Langsung ke konten utama

Mengunjungi Keraton Mangkunegaran di Solo


Letaknya berada di bagian utara kota Surakarta, tepanya di Kecamatan Banjarsari, kota Surakarta, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Keraton Mangkunegaran atau disebut Pura Mangkunegaran adalah istana tempat kediaman Sri Paduka Mangkunagara di Surakarta dan dibangun setelah tahun 1757 dengan mengikuti model keraton yang lebih kecil.


Februari 2013, tepatnya minggu ketiga, kami mengunjungi Keraton Mangkunegaran bersama rombongan tur wisata dari Dinas Budaya dan Pariwisata Jawa Tengah. Pagi itu, selain kami ada pula muda-mudi asing yang ikut dalam tur kali ini.


Pertama kali mengunjungi Keraton Mangkunegaran, rasa kagum tumbuh dari sanubari terdalam. Solo memang luar biasa yang memiliki bangunan-bangunan seperti ini. Dan tentu, masih bertahannya bangunan dari terkikisnya jaman menjadi daya tarik tersendiri dalam dunia pariwisata Jawa Tengah.


Kami masuk kedalam dan melihat seisi bangunan yang secara arsitektur bangunan ini memiliki ciri yang sama dengan keraton, yaitu pada pamedan, pendopo, pringgitan, dalem, dan kaputran, yang seluruhnya dikelilingi oleh tembok yang kokoh.


Jika berbicara mengenai sejarah keraton ini, banyak sudah website yang menuliskan bangunan yang dibangun setelah Perjanjian Salatiga ini. Silahkan searching aja dengan kata kunci "Keraton Mangkunegaran", pasti mudah.


Bangunan disini sudah banyak mengalami banyak perubahan selama puncak masa pemerintahan kolonial Belanda di Jawa Tengah. Perubahan ini tampak pada ciri dekorasi Eropa yang popular saat itu. Dan uniknya, saat mata kami berpadu dengan kamera, beberapa patung yang tidak sesuai dengan ciri khas disini terpajang dengan rapinya disini.


Untuk masuk ke bangunan utama, sepatu dan sendal kami harus ditaruh dalam plastik. Yah, lantai bersih disini melarang alas kaki beredar dimana-mana. Seperti bangunan suci atau ibadah lainnya, cara ini sebagai rasa hormat pengunjung terhadap bangunan peninggalan sejarah.


Bila semua romobongan disini sangat puas mengabadikan tiap jengkal pandangan dengan kamera, maka saat masuk ke bagian dalam itu semua hilang. Disini, bagian dalam banyak sekali benda-benda bersejarah dan untuk itu kamera sangat dilarang didalam sini.


Setelah banyak mendengar kisah dari tur guide, kami segera keluar dari dalam dan menuju bangunan luarnya lagi. Disini tertata rapi beberapa kursi dan meja yang sangat artistik. Ada pula jam, cermin dan lainnya yang masih original punya.



Nah, buat anda yang ingin membeli cendramata, tenang. Disini ada tempat yang disediakan untuk membeli barang-barang yang bisa dibawa pulang. Bangunan seperti kamar ini, artshop pareanom namanya adalah tempat mencari barang-barang cendramata.


Akhirnya, tur keliling Keraton Mangkunegaran selesai sudah. Memang sih, kepuasaan itu relatif bagi setiap orang. Kalau sehari saja muterin semua tempat, rasanya bagi kami belum puas. Yah, buat anda yang sedang ingin berkunjung ke Jawa Tengah, Solo dengan keratonnya bisa menjadi alternatif pilihan destinasi liburan anda besok.


...

Konta kami via email : dotsemarang [at] gmail.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Agenda Semarang Oktober 2017

Selamat datang, Oktober. Bulan ini ada yang sangat spesial buat bloger Indonesia. Kita akan merayakan semangat kebersamaan dengan memaknai hari Blogger Nasional yang jatuh pada tanggal 27 Oktober, besok. Di Semarang sendiri tentu tak kalah seru dengan berbagai acara, yuk datang ke Semarang.
Agenda rutin  [Minggu] -  Car Free Day di Simpang Lima - Pahlawan, jalan Pemuda dan jalan Kartini. Lihat artikelnya di sini.[Minggu] - Pasar Minggu di sekitar MAJT, Stadion Citarum, stadion Diponegoro, Taman KB.[Jumat] - Pasar Jumat di sekitar Taman KB.[Sabtu, Kamis, & Senin] - Keroncong Live Music di Jalan Kepodang 13-15, Kota Lama. Detail klik di sini. [Sabtu] - Wayang Orang di TBRS Semarang[Jumat-Minggu] - Warung Semawis di Gang Warung, Pecinan. Lihat artikelnya di sini.[Jumat - Minggu] - Sam Poo Kong Warak Ngendok Bazaar Kuliner selama Oktober. Mulai jam 9 pagi sampai 9 malam di Sam Poo Kong.Agenda umum (Akan terus ditambahkan)  [29 September - 1 Oktober] - BSB Property Expo 2017 di Paragon M…

Review Lot 28 Semarang

Awal Agustus kemarin, tempat ini mengadakan soft opening dengan mengundang social media influencer Semarang. Termasuk bloger di dalamnya. Lot 28 sendiri beralamat di jalan Singosari Raya No.28, Semarang. Seperti apa tempatnya?

