Langsung ke konten utama

Review Film Satria Heroes: Revenge of Darkness


Untuk pertama kalinya, kami menonton film berjenis Tokusatsu di bioskop. Film tersebut berjudul Satria Heroes: Revenge of Darkness. Rilis pertama kali di bioskop pada tanggal 4 Mei 2017 dan sepertinya baru film ini yang kali pertama ditayangkan di bioskop tanah air. 

Kami beruntung bulan Mei ini mendapatkan tiket gratis nonton film Indonesia setelah hadir di launching pembukaan bioskop baru di Semarang, yaitu Cinemaxx. Bioskop ini sendiri berada di Java Mall. Kamu yang baru tahu kami sudah persiapkan reviewnya di sini bila kamu sangat penasaran.

Alur cerita 

Bila kamu penggemar film Kamen Rider asal Jepang, tentu film Satria Heroes tidak asing buat kalian. Apalagi film ini merupakan serial dari Bima Satria Garuda yang ceritanya diputar di televisi dalam format serial.

Diangkatnya film ini ke format bioskop menjadi pertanda positif, apalagi film ini asli dari Indonesia dan berkolaborasi dengan Jepang. Ya, film  yang diperankan oleh Christian Loho ini merupakan film tokusatsu pertama di Indonesia.

Keluar dari antusias tinggi para penggemar film berjenis Tokusatsu ini sendiri bahwa film ini membawa alur cerita yang sebenarnya menarik dan kekinian. Kami yang benar-benar tidak mengikuti versi serialnya banyak dijelaskan tentang siapa saja mereka.

Mau tidak mau, alur film ini membawa penontonnya maju mundur. Kadang melihat kebelakang (masa lalu) dan kemudian sudah ada di masa depan. Ada yang namanya dunia paralel. Dunia yang mungkin hanya dimengerti oleh para penggemar film ini.

Ceritanya tetap harus melawan kejahatan dan kerja sama dengan hero lainnya. Paling menarik adalah bagaimana seorang penjahat yang awalnya kami prediksi menjadi jagoan harus menjadi musuh utama di film dengan durasi 1 jam 32 menit ini.

Seorang pemuda dan gurunya berkelana menjelajahi setiap daerah. Dalam perjalanan, mereka berhadapan dengan monster. Tak disangka, sang guru rupanya memiliki kekuatan Satria (berubah seperti Kamen Rider). Obsesi sang murid untuk menjadi seperti gurunya membuat cerita tidak menonton menurut kami.

Efek yang profesional

Harus kami akui film yang skenarionya ditulis Reino Barack ini terbilang mumpuni. Kami tidak menemukan celah bahwa film ini kurang baik dari segi efek. Benar-benar top, seperti film Kamen Rider biasanya.

Ternyata semua ini bisa sebagus ini karna melibatkan Jepang dalam segi konsep dan penggarapan film. Termasuk sang sutradaranya, Kenzo Maihara, yang punya portofolio menggarap serial Kamen Rider, OOO, dan Wizard. Meski begitu, ada sutradara Indonesia juga yang membantunya yakni Arnandhan Wyanto. Cek trailer film Satria Heroes: Revenge of Darkness berikut ini untuk melihat bagaimana efek yang dibuat.


Pemain film Satria Heroes: Revenge of Darkness

Ada nama aktor spesial yang ikut bermain di film ini, yaitu Yayan Ruhian. Nama besarnya memang diharapkan ikut mendongkak film ini yang dimainkan di 2 negara yaitu Indonesia dan Jepang. Makanya kami heran saat melihat gunung Fuji jadi background di sini.

Pemain lainnya seperti Christian Loho, Fernando Surya, Stella Cornelia, Rayhan Febrian, Adhitya Alkatiri, Abio Abie, Thalia, dan Nino Kuya. Yayan Ruhian sendiri berperan sebagai Master Torga, yang juga punya kemampuan berubah menjadi Satria.

Antusias di Semarang

Boleh dikatakan saat launching bioskop baru di Semarang, film Satria Heroes mendapatkan angin segar menarik perhatian penonton. Mumpung tiketnya masih gratis, kami dan penonton lain, mau tak mau bisa merasakan duduk di dalam bioskop yang merupakan bioskop Cinemaxx pertama di Semarang.

