Langsung ke konten utama

Melihat Potensial Produk Halal Semarang Lewat Event?


Ada yang menarik sebelum penetapan Ramadan tanggal 6 Juni 2016 di Semarang. Dua event bertema halal digelar di dua tempat berbeda . Apakah acara ini menarik, dan bagaimana keduanya dikemas?

Sebagai salah satu kota besar di Indonesia, Semarang adalah kota dengan beragam etnis dan agama. Ini bisa dilihat dengan tempat-tempat ibadah yang menjadi objek wisata dan selalu ramai dikunjungi.

Tidak salah, saat momen Ramadan tiba, acara yang berkonsep halal pun hadir. Sesuatu yang dotsemarang jarang temui untuk event yang memasukkan unsur Halal sebagai dasar tema.

Tren pariwisata halal

Beberapa tahun terakhir, tren pariwisata halal memang sudah sangat familiar ditelinga. Negara-negara tetangga dan dunia pun sudah sangat serius menggarap tren ini seperti yang pernah dilakukan event Singapore fair yang memasukkan unsur-unsur halal dalam buku agenda mereka.

Tentu, mereka melihat bahwa Indonesia sebagai salah satu negara muslim terbesar di dunia harus mereka tawarkan untuk datang berwisata. Dalam buku yang pernah diulas di sini, selain kuliner halal yang dimasukkan, ada tempat ibadah yang turut dicantumkan. 

Potensial produk halal

Bila mengacu dengan tren wisata halal, maka event yang diselenggarakan ini di Semarang seharusnya sangat potensial. Selain dapat mengenalkan secara dekat produk-produk halal seperti kuliner, pakaian dan lainnya, event ini bisa jadi roll model untuk menjadikan Semarang sebagai salah satu destinasi wisata halal di Indonesia.

Ada 2 event yang dilaksanakan sebelum umat muslim melaksanakan ibadah puasa, Moslem Fashion Art & Halal Expo di mal Ciputra dan festival halal di Sri Ratu. Keduanya sama-sama menarik pastinya.


Festival halal yang dilaksanakan di Sri Ratu Pemuda memang fokus pada kuliner. Acara yang dimulai dari tanggal 1-5 Juni ini juga memasukkan unsur edukasi dan entertainment sebagai pelengkap acara. Jadi pengunjung tidak sekedar berburu kuliner karena jaminan halal di sana.



Sedikit berbeda dengan yang digelar di Mal Ciputra, event Moslem Fashion Art & Halal Expo lebih fokus pada produk dan jasa. Produk-produk ini memang lebih mirip pameran UMKM, namun hadirnya travel untuk melayani Umroh dan Haji dapat dilihat bagaimana event ini digarap.



Keduanya dilaksanakan bersamaan waktunya, namun berbeda dari segi lokasi yang digunakan. Bila festival halal dilaksanakan di ruang terbuka atau halaman parkir, maka Moslem fashion art dilaksanakan di auditorium lantai dasar mal atau indoor.

...

Ramadan memang menjadi momentum yang tepat untuk gelaran acara tersebut. Keduanya juga punya segmen berbeda terutama pengunjung. Tapi keduanya punya tujuan sama yang perlu digaris bawahi yaitu, Semarang punya banyak pelaku industri potensial yang ramah terhadap wisatawan muslim baik lokal maupun luar.

Kini, tinggal bagaimana menggarap semua aspek yang berhubungan dengan wisata halal untuk menarik perhatian. Semarang punya tempat wisata buat muslim seperti Masjid Agung Jawa Tengah yang selalu ramai dikunjungi.

Semarang punya gelaran yang tiap tahun rutin digelar sebelum puasa yaitu Dugderan. Dan kini, saat acara Halal diselenggarakan, masyarakat semakin tahu bahwa Semarang banyak produk yang berlabel halal yang dapat dibawa pulang saat mereka mengunjungi ibukota Jawa Tengah ini.

Artikel terkait Marketing:
...
Informasi Kerjasama

Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Agenda Semarang Oktober 2017

Selamat datang, Oktober. Bulan ini ada yang sangat spesial buat bloger Indonesia. Kita akan merayakan semangat kebersamaan dengan memaknai hari Blogger Nasional yang jatuh pada tanggal 27 Oktober, besok. Di Semarang sendiri tentu tak kalah seru dengan berbagai acara, yuk datang ke Semarang.
Agenda rutin  [Minggu] -  Car Free Day di Simpang Lima - Pahlawan, jalan Pemuda dan jalan Kartini. Lihat artikelnya di sini.[Minggu] - Pasar Minggu di sekitar MAJT, Stadion Citarum, stadion Diponegoro, Taman KB.[Jumat] - Pasar Jumat di sekitar Taman KB.[Sabtu, Kamis, & Senin] - Keroncong Live Music di Jalan Kepodang 13-15, Kota Lama. Detail klik di sini. [Sabtu] - Wayang Orang di TBRS Semarang[Jumat-Minggu] - Warung Semawis di Gang Warung, Pecinan. Lihat artikelnya di sini.[Jumat - Minggu] - Sam Poo Kong Warak Ngendok Bazaar Kuliner selama Oktober. Mulai jam 9 pagi sampai 9 malam di Sam Poo Kong.Agenda umum (Akan terus ditambahkan)  [29 September - 1 Oktober] - BSB Property Expo 2017 di Paragon M…

Review Lot 28 Semarang

Awal Agustus kemarin, tempat ini mengadakan soft opening dengan mengundang social media influencer Semarang. Termasuk bloger di dalamnya. Lot 28 sendiri beralamat di jalan Singosari Raya No.28, Semarang. Seperti apa tempatnya?