Selamat datang kembali akhir pekan. Apakah kamu sudah punya rencana menghabiskan hari Sabtu? Mungkin bertemu dengan teman atau sahabat, atau juga pasangan bisa meredakan stres setelah sibuk beberapa hari dengan rutinitas dan pekerjaan.

Komunikasi secara langsung itu sangat menyenangkan, dan tentu didukung tempat yang menarik yang bisa membangkitkan suasana hati. Kami punya rekomendasi bila kamu ingin sesuatu yang baru di Semarang berikut ini.



Lot 28, kamu bisa ngopi atau makan malam di sini

Nama yang unik menurut kami saat owner menjelaskan kepada kami yang turut hadir saat soft opening, kamis sore, 3 Agustus 2017. Angka 28 sendiri diambil dari nomor tempat ini berada.

Bahkan, 28 ini juga punya makna yang berarti 2 artinya 2 rasa, dan 8 artinya cerita (merujuk m…

Perjalanan Semarang Smart City Dari Tahun 2013 - 2017

Tidak terasa, program Semarang Smart City yang digulirkan semenjak tahun 2013 oleh Walikota Semarang sudah berjalan 4 tahun (2014-2017). Kami cukup intens mengikuti perkembangan program ini lewat blog dotsemarang. Seperti apa penerapannya sekarang?
Sebelum membaca artikel yang agak panjang, kami turut senang dengan kehadiran situs official Semarang Smart City yang beralamat di www.smartcity.semarangkota.go.id. Kami sudah berkunjung, rencananya akan kami jadikan postingan berikutnya.
Penyediaan free wifi di 2 ribu titik
Untuk diketahui dahulu bahwa artikel yang kami tulis ini merupakan artikel yang berasal dari situs semarangkota.go.id yang dipublish tanggal 27 September 2017, link lengkapnya ada di bagian bawah artikel ini.
Semarang Smart City (SSC) mulai digulirkan tahun 2013 ketika Walikota Semarang Hendrar Prihadi (Pemkot Semarang) menandatangani Nota Kesepahaman / Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT. 
Telkom tentang Pemanfaatan Teknologi, Informasi dan Komunikasi untuk Mew…

[Video] Peringatan Peristiwa Pertempuran 5 Hari di Semarang Tahun 2017

Salah satu agenda bulan Oktober di Semarang yang berhubungan dengan sejarah adalah Peringatan Pertempuran 5 Hari di Semarang. Peringatan ini selalu digelar tiap tanggal 14 Oktober. Halaman ini berisi video dari Youtube.

Tahun lalu, tanggal 14 Oktober 2016 jatuh pada hari Jumat. Sedangkan tahun ini, tanggal 14 Oktober 2017 jatuh pada hari Sabtu. Selisih sehari saja. Seperti tahun lalu juga, tahun ini kami juga tidak dapat berpartisipasi langsung untuk melihat lebih dekat suasana yang digelar di kawasan Tugu Muda.

Kalau sudah event ini dilaksanakan, ruas jalan menuju Tugu Muda pasti ditutup. Selain ada panggung yang berada tepat di depan Museum Mandala Bhakti, kawasan ini memang harus bebas kendaraan. Dalam peringatan sejarah ini, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menjadi Inspektur Upacara.

Mewakili halaman ini untuk memberikan gambaran suasana selama acara, kami mengambil beberapa video dari Youtube. Sesekali memasukkan video ketimbang foto perlu dilakukan agar konten lebih menarik.



Kawasan Museum Mandala Bhakti yang Semakin Ramai Tiap Akhir Pekan

Kapan terakhir kamu mengunjungi kawasan Museum Mandala Bhakti? Bila sudah lama, kami pun juga sama. Kebenaran saja, minggu awal Oktober kami bisa mampir. Suasananya sangat ramai, terutama pada hari minggu atau akhir pekan.
Semenjak bus wisata Semarang 'Ayo Muter-muter Semarang' diperkenalkan secara resmi, kawasan Mandala Bhakti yang dijadikan tempat parkir buat bus-bus wisata dari luar kota semakin ramai. Apalagi kawasan ini juga sudah banyak tempat kuliner yang dibuka. Alternatif lokasi berwisata di Semarang selain Lawang Sewu.

Pemandangan di atas bukan orang-orang yang sedang berpiknik layaknya di taman. Sebagian dari mereka menunggu antrian naik bus wisata Semarang dan sebagian lagi menunggu keluarga yang masih ada di Lawang Sewu dan Museum Mandala Bhakti. 

Suasana seperti ini akan sering kita jumpai dan petugas bakal sibuk mengurusi masyarakat yang selalu bertanya tentang jadwal keberangkatan bus wisata. Semoga mereka tetap semangat dan perlu manajemen pengelolaan yang ju…