Sayangnya, kami harus jujur bahwa film ini sempat ditinggal penonton setelah hampir 1 jam berlalu. Kami maklum dengan pilihan mereka yang tidak kebagian film lain mengingat pembagiannya menyesuaikan jumlah penonton. Kalau penuh, dapatnya yang seperti ini.

Di bioskop lain, Cinema XXI yang berada di Mal Ciputra, film ini sempat keluar masuk. Beberapa hari setelah tayang memang sempat konsisten bertahan. Kemudian film ini menghilang. Dan tiba-tiba masuk lagi dalam daftar film Indonesia yang tayang.


...

Film yang bercerita juga tentang persahabatan ini menjadi menarik saat mereka harus berhadapan dengan musuh lama yang kembali hadir. Jakarta diceritakan terancam dan butuh kemampuan para pahlawannya untuk mengatasinya.

Satu sisi, para pahlawan yang diharapkan berada di tempat yang berbeda. Dan satu lagi yang sudah benar-benar menghilang kemudian muncul juga. Ah, kami benar-benar tidak mengikuti dari cerita serialnya jadi hanya bisa menuliskannya sampai di sini.

Meski film ini benar-benar bernuansa Jepang, termasuk soundtrack filmnya yang dibawakan idol grup bernama Sakura 4 (salah satu membernya ternyata orang Indonesia), film ini tetaplah kami masukkan dalam daftar film Indonesia. 

Film ini murni berbahasa Indonesia meski beberapa ada bahasa Jepang yang turut dimasukkan. Dan juga kostumnya memiliki ciri khas Indonesia. Kira-kira, adakah kelanjutannya film ini nanti di layar lebar kembali? Hmm..

Informasi Kerjasama
Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap

Komentar

Postingan populer dari blog ini

4 Sektor Unggulan Semarang Tahun 2017 Ini Bisa Menjadi Inspirasi Buat Konten

Ini kabar baik bagi untuk kami tentunya dalam hal produksi konten dan mendukung kota Semarang. Semenjak bulan Juli 2017, Badan Ekonomi Kreatif telah memverifikasi 4 sektor unggulan Semarang, diantaranya fesyen, arsitektur, game dan aplikasi. Selengkapnya.
Mengutip laman resmi kota Semarang, semarangkota.go.id, Walikota Semarang Hendrar Prihadi menyampaikan bahwa di akhir bulan Juli, Pemerintah Kota Semarang mengusulkan kepada Badan Ekonomi Kreatif 3 sub sektor unggulan Kota Semarang. Arsitektur, game dan aplikasi, serta sub sektor fashion. Dan ketiga usulan tersebut telah diverifikasi dan ditetapkan.
Dari ke-4 sektor, fashion yang kami update sebelumnya di sini, sudah mendapatkan panggung yang dipromosikan pemerintah dengan membuat acara di Kota Lama. Dan tentu, ini akan terus dilakukan pemerintah untuk membuktikan apakah fashion merupakan sektor unggulan kali ini.
Dari dotsemarang, kami melihat ini adalah peluang baik untuk fokus pada konten yang berhubungan dengan sektor unggulan k…

Agenda Semarang September 2017

Selamat datang bulan September. Awal bulan ini bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha 2017 yang diputuskan tanggal 1 September, hari jumat. Kami mengucapkan selamat hari Raya dan berikut daftar acara Semarang bulan.
Agenda rutin  [Minggu] -  Car Free Day di Simpang Lima - Pahlawan, jalan Pemuda dan jalan Kartini. Lihat artikelnya di sini.[Minggu] - Pasar Minggu di sekitar MAJT, Stadion Citarum, stadion Diponegoro, Taman KB.[Jumat] - Pasar Jumat di sekitar Taman KB.[Sabtu, Kamis, & Senin] - Keroncong Live Music di Jalan Kepodang 13-15, Kota Lama. Detail klik di sini. [Sabtu] - Wayang Orang di TBRS Semarang[Jumat-Minggu] - Warung Semawis di Gang Warung, Pecinan. Lihat artikelnya di sini.
Agenda umum (Akan terus ditambahkan)  [11 Agustus - 10 September] - Jateng Fair 2017 di PRPP. Info klik di sini.[30 Agustus - 3 September] - Acer Day di Paragon Mall Semarang.[30 Agustus -  9 September] - Pameran Handphone/Bazaar di Plasa Simpang Lima Semarang.[5 - 10 September] - Festival Kuliner Nusan…

