma, Serta Gagapnya Manajemen Krisis Digital

⚽️ Berburu Lokasi Nobar Resmi Piala Dunia 2026 di Kota Semarang: Siasat Hotel "Ganti Baju" hingga Markas Instansi

🏃‍♂️ Catatan Hari Kedua The Spark of Healthy Life 2026: Mengulas Cedera Olahraga Bersama Para Ahli

🎡 Agenda Jateng Fair 2026: Kembali Hadir 10 Hari dengan Tiket Masuk Gratis, Apa yang Baru?

🚲 Gowes ke Mal 23 Semarang: Di Mana Tempat Parkir Sepedanya?