Langsung ke konten utama

Review Aplikasi Nada Kita


Era 4G sekarang membuat aplikasi streaming tumbuh subur. Tak dipungkiri lagi, keberadaannya disatu sisi memberi keuntungan tersendiri buat penggunanya. dotsemarang kali ini mencoba mereview salah satu aplikasi streaming musik buatan Australia Tuned Global, yakni Nada Kita.

Ada yang sudah gunakan aplikasi ini? Atau malah baru tahu. Kalau belum tahu, mungkin Anda tertarik setelah membaca review dotsemarang ini. Aplikasi Nada Kita kapasitasnya lumayan besar, sekitar 10 Mb. Jadi sebelum menginstalnya, cek dulu kapasitas memori.

Full Indonesia

Sesuai namanya yang Indonesia banget, konten yang dihadirkan 100% Indonesia. Buat yang berharap mencari lagu luar, maaf dulu deh. Pinggir dulu.

Video singkat berikut ini menjelaskan sedikit bagaimana aplikasi ini saat dibuka.


Hanya ada 3 pilihan untuk mengeksplore isi aplikasi ini, Home, Stasiun dan Baru. Home sendiri berisi banyak lagu secara umum. Pindah ke statisun, pengguna akan melihat kategori Tren dan Browse. Terakhir Baru, di sini pengguna menemukan beberapa update lagu terbaru dari penyanyi maupun kumpulan lagu.

Hemat Kuota Internet

Paling dijual dari aplikasi ini agar pengguna tertarik adalah hematnya kuota pada saat digunakan. Maklum, aplikasi sejenis sudah begitu banyak dan menawarkan berbagai kelebihan yang tidak dapat diragukan lagi.

Jelas, Nada kita memilih strategi cerdas yang melihat masyarakat Indonesia menyukai sesuatu yang begini - hemat kuota. Seperti pernyataan berikut yang dotsemarang ambil dari situs internet.
Nada Kita dioptimalkan sedemikian rupa sehingga tidak memakan paket data secara berlebihan. Sebagai ilustrasi, menonton lima video di Youtube menghabiskan data sekira 60 MB yang setara dengan mendengarkan 83 judul lagu di Nada Kita,” Con Raso, managing director Tuned Global. 

Gratis 

Hingga tulisan ini dibuat, dotsemarang yang sudah mencoba memang melihat aplikasi ini gratis. Tidak seperti kompetitor yang memiliki cara agar penggunanya mau membayar. Siapa coba yang tidak ingin gratisan. Saat ini Nada Kita sudah tersedia buat OS Android & Apple. S

Kekurangan

Saat ini saya juga menggunakan aplikasi Joox. Untuk melihat perbedaannya, aplikasi Nada Kita tidak memiliki fitur yang saya suka seperti Tidak Ada Penghitung Waktu dan No Save Offline.

Tidak ada penghitung mundur dalam memainkan lagu bermanfaat saat Anda ingin beristirahat sambil ditemani musik. Fitur tersebut dapat diatur sesuai kebutuhan, semisal 30 menit atau 1 jam dan lebih lama lagi.

Meski digadang hemat kuota, ada saat-saat dimana pengguna kehilangan sinyal disebuah daerah. Saat tidak ada, fitur save offline sangat dibutuhkan tentunya. Tertarik menggunakan?

Informasi lainnya dapat langsung cek websitenya di sini.
...

Informasi Kerjasama

Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jadwal Pameran Handphone di Semarang Bulan Februari 2018

Tahun baru Imlek di Semarang kali ini dijadikan momen mengadakan pameran handphone awal tahun 2018. Bila dilihat rentang waktu terakhir pameran diadakan, desember, ini berarti ada jeda 1 bulan kosong yang biasanya awal tahun selalu ada pameran. Ingin ganti hape?

Tuan rumah pameran hape di Semarang kali ini jatuh pada Paragon Mall dan Plasa Simpang Lima Semarang. Tidak ada Java Mall yang identik dengan pameran kali ini. Mungkin tempatnya sedang dipakai pameran lainnya.

Gadget Super Sale by Sinar Mas Selluler (SMS)

Pameran handphone di Paragon Mall digelar dari tanggal 14 Februari - 18 Februari 2018. Sepertinya mengambil momen hari Valentine mengawali pameran ini berlangsung.


Harga Asus Zenfone di Pameran Handphone Semarang Februari 2018
Pameran di Paragon sendiri sudah kami lihat. Saat kami kunjungi hari ini (16/2), mereka berbagi tempat dengan acara dari sebuah Bank yang sedang mengadakan roadshow dengan program menariknya.

Selain berkunjung ke stan ASUS, kami juga mengunjungi stan Nok…

Review Lot 28 Semarang

Awal Agustus kemarin, tempat ini mengadakan soft opening dengan mengundang social media influencer Semarang. Termasuk bloger di dalamnya. Lot 28 sendiri beralamat di jalan Singosari Raya No.28, Semarang. Seperti apa tempatnya?

