Bulan Juni 2026 kali ini terasa jauh lebih spesial bagi kami. Istimewanya, awal bulan ini jatuh pada hari Senin yang langsung disambut dengan tanggal merah memperingati Hari Lahir Pancasila. Sebuah awal minggu yang tenang sebelum kita kembali bersiap meramaikan berbagai aktivitas di sudut-sudut Kota Atlas. Namun, bukan hanya libur awal bulan yang membuat Juni ini berbeda. Tepat pada tanggal 10 Juni nanti, kita semua akan memperingati Hari Media Sosial. Sebuah momentum yang rasanya sangat lekat dengan keseharian kita saat ini, tak terkecuali bagi masyarakat yang tumbuh, bekerja, dan menetap di Kota Semarang. Oleh karena itu, tema besar yang kami bawa untuk mengantar daftar agenda bulan ini adalah refleksi seputar dunia media sosial lokal. Lompatan Lanskap Digital di Kota Semarang Jika menengok ke belakang dan melakukan kilas balik, lanskap digital di kota ini sudah melompat sangat jauh. Media sosial di Semarang bukan lagi sekadar ruang pamer aktivitas pribadi, tempat pamer foto estetik,...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Review Film Promise
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Film Promise rilis di bioskop tanggal 5 Januari 2017 dan merupakan film perdana di tahun ini. Membawa durasi 110 menit dengan segmen remaja (13+) film ini dibintangi Dimas Anggara yang identik dengan film romantis dan kembali berkolaborasi dengan Asep Kusdinar sebagai sutradara.
Awal pembuka tahun yang manis dari Promise. Film bergenre drama asmara ini bukan saja menyuguhkan berbagai keindahan dari background yang dibawa, tapi cerita yang kuat dan akting para pemain yang benar-benar menghanyutkan suasana meski saya tak bisa menangis.
Cerita tidak mudah ketebak tapi selalu menembak
Di awal film, penonton sudah disuguhin pemandangan indah yang terus berlanjut hingga akhir film. Wow. Jogja dan kota Milan, Italia, benar-benar lokasi yang dibuat untuk cerita para pemainnya dengan berbagai kisah. Tentu kisah romantis yang paling dalam dihadirkan di sana.
Dua anak kecil (laki & perempuan) berucap janji tapi tak tahu apa yang dikatakan, dan tiba-tiba Dimas Anggara yang berperan sebagai Rahman sudah bergokil ria dengan Boy William yang memerankan Aji, kebalikan karakter Rahman yang polos sudah berseragam SMA.
Rahman berlatar belakang keluarga yang sangat religius dan tinggal di pesantren sudah membuat heboh seisi rumah karena godaan dari Aji. Ada kisah cinta yang ditahan antara Rahman dan perempuan cantik berhijab (Mawar de Jongh) diantara rentetan kisah yang akhirnya membuat Rahman disuruh menikah. Bukan, bukan dengan si perempuan tersebut.
Alur cerita terus maju dan tahu-tahu Rahman sudah di kota Milan bersama Moza yang diperankan Mikha Tambayong yang kali ini menurut saya sangat cantik dengan balutan pakaian yang fashion abis.
Saat sudah senang-senang dengan alur cerita yang terus bergerak maju dan kehadiran Aji yang membuat semakin ramai, plus datangnya satu wanita cantik lagi yang diperankan Amanda Rawles sebagai Kanya, para penonton diajak mundur kebelakang melihat masa lalu. Apakah ini jawaban dari pertemuan Rahman dan Kanya yang tadi berubah menjadi galau?
Saya benar-benar sudah jarang mengikuti film kisah asmara yang disukai remaja dan mengetahui kisah ini bahwa ada hubungan spesial antara Rahman dan Kanya, itu benar-benar keren. Luar biasa yang nulis film ini. Menarik!
Saya menoleh ke kanan dan kiri melihat bagaimana reaksi penonton menyaksikan film ini? Dan akhirnya saya tahu mengapa duet Dimas dan sutradara dapat membuat mereka terhanyut seketika.
Dan pada akhirnya, film ini memilih akhir cerita dengan bahagia. Saya sangat suka sekali dengan Kanya dan Rahman menyelesaikan bagian kisah mereka.
Kekuatan cerita
Sebagai pemuda yang polos dan tiba-tiba dinikahkan dengan seorang wanita yang berteman sejak kecil kemudian bertemu lagi dengan wajah yang sangat cantik, siapa yang ingin menolak.