Agenda Festival Kota Lama 2017

Event Festival Kota Lama kembali menyapa tahun ini, tepatnya tanggal 23 hingga 24 September 2017. Mari agendakan ke sini, karena acara diselenggarakan akhir pekan, Sabtu dan Minggu.
Festival Kota Lama yang diprakarsai oleh Oen Semarang Foundation dimulai sejak tahun 2012. Ini berarti, Festival Kota Lama 2017 sudah berjalan ke-6 kalinya (setahun sekali).
Untuk tema Festival Kota Lama tahun 2017 mengusung Sepanjang Jalan Kenangan. Dan lokasi acara berlangsung sekitar Polder Tawang, sama seperti tahun 2016. Acara yang diselenggarakan hari Sabtu dan Minggu ini tidak membuat panggung apung.

Tentang Festival Kota Lama 2017

[Press rilis] Melihat adanya berbagai kendala dalam pelestarian cagar budaya di Kota Lama, seperti kepemilikan bangunan, perawatan bangunan yang telah berusia tua, lingkungan sosial yang perlu ditingkatkan menjadi social capital, serta keterancaman lingkungan akibat iklim.

Kawasan Kota Lama menyimpan potensi yang luar biasa; termasuk masyarakatnya yang proaktif untuk teta…

Review Lot 28 Semarang

Awal Agustus kemarin, tempat ini mengadakan soft opening dengan mengundang social media influencer Semarang. Termasuk bloger di dalamnya. Lot 28 sendiri beralamat di jalan Singosari Raya No.28, Semarang. Seperti apa tempatnya?

Selamat datang kembali akhir pekan. Apakah kamu sudah punya rencana menghabiskan hari Sabtu? Mungkin bertemu dengan teman atau sahabat, atau juga pasangan bisa meredakan stres setelah sibuk beberapa hari dengan rutinitas dan pekerjaan.

Komunikasi secara langsung itu sangat menyenangkan, dan tentu didukung tempat yang menarik yang bisa membangkitkan suasana hati. Kami punya rekomendasi bila kamu ingin sesuatu yang baru di Semarang berikut ini.



Lot 28, kamu bisa ngopi atau makan malam di sini

Nama yang unik menurut kami saat owner menjelaskan kepada kami yang turut hadir saat soft opening, kamis sore, 3 Agustus 2017. Angka 28 sendiri diambil dari nomor tempat ini berada.

Bahkan, 28 ini juga punya makna yang berarti 2 artinya 2 rasa, dan 8 artinya cerita (merujuk m…

Ini Dia Acara Menarik Selama Festival Kota Lama 2017

Bernostalgia menikmati suasana Tempoe Doeloe rasanya seperti kembali dengan mesin waktu. Festival Kota Lama menawarkan hal tersebut diakhir pekan besok, apakah kamu tidak ingin menghabiskan waktu di Semarang?
Acara Festival Kota Lama Tahun ini sudah memasuki tahun keenam. Mungkin buat kamu yang baru pertama kali, acara tahunan ini bisa jadi rekomendasi kemana menghabiskan akhir pekanmu besok. 
Festival Kota Lama, merupakan salah satu acara yang rutin digelar tiap tahun. Karena lokasinya Kota Lama, acara ini tentu sangat bagus buat kamu, apalagi hobi traveling. Detail event ini, selengkapnya bisa kamu baca di sini.
Apa saja yang menarik di Acara Festival Kota Lama 2017?
Midden Java Reuni Next Generation, bekerja sama dengan Budi Santoso Foundation yang telah diresmikan di Festival Kota Lama 2015. Acara temu kangen warga Jawa dan Belanda yang sama-sama tertarik dengan Kota Lama.
Ada Henny Purwonegoro, artis legendaris dari Indonesia
Bagi kamu yang termasuk generasi Z, mungkin nama artis …