Langsung ke konten utama

Review Film Surat Untukmu


Rilis secara resmi di seluruh bioskop Indonesia, 25 Agustus 2016, film Surat Untukmu membawa durasi 97 menit. Film ini juga sebagal awal debut Prilly Latuconsina bermain di layar lebar. 

Mengapa saya harus menonton film yang disutradarai Harris Nizam ini? Jawabannya mudah, tidak ada pilihan. Satu-satunya film Indonesia yang baru tayang cuma film ini kamis kemarin di bioskop Semarang.

Cerita

Saya sangat suka dengan background yang ditampilin lewat film Surat Untukmu. Pemandangan, Candi, suasana pedesaan, alam, dan budaya. Aktor senior, Tio Pakusadewo turut bermain di film ini dengan menjadi ayah Prilly.




Ceritanya si Gendis (Prilly) ini ingin bertemu dengan ibunya yang meninggalkannya dari bayi. Rasa penasaran yang begitu besar membuatnya mengabaikan nasihat sang ayah yang berprofesi sebagai penari di kawasan Candi yang selalu melarangnya pergi ke Jakarta. Jakarta itu kejam, katanya.

Namanya juga remaja, Si Gendis menghiraukannya begitu saja. Apalagi beberapa rahasia ditemukan olehnya saat ia mau mengikuti lomba melukis dari Sekolahnya 

Akhirnya Gendis berhasil pergi ke Jakarta dengan program yang ia ikuti karena memenangkan lomba melukis. Di sana, ia banyak bertemu banyak teman. Meski begitu ia tidak lupa dengan tekadnya menemukan sang Ibu.

Penuh teka-teki

Meski dibalut dengan keindahan dan tradisional, 30 menit lebih film ini terasa hambar. Prilly memang sukses disulap menjadi gadis desa, sayangnya alur cerita masih membosankan.

Pindah ke Jakarta, cerita mulai agak terangkat. Saya pikir Gendis memiliki kekuatan yang dapat mengangkat cerita film ini karena beberapa kali ada animasi yang menunjukkan bagaimana Gendis punya bakat dalam hal menghitung rumus-rumus. Ternyata tidak.

Bersama teman-teman barunya, Gendis memulai petualangannya dengan memecahkan teka-teki yang didapatnya. Sekilas itu menarik dan sukses membuat mata saya kembali segar.


Pemain

Pemain utama film ini tentu Prilly Latuconsina. Kapan lagi melihat sosok yang terkenal bersama Aliando ini menjadi remaja wanita desa dalam sebuah akting.

Mungkin masih butuh waktu melihat karakter yang dibangun dalam layar lebar, tapi di film ini sudah lumayan baik. Pemain lainnya ada Om Tio, kalau ini jangan ditanya. 

...

Didominasi para pemain remaja, saya melihat film ini mencoba menarik antusias penonton generasi millenials (1990) yang saat ini pasarnya sangat bagus. 

Apa yang bisa kita petik dari film ini ? Sebuah keberanian dan tekad kuat tapi tidak juga harus nekat. Sisanya tentang persahabatan dan kejujuran orang tua yang terkadang baik tapi tidak ingin dikatakan. Untuk bagian akhirnya tidak ada kejutan yang diberi.

Rating film : 6.5 (6-10)

...

Informasi Kerjasama

Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jadwal Pameran Handphone di Semarang Bulan Februari 2018

Tahun baru Imlek di Semarang kali ini dijadikan momen mengadakan pameran handphone awal tahun 2018. Bila dilihat rentang waktu terakhir pameran diadakan, desember, ini berarti ada jeda 1 bulan kosong yang biasanya awal tahun selalu ada pameran. Ingin ganti hape?

Tuan rumah pameran hape di Semarang kali ini jatuh pada Paragon Mall dan Plasa Simpang Lima Semarang. Tidak ada Java Mall yang identik dengan pameran kali ini. Mungkin tempatnya sedang dipakai pameran lainnya.

Gadget Super Sale by Sinar Mas Selluler (SMS)

Pameran handphone di Paragon Mall digelar dari tanggal 14 Februari - 18 Februari 2018. Sepertinya mengambil momen hari Valentine mengawali pameran ini berlangsung.


Harga Asus Zenfone di Pameran Handphone Semarang Februari 2018
Pameran di Paragon sendiri sudah kami lihat. Saat kami kunjungi hari ini (16/2), mereka berbagi tempat dengan acara dari sebuah Bank yang sedang mengadakan roadshow dengan program menariknya.

Selain berkunjung ke stan ASUS, kami juga mengunjungi stan Nok…

Review Lot 28 Semarang

Awal Agustus kemarin, tempat ini mengadakan soft opening dengan mengundang social media influencer Semarang. Termasuk bloger di dalamnya. Lot 28 sendiri beralamat di jalan Singosari Raya No.28, Semarang. Seperti apa tempatnya?