Selamat datang kembali akhir pekan. Apakah kamu sudah punya rencana menghabiskan hari Sabtu? Mungkin bertemu dengan teman atau sahabat, atau juga pasangan bisa meredakan stres setelah sibuk beberapa hari dengan rutinitas dan pekerjaan.

Komunikasi secara langsung itu sangat menyenangkan, dan tentu didukung tempat yang menarik yang bisa membangkitkan suasana hati. Kami punya rekomendasi bila kamu ingin sesuatu yang baru di Semarang berikut ini.



Lot 28, kamu bisa ngopi atau makan malam di sini

Nama yang unik menurut kami saat owner menjelaskan kepada kami yang turut hadir saat soft opening, kamis sore, 3 Agustus 2017. Angka 28 sendiri diambil dari nomor tempat ini berada.

Bahkan, 28 ini juga punya makna yang berarti 2 artinya 2 rasa, dan 8 artinya cerita (merujuk m…

Agenda Semarang Februari 2018

Selamat datang bulan Februari. Bulan yang dianggap sebagian orang bulan penuh cinta ini bertepatan dengan salah satu acara di kota Semarang, Pasar Imlek Semawis. Berikut daftar acara di kota Semarang selama bulan Februari.

Agenda rutin :
[Minggu] -  Car Free Day di Simpang Lima - Pahlawan & Pemuda. [Minggu] - Pasar Minggu di sekitar MAJT, Stadion Citarum, stadion Diponegoro, Taman KB.[Jumat] - Pasar Jumat di sekitar Taman KB.[Sabtu, Kamis, & Senin] - Keroncong Live Music di Jalan Kepodang 13-15, Kota Lama. Detail klik di sini. [Sabtu] - Wayang Orang di TBRS Semarang[Jumat-Minggu] - Warung Semawis di Gang Warung, Pecinan.Agenda lainnya :
[1-12 Feb] - Pameran Otomotif Plasa 2018 di atrium Plasa Simpang Lima Semarang.[7-19 Feb] - Pameran Batik & Craft 'Harmoni Batik Indonesia' di Java Mall.[12-14 Feb] - Pasar Imlek Semawis 2018. Detail informasi klik di sini.[14-18 Feb] - Pameran Handphone di Paragon Mall.[15-25 Feb] - Pameran Handphone di Plasa Simpang Lima Semarang.[1…

Dilantik Secara Resmi, Ini 3 Komunitas Baru yang Turut Meramaikan Dunia Perkomunitasan Semarang

Tiga komunitas Semarang ini dilantik dihadapan Wakil Wali kota Semarang, Ketua DPRD kota hingga perwakilan Diskominfo Jateng sampai kota Semarang. Menyaksikan pemandangan seperti ini, tentu sangat membanggakan. Terlebih para anggotanya.
Senin (19/2), bertempat di gedung Balai Kota Semarang, kami sedang menunggu kehadiran Mbak Ita (sapaan akrab Wakil Wali Kota) yang akan menjadi saksi bagaimana di tahun keduanya memimpin bersama pak Hendi (Wali Kota) meresmikan kehadiran 3 komunitas di kota Semarang.
Terakhir kali posting tentang komunitas pada bulan Agustus 2017, dan hari ini kembali membawa berita tentang komunitas tentu sangat menarik. Terlebih kehadiran pejabat yang ikut terlibat.
3 Komunitas tersebut ialah
Ada komunitas Cah Semarang Hebat (CSH) yang berisi para pegiat media sosial Semarang yang jumlah pengikutnya di atas rata-rata. Termasuk kami, dotsemarang, yang tanpa sadar ternyata ada di sana. 

Bila dijumlah keseluruhan pengikut di media sosial komunitas CHS yang kebanyakan da…

Melihat Situation Room, Ruang Monitor Canggih Kota Semarang

Apa yang kami mimpikan selama ini untuk dapat berkunjung ke ruang monitor canggih yang mirip dengan Bandung Command Center akhirnya terwujud. Semarang tidak kalah tentunya, berikut suasana Situation Room yang kami kunjungi selepas pelantikan komunitas sebelumnya.

Bandung lewat Wali Kotanya yang sangat aktif di media sosial mewujudkan kotanya menjadi Smart City dengan membangun Command Center pada tahun 2015.

Hadirnya Command Center, kita dapat memonitor langsung keadaan kota. Bisa lewat video CCTV yang sudah terintegrasi hingga pembicaraan yang terjadi di media sosial yang tengah viral. Selain itu, ada banyak aplikasi pendukung lainnya yang dapat digunakan membantu memonitor.

Situation Room Semarang

Kami beruntung bisa berkunjung langsung meski beberapa jam sebelumnya Wali Kota Semarang meresmikan pengoperasian tempat ini di hari yang sama, Senin (19/2).


Mengambil sumber referensi dari jateng.tribunnews.com, Situation Room sebenarnya merupakan pengembangan dari monitoring room yang su…