Lugunya Rahman harus dihadapkan agresifnya Moza yang sudah sangat wah sebagai wanita menurut saya. Ternyata, Kanya jauh lebih berkelas ketimbang Moza. Rahman sangat beruntung rasanya.
Ketika saya berpikir ini akan selesai, ternyata tidak. Perjuangan Rahman yang akhirnya memutuskan menyerah dan pulang ke Jogja rupanya diikuti sebuah rahasia tentang Kanya.
Gadis cantik berhijab diawal film yang tertarik sama Rahman akhirnya kembali bermain dengan kecantikannya dibalut pakaian pernikahan. Yakin nih, mau nikah lagi?
Serius, ceritanya gak bakalan habis kalau saya tulis di sini. Kekuatan cerita film ini benar-benar sangat kuat dan the best lah menurut saya untuk awal tahun. Apalagi lawannya kali ini masih bertema komedi dan animasi.
Pemain film Promise
Ada Melly Guslow yang berperan dalam menyajikan alunan romantis yang dinyayikannya dalam film ini. Film ini benar-benar diharapkan sebagai pembuka yang manis untuk film Indonesia. Coba cari OST.Film Promise yang dinyanyikan teteh satu ini.
Semua pemain yang saya sebutkan di atas adalah pemain dengan tampang good looking semua. Meski di awal saya memuji Mika, ternyata hadirnya Amanda mengubah penilaian saya. Ya, Amanda punya wajah eksotis yang buat saya selalu mengenangnya lewat film ini.
Soal Dimas Anggara, jangan ditanya lagi deh. Film-film sebelumnya juga semua bertema romantis dan ngehits. Dan seperti Iko Uwais yang digadang-gadang sebagai ikon aktor laga, maka Dimas Anggara sepertinya sudah bisa disebut sebagai ikon aktor romantis khusus remaja.
Berikut daftar lengkap pemain Promise : Mikha Tambayong, Dimas Anggara, Boy William, Amanda Rawles, Mawar Eva De Jongh, Ricky Cuaca, Ari Irham, Surya Saputra, Ira Wibowo, Doni Alamsyah, Annisa Hertami, Monica Oemardi, Thalita Yana, Elmy Syarif
..
Sangat manis menyuguhkan cerita yang meski tak membuat saya menangis. Ia, filmnya gak berlebihan yang buat orang begitu sedihnya. Porsi sedang, tapi tenang. Banyak yang indah-indah. Meski begitu, antusias tempat duduk tidak terisi penuh seperti film Hangout dan Cek Toko Sebelah di awal-awal tayang.
Menurut saya ini adalah cerita pria lugu yang mendapat berkah yakni seorang wanita cantik. Bukan 1 tapi 3. Namun keluguannya yang menghadirkan kesederhanaan dari arti pria sejati membuat kisahnya lebih berarti di sini.
Selamat Hari Media Sosial, warga Semarang! Tidak terasa, setiap tanggal 10 Juni kita kembali diingatkan bagaimana platform digital telah mengubah cara kita menjalani hidup sehari-hari. Bagi kita yang menetap dan tumbuh di Kota Semarang, media sosial bukan lagi sekadar ruang pamer foto estetik, melainkan penggerak utama dari langkah kaki kita di sudut-sudut Kota Atlas. Mengingat momen ini, kami mendadak teringat dengan tulisan kami tepat setahun yang lalu ( Hari Media Sosial 2025: Mal Semarang Jago Main IG ). Saat itu, kami memberikan apresiasi tinggi kepada tim kreatif dan admin mal di Semarang yang makin jempolan mengelola Instagram. Mereka sukses mengubah akun mal menjadi pusat agenda kota yang interaktif, estetik, dan sangat fast response . Kami bahkan menyarankan pentingnya dorongan konten dan strategi digital untuk meramaikan tempat yang sepi. Setahun berselang, di bulan Juni 2026, lanskapnya ternyata sudah melompat jauh lebih ekstrem. Bukan lagi sekadar jago membuat konten agenda...