Selamat datang kembali akhir pekan. Apakah kamu sudah punya rencana menghabiskan hari Sabtu? Mungkin bertemu dengan teman atau sahabat, atau juga pasangan bisa meredakan stres setelah sibuk beberapa hari dengan rutinitas dan pekerjaan.

Komunikasi secara langsung itu sangat menyenangkan, dan tentu didukung tempat yang menarik yang bisa membangkitkan suasana hati. Kami punya rekomendasi bila kamu ingin sesuatu yang baru di Semarang berikut ini.



Lot 28, kamu bisa ngopi atau makan malam di sini

Nama yang unik menurut kami saat owner menjelaskan kepada kami yang turut hadir saat soft opening, kamis sore, 3 Agustus 2017. Angka 28 sendiri diambil dari nomor tempat ini berada.

Bahkan, 28 ini juga punya makna yang berarti 2 artinya 2 rasa, dan 8 artinya cerita (merujuk m…

Review The Cannibal Bistro & Bar

Bicara tentang tempat nongkrong di salah satu kawasan Semarang atas, Tembalang, tak ada habisnya. Kawasan yang menjadi pusat mahasiswa Universitas Diponegoro atau Undip ini memang sangat terkenal bagi kami yang tinggal di Semarang.

Generasi millenials yang sedang berkuliah di sana sangat beruntung dengan banyaknya ragam pilihan tempat melepaskan penat setelah belajar di bangku kelas. Bila malas keluar pun, ada layanan pesan antar yang juga bisa dimanfaatkan.

Sabtu kemarin (10/2) kami sedang berkunjung ke salah satu tempat nongkrong yang berada di jalan Mulawarman. Kami sadar bahwa lokasinya terbilang jauh untuk kami yang kebanyakan menghabiskan aktivitas di Semarang bawah.


Namun semua terbayar saat kunjungan pertama kali kami ke sini mendapati pemandangan yang indah, yaitu pematang sawah.

Apakah ini andalan view dari the cannibal? Sepertinya iya, bila membandingkan dengan beberapa tempat nongkrong yang pernah kami kunjungi sebelumnya.

Cannibal? Alasan dibalik nama

Ini bagian dalam sete…

Review Film Terjebak Nostalgia

Film Terjebak Nostalgia rilis di bioskop tanggal 1 desember 2016. Membawa durasi waktu sekitar 95 menit, film sutradara Rako Prijanto ini memiliki Raisa sebagai pemeran utamanya yang diduetkan dengan aktor ganteng Chicco Jerikho.
Saya sengaja memutuskan nonton film yang dibintangi Raisa Andriana ketimbang film Cinta Laki-laki Biasa yang sebenarnya saya sudah menandai film ini untuk ditonton. Hadirnya Raisa adalah salah satu faktor utama yang membuat saya tertarik, apalagi ini debutnya di layar lebar. 
Cerita
Selama nonton film ini suasana yang dibangun selalu menyenangkan. Saya pikir ceritanya akan mudah ditebak dengan awal ceritanya yang mirip-mirip film Drama Korea atau India.

Ternyata tidak, film yang mengambil syuting di Jabotabek dan New York ini ternyata penuh teka-teki. Rekan saya, kali ini saya berdua, bahkan sudah menebak ceritanya dan seolah biasa. Tapi buat saya tetap menarik.
Jatuh cinta, tema yang selalu menarik untuk diangkat. Dikemas dengan menarik, Raisa menemukan puja…

Agenda Semarang Februari 2018

Selamat datang bulan Februari. Bulan yang dianggap sebagian orang bulan penuh cinta ini bertepatan dengan salah satu acara di kota Semarang, Pasar Imlek Semawis. Berikut daftar acara di kota Semarang selama bulan Februari.

Agenda rutin :
[Minggu] -  Car Free Day di Simpang Lima - Pahlawan & Pemuda. [Minggu] - Pasar Minggu di sekitar MAJT, Stadion Citarum, stadion Diponegoro, Taman KB.[Jumat] - Pasar Jumat di sekitar Taman KB.[Sabtu, Kamis, & Senin] - Keroncong Live Music di Jalan Kepodang 13-15, Kota Lama. Detail klik di sini. [Sabtu] - Wayang Orang di TBRS Semarang[Jumat-Minggu] - Warung Semawis di Gang Warung, Pecinan.Agenda lainnya :
[1-12 Feb] - Pameran Otomotif Plasa 2018 di atrium Plasa Simpang Lima Semarang.[7-19 Feb] - Pameran Batik & Craft 'Harmoni Batik Indonesia' di Java Mall.[12-14 Feb] - Pasar Imlek Semawis 2018. Detail informasi klik di sini.[14-18 Feb] - Pameran Handphone di Paragon Mall.[15-25 Feb] - Pameran Handphone di Plasa Simpang Lima Semarang.[1…