Selamat datang kembali akhir pekan. Apakah kamu sudah punya rencana menghabiskan hari Sabtu? Mungkin bertemu dengan teman atau sahabat, atau juga pasangan bisa meredakan stres setelah sibuk beberapa hari dengan rutinitas dan pekerjaan.

Komunikasi secara langsung itu sangat menyenangkan, dan tentu didukung tempat yang menarik yang bisa membangkitkan suasana hati. Kami punya rekomendasi bila kamu ingin sesuatu yang baru di Semarang berikut ini.



Lot 28, kamu bisa ngopi atau makan malam di sini

Nama yang unik menurut kami saat owner menjelaskan kepada kami yang turut hadir saat soft opening, kamis sore, 3 Agustus 2017. Angka 28 sendiri diambil dari nomor tempat ini berada.

Bahkan, 28 ini juga punya makna yang berarti 2 artinya 2 rasa, dan 8 artinya cerita (merujuk m…

Perjalanan Semarang Smart City Dari Tahun 2013 - 2017

Tidak terasa, program Semarang Smart City yang digulirkan semenjak tahun 2013 oleh Walikota Semarang sudah berjalan 4 tahun (2014-2017). Kami cukup intens mengikuti perkembangan program ini lewat blog dotsemarang. Seperti apa penerapannya sekarang?
Sebelum membaca artikel yang agak panjang, kami turut senang dengan kehadiran situs official Semarang Smart City yang beralamat di www.smartcity.semarangkota.go.id. Kami sudah berkunjung, rencananya akan kami jadikan postingan berikutnya.
Penyediaan free wifi di 2 ribu titik
Untuk diketahui dahulu bahwa artikel yang kami tulis ini merupakan artikel yang berasal dari situs semarangkota.go.id yang dipublish tanggal 27 September 2017, link lengkapnya ada di bagian bawah artikel ini.
Semarang Smart City (SSC) mulai digulirkan tahun 2013 ketika Walikota Semarang Hendrar Prihadi (Pemkot Semarang) menandatangani Nota Kesepahaman / Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT. 
Telkom tentang Pemanfaatan Teknologi, Informasi dan Komunikasi untuk Mew…

[Video] Peringatan Peristiwa Pertempuran 5 Hari di Semarang Tahun 2017

Salah satu agenda bulan Oktober di Semarang yang berhubungan dengan sejarah adalah Peringatan Pertempuran 5 Hari di Semarang. Peringatan ini selalu digelar tiap tanggal 14 Oktober. Halaman ini berisi video dari Youtube.

Tahun lalu, tanggal 14 Oktober 2016 jatuh pada hari Jumat. Sedangkan tahun ini, tanggal 14 Oktober 2017 jatuh pada hari Sabtu. Selisih sehari saja. Seperti tahun lalu juga, tahun ini kami juga tidak dapat berpartisipasi langsung untuk melihat lebih dekat suasana yang digelar di kawasan Tugu Muda.

Kalau sudah event ini dilaksanakan, ruas jalan menuju Tugu Muda pasti ditutup. Selain ada panggung yang berada tepat di depan Museum Mandala Bhakti, kawasan ini memang harus bebas kendaraan. Dalam peringatan sejarah ini, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menjadi Inspektur Upacara.

Mewakili halaman ini untuk memberikan gambaran suasana selama acara, kami mengambil beberapa video dari Youtube. Sesekali memasukkan video ketimbang foto perlu dilakukan agar konten lebih menarik.



Kawasan Museum Mandala Bhakti yang Semakin Ramai Tiap Akhir Pekan

Kapan terakhir kamu mengunjungi kawasan Museum Mandala Bhakti? Bila sudah lama, kami pun juga sama. Kebenaran saja, minggu awal Oktober kami bisa mampir. Suasananya sangat ramai, terutama pada hari minggu atau akhir pekan.
Semenjak bus wisata Semarang 'Ayo Muter-muter Semarang' diperkenalkan secara resmi, kawasan Mandala Bhakti yang dijadikan tempat parkir buat bus-bus wisata dari luar kota semakin ramai. Apalagi kawasan ini juga sudah banyak tempat kuliner yang dibuka. Alternatif lokasi berwisata di Semarang selain Lawang Sewu.

Pemandangan di atas bukan orang-orang yang sedang berpiknik layaknya di taman. Sebagian dari mereka menunggu antrian naik bus wisata Semarang dan sebagian lagi menunggu keluarga yang masih ada di Lawang Sewu dan Museum Mandala Bhakti. 

Suasana seperti ini akan sering kita jumpai dan petugas bakal sibuk mengurusi masyarakat yang selalu bertanya tentang jadwal keberangkatan bus wisata. Semoga mereka tetap semangat dan perlu manajemen pengelolaan yang ju…