Piala Dunia 2026 tinggal hitungan jam saat kami menulis halaman ini. Benar-benar sebuah ketidaksengajaan yang berujung jadi konten. Gara-gara sedang berselancar di Instagram dan menemukan unggahan dari akun resmi TVRI Jawa Tengah yang membagikan daftar lokasi nonton bareng (nobar) resmi, kami langsung tergerak untuk membawanya ke blog. Lagi-lagi ini menjadi ide dadakan. Entah kenapa ingatan kami langsung terlempar pada bulan Februari kemarin, saat kami sedang bersepeda santai menuju Car Free Day (CFD) Simpang Lima. Waktu itu, kami sempat berpapasan dengan kampanye promosi berbau Piala Dunia 2026 . Aktor di balik layarnya ternyata masih sama: TVRI Jawa Tengah, sang pemegang hak siar resmi lewat program global mereka yang bertajuk "Bola Gembira" . Karena gelaran sepak bola terakbar ini hanya datang empat tahun sekali, kami pikir tidak ada salahnya ikut memeriahkan euforianya lewat coretan di blog. Apalagi aturan hak siar dan izin nobar sekarang semakin ketat. Membagikan tempat...
Setiap kali melintas dan memotret megahnya bangunan SMC RS Telogorejo Semarang dari luar, terselip tanya dalam hati: kapan ya ada kesempatan untuk menengok bagian dalamnya? Maklum, jika tidak ada kepentingan medis yang mendesak, tentu rasanya canggung untuk sekadar berkunjung. Pucuk dicinta ulam pun tiba. Sebuah momentum menarik datang bersamaan dengan digelarnya sebuah acara yang materinya sangat bersinggungan dengan aktivitas olahraga yang rutin kami geluti. Semesta seakan merestui rasa penasaran kami. Pihak rumah sakit menggelar hajatan besar bertajuk The Spark of Healthy Life: 3 in 1 Mega Seminar & Talkshow 2026 . Begitu pendaftaran dibuka melalui akun Instagram resmi @rs.telogorejo, kami langsung mendaftarkan diri. Beruntung, nama kami lolos kurasi untuk hadir pada hari kedua, Jumat, 22 Mei 2026, yang bertempat di Auditorium Lantai 3 Gedung Cattleya. Namun, tantangan langsung menghadang tepat di hari H. Hujan deras mendadak mengguyur Kota Semarang, memaksa kami untuk menerjang...
Pertengahan tahun di Kota Semarang rasanya belum lengkap kalau belum membahas kompleks PRPP Jawa Tengah di kawasan Anjasmoro. Ya, gelaran pesta rakyat terbesar di Jawa Tengah, Jateng Fair 2026, sudah resmi masuk dalam radar agenda kota bulan ini. Bagi kamu yang sudah mulai mencari tahu kapan event ini dimulai, catat tanggalnya: Jateng Fair 2026 akan berlangsung selama 10 hari, mulai dari tanggal 26 Juni hingga 5 Juli 2026. Format durasi yang lebih padat ini tampaknya kembali dipertahankan oleh pihak penyelenggara, PT PRPP Jawa Tengah. Sama seperti tahun lalu, kebijakan tiket masuk gratis juga kembali diterapkan untuk menarik antusiasme masyarakat secara massal ke area pameran . Namun, perlu dicatat ya! Gratis di sini hanya berlaku untuk memasuki area kompleks pameran dan stan Jateng Fair saja. Bagi kamu yang mengincar keseruan panggung hiburan musiknya, tetap diwajibkan mengantongi tiket masuk berbayar. Dengan target yang dipatok hingga 300 ribu pengunjung, apakah Jateng Fair t...
Setelah euforia hari pertama soft opening berlalu, kami penasaran untuk menjajal nekat bersepeda menuju kawasan POJ City. Tujuannya apalagi kalau bukan melihat langsung mal yang digadang-gadang terbesar di Jawa Tengah, Mal 23 Semarang . Tantangannya tentu lebih seru kali ini karena kami datang dengan cara gowes. Siapa sangka pada Minggu pagi, 24 Mei 2026, kami benar-benar melakukannya. Meski ini bukan kali pertama kami bersepeda ke arah pesisir, tetap saja semangat dan antusiasmenya terasa berbeda karena ada magnet baru di sana. Jika biasanya rute Minggu pagi dihabiskan ke CFD Simpang Lima, kali ini kemudi sepeda kami arahkan menuju kawasan Marina. Jaraknya dari pusat kota sendiri berkisar sekitar 8,7 km. Di media sosial, pembicaraan tentang 23 Semarang Shopping Center memang luar biasa masif. Tidak heran begitu kami tiba di lokasi, suasananya persis seperti yang dibayangkan: ramai dan penuh antusiasme. Beberapa waktu belakangan, tren FOMO (Fear of Missing Out) di Kota Semarang memang...
Terimakasih sudah mempermudah referensi skripsi saya tentang novel dan film promise ini🤗
ReplyDeleteSama-sama, senang bisa berguna
Delete